Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 211


__ADS_3

Semua orang mengucap syukur alhamdulilah atas kelahiran buah cintanya Jingga Aurora Ainah dengan Guntur Aswin Nasution.


"Alhamdulillah kakak sudah berhasil melahirkan," Senja mengusap wajahnya dengan penuh semangat dan antusias.


"Syukur alhamdulilah mantuku sudah melahirkan bayi cantik," ucapnya Bu Saskia Shopia.


"Selamat Mas,kamu akhirnya kembali menjadi seorang kakek, tapi kali ini kamu memiliki langsung dua cucu cantik," ucap Bu Henny.


Bu Saskia Shopiah mengecup keningnya Jingga yang baru saja tersadar dari anestesi yang dia dapatkan ketika melahirkan secara cesar.


"Selamat Nak, kamu sudah menjadi Mami dari kedua cucuku. Mami sangat berterima kasih kepada kamu karena sudah berjuang selama kurang lebih sembilan bulan kamu akhirnya hari ini melahirkan," ucapnya Bu Saskia yang menitikkan air mata penuh haru.


"Iya Mbak, kamu sudah memberikan Mami cucu yang sangat cantik yang diidamkan oleh Mami sejak lama," sahutnya Vania Larissa yang menimpali percakapan dari kedua orang yang disayanginya itu.


Jingga pun tersenyum bahagia karena kehadiran anaknya di dunia ini sungguh sudah lama mereka nantikan. Bahkan Bu Zaskia sejak lima tahun yang lalu.


"Sebenarnya mau cucu perempuan atau laki-laki sama saja, hanya saja tidak lengkap terasa hidupnya mami jika cucu-cucuku semuanya laki-laki, tapi aku tetap bersyukur karena diberkahi cucu yang sehat dan normal itu sudah cukup," ujarnya Bu Saskia seraya menggendong salah satu dari cucunya itu.


"Kak Denis Arista kedua anaknya juga semuanya cowok, tapi kak Guntur alhamdulilah langsung dapat dua putri kembar yang sangat cantik," timpalnya Vania Larisa yang ikut menggendong bayi mungil yang masih kelihatan merah itu.


Mereka menginginkan cucu perempuan,tapi dari kedua anaknya semuanya melahirkan anak laki-laki. Kecuali Jingga dan Guntur Bumi yang mendapatkan anak perempuan.


"Alhamdulillah kalian sangat menyayangi dan mencintai kedua anakku, semoga saja mereka membawa berkah dalam hidup kita semua," imbuhnya Jingga.


"Kak Jingga aku pamit dulu yah, kasihan anak-anak sudah lama aku tinggal di rumah dengan baby sitternya," ucap Senja yang ingin berpamitan kepada kakaknya itu.

__ADS_1


"Iya Sen,kamu balik saja dek kasihan mereka entar mau asi lagi, ingat jangan terlalu membiasakan anak-anak hidup dengan baby sitternya. Takutnya kedepannya malah lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengan kedua orang tuanya," Jingga berucap yang sekadar memberikan masukan kepada adiknya itu.


"Benar sekali apa yang kamu katakan mantuku. Banyak sekarang para ibu dan ayah yang tidak menyadari jika kedekatan antara anak dengan pengasuhnya terkadang membuat jurang pemisah antara orang tua dengan buah hatinya," cercanya Bu Henny Marsha yang ikut berbincang-bincang.


"Kamu yang hati-hati yah Nak, Kabir ingat jangan ngebut yang. Kecuali dalam keadaan yang terpaksa. Tapi, ingat jangan biarkan suami kamu jadi pembalap dadakan," nasehatnya ibu Hanin Mazaya mertuanya Senja.


Sedangkan Senja yang kembali tubuhnya dipeluk oleh Kabir hanya menganggukkan kepalanya itu.


"Bunda yang tenang dan tentram disini temani Jingga, karena kami tidak mungkin bisa berlama-lama terus menerus disini, apalagi anak-anakku semakin hari semakin besar pula," timpalnya Kabir.


"Assalamualaikum," pamit keduanya.


"Waalaikum salam, hati-hati Bang jangan lupa besok ada meeting di salah satu hotel bintang lima," ucapnya Mike Andres yang kembali mengingatkan atasannya sekaligus kakak sepupunya dari istrinya Vania Larissa.


Kabir dan Senja tersenyum mendengar perkataan dari mereka semua. Tetapi, berbeda halnya dengan Senja. Apa yang dikatakan oleh orang-orang tentu saja menjadi pertimbangan dan bahan pemikirannya.


Aku tidak akan ijinkan ketiga anak-anakku dan adikku terlalu bergantung pada Mbak Anggita Sari. Apa kata Tante Saskia memang benar adanya.


Senja dan suaminya Kabir segera balik langsung ke rumahnya. Tetapi, selama dalam perjalanan pulang. Senja kebanyakan diam padahal dia ingin berbicara dengan suaminya. Tapi, dia memilih untuk terdiam saja.


"Mbak Jingga, ngomong-ngomong nama putrinya Mbak siapa? Apakah sudah punya rekomendasi nama yang sesuai dan indah secantik bayinya Mbak," tanyanya Sista adik iparnya Jingga tepatnya istrinya Denis.


"Yang cariin nama cantik itu Abang Guntur papinya sendiri, Dania Najida Nasution dan Delila Najida," tuturnya Jingga yang masih hanya bisa berbaring saja tanpa bisa bergerak bebas dan leluasa.


"Namanya bagus banget semoga kalian berperilaku seperti arti dari nama kalian Nak penyelamat dan pendukung serta yang paling penting dan utama adalah kalian berdua menjadi anak sholeha yang selalu berbakti kepada kedua orang tua, Nusa bangsa dan agama tentunya," terangnya Pak Raka Bumi.

__ADS_1


"Nama yang sangat cantik Nak, Guntur pinter juga cariin nama yang bagus untuk anak-anaknya," pujinya Bu Hanin Mazaya.


Dua minggu setelah kelahiran Dania dan Delila, acara syukuran aqiqah mereka pun berlangsung. Guntur dan Jingga berencana mengadakan tasyakuran tersebut secara sederhana saja, tetapi segera ditentang oleh kedua mertuanya.


Sehingga hari ini semua orang berbondong-bondong mendatangi acara aqiqahan baby Dania dan Delila. Satu persatu tamu undangan sudah menghadiri acara tersebut yang sejak dari jam sebelas pagi hingga sore hari telah berlangsung.


Semua sahabat, kerabat, saudara, sanak famili sudah hadir tanpa terkecuali. Baik itu dari pihak Jingga maupun Guntur langsung.


Keluarga besar Sanders dan Nasution tidak mau kalah dengan yang lainnya terutama Kabir dan Senja.


Ada Zania Mirzani dengan Fajri Bachan beserta bayinya yang berjenis kelamin perempuan itu bernama Giska Inayah. Naysila bersama dengan suaminya sendiri yang bernama Ardian Putra serta bayinya yang berusia lima bulan yang diberikan nama yaitu Asriel Ibra Putra.


Icha Khumaira pun tidak mau ketinggalan dengan baby boynya dan sang suami tercinta yaitu Hakim Rahman dan putranya Alif Naufal Rahman. Vania Larissa dengan suaminya Mike Andres serta anaknya yaitu Iqbal Rizanta.


Serta ketiga anak kembarnya Senja dan adiknya yaitu Gibran Mahesa, Jinan dan Jihan serta Ocean Skala Pratama.


Acara siang hari itu sungguh sangat meriah dan ramai. Apalagi di tengah dengan relasi bisnisnya serta tak lupa mengundang beberapa ibu-ibu majelis taklim dan anak-anak yatim piatu dibawah asuhan Nyonya besar Clara.


Semua larut dalam kebersamaan dalam acara penuh rasa kekeluargaan. Bu Clara menyeka air matanya saking bahagianya melihat anak, cucu,cicit dan menantunya yang masing-masing menemukan kebahagiaannya masing-masing.


"Nenek berharap kalian bisa bahagia dunia dan akhirat serta terhindar dari masalah besar yang akan mengancam kehidupan bahagia kalian," harapnya Bu Clara.


"Iya Mah, semoga anak-anak bahagia tanpa ada lagi cobaan yang berat datang menghampiri kehidupan mereka semua," sahut Bu Hanin Mazaya yang melihat ke arah Senja, Kabir, Jingga dan Guntur tak lupa masuk ke dalam berbaur dengan banyaknya orang yang menyempatkan hadir.


"Aku berharap kebahagiaan selalu menyertai kehidupan semuanya," sahut Bu Henny.

__ADS_1


"Amin ya rabbal alamin," ucapnya semua orang.


__ADS_2