
Bu Clara Diana langsung bangkit dari duduknya itu, dia tidak percaya dan tidak menyangka jika putri yang sangat dicintainya dan disayanginya itu ternyata telah menipu dan membohonginya.
"Itu tidak mungkin!?" Teriaknya Bu Clara yang spontan berdiri.
Bu Hanin Mazaya hanya terdiam terpaku mendengar perkataan dari putranya sendiri yang ternyata sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak habis pikir, jika putranya sudah mendapatkan informasi yang sangat rahasia besar yang selama ini ditutupinya itu.
Bu Hanin menghela nafasnya dengan berat, Ya Allah kenapa putraku harus mengetahui rahasia kami, ya Allah aku belum siap untuk menjelaskan kepada mami dan yang lainnya, aku tidak ingin mereka mengetahui segalanya rahasia yang sudah aku tutup rapat-rapat.
Bu Hanin saling melempar tatapan mata yang penuh dengan sarat arti yang hanya mereka yang mengetahui hal tersebut.
Kenapa putraku Kabir bisa mengetahui jika dia bukan darah dagingku sendiri. Aku tidak pernah mengatakan kepada siapapun masalah besar ini.
Bahkan kami sudah sepakat untuk menyembunyikan kebenaran akan hal itu di depan siapapun. Bahkan mereka sudah berjanji untuk tidak membocorkan rahasia ini.
__ADS_1
Hanya kami yang tahu kalau Kabir Kasyafani Sanders adalah putraku, tapi hari ini semuanya sudah terbongkar.
Pak Abbas Khaer mengarahkan pandangannya ke arah Hanin Mazaya mantan istrinya itu. Pak Abbas dahinya berkerut melihat sikapnya Hanin Mazaya.
Kalau aku perhatikan apa yang sedang terjadi pada Hanin, aku yakin kalau itu bukan karena dia penyebab utamanya sehingga rahasia ini bocor dan diketahui oleh putraku.
Aku dan Hanin sangat menjaga rahasia besar ini, sampai-sampai aku sudah meminta Hanin untuk merahasiakan status putraku. Tetapi, hari ini semuanya sudah berakhir.
Aku memang bukan ayah biologisnya, tapi bagiku Kabir adalah putraku kandungku sendiri. Kami sudah saling menyayang satu sama lain, layaknya anak dan ayahnya sendiri.
Pak Abbas Khaer menengadahkan kepalanya ke arah atas dan seperti hidup dengan dunianya sendiri seperti ingin menghentikan waktu agar semua terjadi sekarang, tidak akan pernah ada lagi dan tidak akan terulang dalam hidupnya.
Bh Clara berjalan ke arah cucu kesayangannya,"Kabir cucuku, katakanlah pada Oma sekali lagi dan katakan jika apa yang kamu katakan tadi adalah hanya bercanda saja dan kebohongan besar Nak," pintanya Bu Clara Diana dengan penuh harap.
__ADS_1
Kabir tersenyum simpul sambil berdiri dari duduknya itu sambil mengulurkan tangannya ke arah neneknya. Dia segera merangkul tubuh renta Neneknya itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Bu Hanin menatap intens putranya sembari mengarahkan pandangannya itu, dia berharap agar putranya itu menyangkal semua yang akan dikatakan. Ia tidak ingin semua orang mengetahui apa yang terjadi padanya di masa lalunya.
Bu Hanin menatap sendu wajahnya anaknya dan berharap agar tutup mulut. Karena baginya kesalahannya di masa lalu, tidak boleh menjadi konsumsi publik.
Pak Abbas yang memperhatikan mantan istrinya itu mengerti dengan kegelisahan, keresahan dan kepanikan yang terlihat jelas di wajahnya mantan parnert hidupnya dulu.
"Mami, apa yang dikatakan oleh Kabir itu tidak benar, mana mungkin putra kandungku sendiri menjadi putranya laki-laki lain, karena saya lah yang dulu menikahi Hanin bukan orang lain," sanggahnya pak Abbas dengan menatap tajam ke arah Sapta Danu Triadji.
Kabir pun angkat bicara karena menurutnya ini adalah saat yang tepat untuk membongkar semuanya, dia tidak ingin berlarut-larut hidup dalam kebohongan.
"Apa yang Oma dengar adalah memang benar adanya, tapi untuk lebih jelasnya Oma bisa bertanya kepada bunda," ucapnya Kabir.
__ADS_1