
Kabir dengan asal mengambil pakaiannya terutama bajunya dan celana pendeknya secara acak karena dia tidak ingin membuang waktu.
Senja dan Kabir segera berjalan ke arah bawah, dan melihat Jingga yang sudah memangku tubuhnya Aliyah yang raut wajahnya sudah pucat pasi.
Senja mempercepat langkahnya menuju ke lantai bawah, Kabir hanya geleng-geleng kepala melihat apa yang dilakukan oleh Senja.
"Sen! Kamu itu sedang hamil, jangan lupakan kondisimu, kamu boleh khawatir tapi tidak seperti ini juga caranya,kamu akan membuat mama akan bertambah parah sakitnya," cegahnya Kabir yang ketakutan melihat apa yang dilakukan oleh Senja.
Kabir belum mengetahui jika Senja dan Jingga duo kembar itu sama-sama jago bela diri, terutama taekwondo dan karate.
"Astaughfirullahaladzim, Senja please jangan seperti ini,kamu itu sedang hamil calon tiga anak kita, aku mohon jangan bertingkah seperti ini," bujuknya Kabir.
Senja bukannya mendengarkan larangannya suaminya dan berhenti untuk berjalan cepat, tapi malah Senja semakin mempercepat langkahnya karena sangat terkejut melihat kondisi Mamanya dalam pangkuannya Jingga.
__ADS_1
Andaikan Senja bisa berlari atau pun terbang maka dia akan langsung terbang agar sampai secepatnya ke lantai bawah.
"Kakak Jingga apa yang terjadi pada Mama?!" Tanyanya Senja.
Jingga menolehkan kepalanya ke arah adiknya," Senja jangan berlari dek!! Kamu harus berhati-hati!" Jerit Jingga yang takut melihat apa yang dilakukan oleh Senja.
Senja dan Kabir sudah sampai di lantai dasar, Kabir akhirnya bernafas lega setelah istrinya selamat dan tidak kenapa-kenapa.
"Papa mana kak, kenapa mama masih dipangku seperti ini?" Tanyanya Senja yang mengedarkan pandangannya ke arah ruangan tengah.
Bu Minah mewakili Jingga untuk berbicara karena hanya Aliaya ada ketika Leo Carlando pergi ke luar daerah, "Tuan besar ke daerah tadi sore berangkatnya Non Senja, karena terburu-buru sehingga enggak sempat berpamitan kepada kalian," ungkapnya Bi Minah.
Kabir segera menggendong tubuhnya Aliyah ibu mertuanya itu tanpa sepatah katapun lagi karena sudah khawatir melihat kondisinya Aliyah mama mertuanya yang semakin tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.
__ADS_1
"Apa lagi yang kalian tunggu, cepatlah panggil dokter, saya akan bawa mama ke dalam kamarnya," ucapnya Kabir yang segera meninggalkan ke-tiga perempuan itu.
Semua orang berjalan cepat sedangkan bi Minah tergopoh-gopoh mengekor anak majikannya itu.
"Ya Allah selamatkan lah nyonya besar, jangan biarkan terjadi sesuatu pada Bu Aliyah," cicitnya Bi Minah perempuan paruh baya yang sudah bekerja lebih sepuluh tahun di rumahnya Senja.
Kabir kelelahan menggendong tubuh ibu mertuanya itu,dia berusaha sekuat tenaga untuk menyederhanakan ibu dari wanita yang paling dicintainya di dunia ini, tidak ada satupun yang bisa menggantikan rasa cintanya pada Senja.
Kabir merebahkan tubuhnya Bu Aliaya ke atas ranjang king size-nya yang cukup lebar itu. Kabir kasihan melihat mama mertuanya yang masih tidak siuman bersamaan dengan kedatangan dokter keluarga yang sering dipakai jasanya oleh Leo Zain Pratama dengan Aliah Aziza Humaira sudah hingga detik ini.
Kemampuan dokter perempuan itu cukup patut diacungi jempol karena mereka sudah percaya dengan kualitas kerjanya yang sudah puluhan tahun.
Khusus untuk kak Betti follow aku Kak n baca inbox aku insya Allah kakak masuk list penerima sembako hehehe bonus baca khusus pembaca paling setia dan konsisten.
__ADS_1