
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali semua anggota keluarga sudah bersiap ke acara akad nikahnya Dokter Hana Aerin Pradipta dan Adnan Hamesh Nasution.
Senja mengguyur sekujur tubuhnya di dalam kamar mandi,dia melakukan beberapa treatment perawatan pada tubuhnya.
Awalnya ingin ke salon,tapi dia tidak punya banyak waktu untuk melakukannya. Karena setengah jam yang lalu, Kabir lagi-lagi mengganggu ketenangannya padahal rencana awalnya ingin berangkat ke salon bersama dengan Jingga kakaknya.
Ini semua gara-gara abang Kabir, andaikan tidak minta sekali lagi, pasti masih ada waktu untuk ke salon.
Senja mendumel di dalam kamar mandi, untungnya perawatan yang tersedia di dalam kamar mandi cukup lengkap sehingga masalah ke salon pun terobati.
Kabir menyiapkan beberapa gaun pesta untuk istrinya, khusus pagi ini seluruh anggota keluarga memakai pakaian seragam dengan corak, tipe dan warna yang sama. Hanya yang berbeda adalah modelnya saja.
"Semoga saja gaunnya disukai oleh Senja," Kabir menyimpan aksesoris pelengkap gaun pestanya Senja mulai dari tas, sepatunya hingga hijabnya sudah tersedia di atas ranjangnya.
Setelah siap Kabir buru-buru berjalan ke arah luar untuk bertemu dengan bundanya Hanin Mazaya, Bu Clara neneknya dan juga papanya Abbas Khaer.
__ADS_1
Kabir menuruni anak tangga satu persatu, dan cukup gembira melihat kedatangan kedua mertuanya dan kakak iparnya. Kabir segera meraih tangan kedua mertuanya secara bergantian, kemudian mengecup punggung tangannya itu.
"Papa, Mama sudah lama datangnya?" Tanyanya Kabir seraya mendudukkan tubuhnya ke atas sofa tepat di samping papa mertuanya itu.
"Baru saja datang nak, kami ke sini atas permintaan Senja istrimu, katanya barengan berangkatnya ke gedung supaya semakin ramai," imbuhnya Bu Aliya Azizah.
"Itu ide yang bagus besan, pasti seru kalau kita barengan, apalagi kita akan segera dikaruniai tiga orang cucu sekaligus loh," sahutnya Bu Hanin.
"Iya Bu Hanin, ketika saya masih umroh dan mendengar kabar itu, saya sungguh bahagia karena anakku Senja akan memiliki anak tiga orang sekaligus, bakal ramai rumah kita ini," ucapnya Aliyah lagi.
"Alhamdulillah dulu saya menginginkan banyak anak tetapi Allah SWT hanya mempercayai kami dengan seorang buah hati saja, dan akhirnya melalui putra semata wayangku, saya akan segera mendapatkan tiga cucu," ujarnya Bu Hanin dengan hebohnya karena terlalu bahagia.
"Maafkan kami karena kedatangan kami ini sudah membuat kalian repot," ujarnya Leo Carlando sekedar berbasa-basi.
"Ma, pa saya permisi ke atas dulu untuk mengecek Senja, sepertinya dia butuh bantuan karena sudah cukup lama belum turun ke bawah juga," tuturnya Jingga.
__ADS_1
"Iya kakak ipar,kamu sepertinya dibutuhkan oleh Senja kalau aku sepertinya make-upnya istriku enggak bakalan selesai," candanya Kabir.
Semua orang tertawa mendengar candaannya Kabir, Guntur dan kedua orang tuanya juga baru saja datang dengan rombongannya. Atas permintaan dari Guntur yang selalu ingin dekat dengan calon istrinya yang akan dinikahinya kurang lebih sebulan lagi dari hari ini.
"Lihatlah calon pengantin satunya telah muncul, semoga saja pernikahan keponakanku ini berjalan lancar hingga mereka resmi menjadi suami istri," tuturnya nyonya Hanin seraya menyambut kakaknya Afriansyah Nasution dan kakak iparnya Sophia Mueller.
"Calon istrimu sama cantiknya dengan menantuku," pujinya pak Abbas.
"Itu wajar mereka kan kembar jadi mereka sama-sama cantik luar dalam, itu yang paling utama dari Senja Starla dan Jingga Aurora," Bu Sophia menanggapi perkataannya mantan iparnya itu.
Jingga sayup-sayup mendengar perbincangan mereka sambil tersenyum simpul. Sedangkan Senja dibuat terkejut sekaligus bahagia melihat pakaiannya yang akan dipakainya sudah siap di atas ranjangnya.
Senja mengangkat pakaian itu dan mendekatkan ketubuhnya seraya berputar-putar di depan cermin.
"Masya Allah sungguh luar biasa pakaian ini, dari ukuran size-nya, warna serta modelnya sangat cocok olehku, abang Kabir memang sungguh jago memilihkan aku gaun," cicitnya Senja.
__ADS_1
Jingga yang membuka pintu tersenyum tipis melihat tingkah laku adik kembarnya itu. Dia tidak berniat untuk mengganggu apa yang sedang dilakukan oleh adiknya itu.
Semoga kamu selamanya kamu bahagia dek dan diberkahi selalu cinta kasihmu sehingga tidak akan ada lagi kesedihan yang kamu rasakan seperti beberapa bulan lalu.