
"Orang ini tidak perlu disiksa dengan cara dipukuli, cukup masukkan obat aprodiks ini ke dalam minumannya tunggu beberapa menit maka pembalasan dendam dari Nona Vania Larissa sudah terbalas!" Ucapnya Nurman Kaharu dengan seringai liciknya seraya mengaduk-aduk minuman dalam gelas.
Galang tersungkur ke atas lantai keramik setelah kedua tangannya terikat. Galang terus meminta tolong untuk dilepaskan bukan karena dipukuli, tapi karena ia terus memberontak meminta tolong kepada siapapun yang bisa menolongnya.
Antonio mengambil minuman yang sudah tercampur dengan obat nikmat pee raaang saan yang telah dicampurkan oleh Nurman.
Antoni mencengkeram kuat dagunya Galang," bersiaplah permainan akan segera dimulai!"
Antoni memaksa Galang menenggak habis minumannya itu, walaupun Galang terus berusaha untuk melawan dan memberontak agar tidak meminumnya.
"Sa-ya ti-dak mau!" Ucapnya Galang dengan terbata karena mulutnya tertutup rapat.
Galang menatap tajam ke arah Antonio. Galang yang berupaya menutup mulutnya tapi, cengkeraman tangannya Antoni terlalu kuat sehingga pembelaan yang dilakukannya itu terbilang sia-sia belaka saja.
Nurman menutup panggilan teleponnya setelah selesai berbicara dengan anak buahnya yang dia tugaskan mencari perempuan yang paling cocok untuk menemani Galang malam itu.
"Antonio perempuan itu sudah datang, anak buah kita sudah mendapatkannya, dia sudah siap karena dia juga sudah minum minuman khusus itu," tuturnya Nurman.
Antonio segera melepas cengkeramannya dan membuka tali pengikat yang dipakai oleh Galang sebelumnya, setelah dirasa obatnya sudah bekerja dengan baik.
Pintu itu terbuka lebar ketika Galang merasakan keanehan pada tubuhnya. Seorang perempuan bay*ran sudah masuk ke dalam ruangan itu. Bukan hanya satu tapi ada dua kupu-kupu malam yang sudah siap melayani Galang.
Perempuan itu ditutup kepalanya dengan penutup topeng kepala sehingga mereka tidak mengetahui arah jalan yang dilaluinya. Semuanya bertujuan agar keduanya tidak bisa berbicara apapun tentang kemana dia dibawa dan siapa pelakunya.
Antoni hanya memberikan isyarat kepada keempat anak buahnya yang menggiring kedua perempuan baya*an itu yang sudah siap menemani Galang Arfian.
Galang memang tipe pria casanova tetapi tidak asal main celap celup saja tanpa mengetahui identitas perempuan itu dengan baik.
"Apa cctv di depan hingga ke sini kamu sudah meretasnya? Ingat jangan menyimpan satu bukti apapun akan keterlibatan kita berdua terutama untuk tuan muda Kabir Kasyafani," tegasnya Antoni.
"Itu aman kamu seperti tidak mengenal cara kerjaku saja! Kamu kenal aku berapa tahun sudah?" Nurman hanya tersenyum penuh arti.
"Obatnya sudah bereaksi aku akan segera cek kamera tersembunyi yang sudah aku pasang," ujarnya Antoni lagi.
Setelah semuanya dirasa aman dan sesuai dengan keinginan mereka, keduanya pun meninggalkan Galang bersama dengan kedua perempuan yang masih memakai penutup kepala hingga ke dagunya itu.
__ADS_1
Galang terus berusaha untuk melawan rasa yang sudah muncul dalam dirinya. Dia tidak ingin terperdaya dengan apa yang akan terjadi padanya.
Kedua perempuan itu segera membuka penutup kepalanya setelah anak buahnya Antoni membuka tali ikatannya itu perempuan itu seperti orang yang kelaparan saja, apalagi melihat Galang sama sekali tidak memakai sehelai benang kainpun ditubuhnya itu.
"Selamat bersenang-senang!"
Pintu kamar apartemennya Galang segera tertutup rapat. Antoni membuang jauh-jauh kunci kamar itu hingga ke sembarang arah.
"Haha kamu akan meraih kebahagiaan yang hakiki bersama dengan perempuan itu!"
Keduanya sudah melenggang pergi meninggalkan apartemen terkutuk miliknya Galang. Sedangkan Mike sudah sampai di rumah sakit dan betapa marahnya ketika mengetahui, jika dia harus kehilangan calon bayinya.
"Ahh jangan!! Tolong!! Aku tidak mau kalian itu kotor jangan sentuh aku!!" Teriaknya Galang yang berusaha untuk menolak reaksi dari godaan yang datang dari dalam tubuh dan pikirannya itu.
"Kami berdua akan membuat tuan muda akan bahagia bahkan akan membuat anda bahagia terbang melayang membumbung tinggi ke atas langit," ucap perempuan yang sudah menanggalkan pakaian yang dipakainya satu persatu itu.
Galang akhirnya pasrah juga dengan keadaan yang ada, bahkan dia meladeni pernaina kedua perempuan itu. Antoni dan Nurman tertawa terpingkal-pingkal mendengar teriakan pasrahnya Galang.
"Haha Galang Arfian Gumilang, kamu akan belajar dari pengalaman hari ini dan selamat bersenang-senang untuk menikmati persembahan yang spesial kami persembahkan untuk kamu," tutur Nurman sembari meninggalkan ruangan kamar pribadinya Vania dengan suaminya itu.
"Nur, tapi ngomong-ngomong apa hubungannya Mike dengan Non muda Vania, apa jangan-jangan perempuan bersuami yang dicintainya itu adalah nona muda adik semata wayangnya tuan muda Guntur Aswin?" Terkanya Antonio Basalamah.
Antoni menepuk punggung lebar sahabatnya itu Hahaha," sudah lupakan masalah itu, aku hanya menebak saja, apalagi kemarin Mike pernah mengatakan jika dia jatuh cinta pada pandangan pertama kalinya, tapi yang jadi masalah adalah perempuan itu istri pria lain, jadi aku berasumsi dan beranggapan jika Nona Vania Larissa adalah perempuan itu," ungkapnya Antoni.
Nurman membuka pintu mobilnya sebelum menjawab perkataan dari rekan kerjanya sekaligus sahabatnya sendiri.
"Bukan hanya kamu, tapi saya juga merasakan hal semacam sejak tadi ketika aku melihat kemarahan dan murkanya Mike Andres yang menghajarnya pak Galang Arfian," sahutnya Nurman yang segera masuk ke dalam mobilnya sebelum menutup pintu mobilnya itu.
"Sudahlah saatnya kita balik ke apartemennya tuan muda Kabir, pertanyaan dan kegelisahan yang kita rasakan akan terjawab hari ini juga,"
Sedangkan di depan ruang operasi, Mike sangat ketakutan dan mencemaskan keadaannya Vania setelah dilarikan kedalam ruangan operasi karena mengalami pendarahan.
Ya Allah selamatkan lah kekasihku dan calon anak kami, saya tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka.
Mereka adalah penyematku dan hidupku, tanpa mereka tidak lengkap lah hidupku ini.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, lampu ruang operasi pun mati. Mike yang menyadari hal itu segera berjalan cepat ke arah dokter.
"Maafkan kami pak,kami tidak bisa menyelamatkan calon janin bayi Anda karena akibat kecelakaan ini," ucapnya seorang dokter perempuan yang baru saja keluar dari dalam ruangan operasi.
Mike Andreas membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar calon bayi yang sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan kelahirannya itu bersama sang kekasih.
"Ini tidak mungkin Dokter, apa kalian sudah memeriksa dan mengeceknya dengan baoky jangan-jangan salah diagnosa lagi!" Tampiknya Mike yang sama sekali tidak ingin menerima kenyataan itu.
Dokter itu menepuk pundaknya Mike," tim kami sudah berusaha keras untuk mempertahankan bayi nyonya tapi, Tuhan berkehendak lain, kami meminta maaf kepada bapak yang sebesar-besarnya karena ini semua diluar dugaan kami," terangnya dokter itu lagi.
Semua perawat dan dokter kembali ke pekerjaan masing-masing setelah menjelaskan panjang lebar apa yang kepada Vania Larissa.
Bugh!!
Mike meninju kuat tembok ruangan ICU itu setelah mendengar langsung penjelasan dari dokter yang menangani kondisi kesehatannya Vania Larisa.
Mike tergugu dalam tangisannya itu, "Ini tidak mungkin!! Ya Allah aku sudah bersalah besar sehingga calon bayi kami meninggalkan kami untuk selamanya, ini semua salahku!" Ucapnya Mike dengan penuh penyesalan.
Kabar duka itu terdengar hingga ketelinganya Kabir dan Senja yang sedang duduk saling berhadapan satu sama lainnya di depan makan.
"Apa yang terjadi bang, kenapa wajahnya nampak murung seperti pakaian yang belum di setrika berbulan-bulan saja," candanya Senja yang tersenyum tipis menanggapi sikapnya Kabir yang aneh itu.
Kabir tersenyum lebar mendengarkan candaannya Senja," tidak apa-apa sayang, kamu makanlah makananmu itu jangan banyak bicara, kamu itu hamil tiga loh jadi makanannya harus banyak pula berbeda jika kamu seorang diri yang tidak terlalu butuh asupan makanan yang banyak," ucapnya Kabir sambil menuangkan beberapa macam jenis makanan ke atas piringnya Senja.
Senja mencebikkan bibirnya mendengarkan perkataan suaminya itu," lain yang aku pertanyakan lain yang dijawab, dan tidak mungkin terjadi sesuatu pada Abang dengan mimik wajahnya yang seperti itu!" Sungutnya Senja.
Kabir bukannya menjawab perkataannya dari Senja malah hanya tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
"Kamu makanlah dulu sampai makanannya habis tak tersisa, setelah makan Abang akan katakan padamu apa yang sudah terjadi," ucapnya Kabir yang berusaha membujuk istrinya itu yang semakin ngotot untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Kabir malah menyuapi makanan ke dalam mulutnya Senja yang memonyongkan bibirnya itu. Senja yang diperlakukan seperti itu malah tersenyum lebar menanggapi sikapnya Kabir.
Senja menoel hidungnya Kabir, "Entah kenapa aku sama sekali enggak bisa marah dengan sikapnya abang padaku, aku terlalu mencintaimu suamiku Kabir Kasyafani Sanders selamanya… tak akan tergantikan oleh apapun di dunia ini." Tegasnya Senja yang berhenti mengunyah makanannya kemudian memandangi Kabir penuh takjub.
Kabir yang sudah menghabiskan makanannya yang hendak mengupas buah apel, jeruk dan anggur untuk istrinya itu terhenti sejenak setelah mendengar perkataan dari istrinya itu.
__ADS_1
"Masya Allah…Alhamdulillah sungguh aku berbahagia mendengar pujian dan ucapannya istriku ini, aku sungguh sangat bahagia karena pujian yang kamu ucapkan khusus untuk abang seorang." Ujarnya Kabir penuh bahagia.
Kabir segera mengecup punggung tangannya Senja sedangkan Senja yang diperlakukan seperti itu hanya tersipu malu hingga kedua pipinya merah merona bak kepiting laut rebus saja.