
Senja tidak menyangka jika kehidupannya yang tenang,adem, damai tanpa masalah yang berarti tiba-tiba berubah 180 derajat setelah bertemu dengan seorang pria yang menjadi dosen pengganti di kelasnya.
Dosen yang bernama Kabir Kasyafani itu menjadi godaan terberat dalam hidupnya Senja Starla Airen Zain. Gadis yang baru menginjak usia ke 20 tahun itu harus menjalani kehidupannya sebagai kekasih bayaran yang harus menemani Kabir sebagai kekasihnya dengan bayaran yang tertentu.
Senja sudah duduk di kursi jok penumpang, "Pak Kabir apa benar malam ini akan tepati janjinya sesuai dengan kontrak perjanjian kita berdua?" Tanyanya Senja yang kedua bola matanya berbinar binar bening.
Kabir menolehkan kepalanya ke arah Senja sebelum melajukan mobilnya tersebut.
"Kamu sendiri akan lihat apa aku hanyalah bohong semata atau kah serius?" Imbuhnya Kabir.
"Ya elah Pak Kabir, kenapa meski harus main tebak-tebakan segala to the poin saja kali Pak, kalau seperti ini jadinya penisirin banget," ketusnya Senja yang kembali memperbaiki posisi duduknya kembali duduk seperti sebelumnya.
Kabir tidak lagi menanggapi perkataannya Senja, dia hanya fokus mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. Dia segera menghubungi nomor anak buahnya sebelum sampai ke tempat tujuan mereka malam itu tanpa sepengetahuan dari Senja.
Senja diam-diam memperhatikan Kabir," entah aku mimpi apaan sehingga harus terlibat dalam kehidupan permainan yang diciptakan oleh pria ini, tapi jika aku tidak mengikuti kemauannya sesuai perjanjian bisa gawat, nilaiku semester kali ini jadi taruhannya,"
Senja memejamkan matanya karena cukup lelah setelah menghadiri pesta perjamuan pernikahan adiknya Kabir. Senja merasa matanya seperti ketiban duit segepok saja sampai-sampai tidak bisa tidak tertidur ketika itu.
Kabir hanya tersenyum simpul melihat sikap dan tingkah lakunya Senja. Dia menoel hidungnya Senja yang cukup mancung itu.
"Kamu memang sangat cantik, aku tidak mungkin bisa melihatmu bersama dengan pria lain, aku berjuang mati-matian untuk mendapatkan hati dan cintamu apapun aku akan lakukan, itulah janjiku padamu. Walau dunia menolak ku kan tetap kukatakan kucinta padamu, kalau perlu aku akan bawa kamu kabur jika kedua orang tuamu menentang hubungan kita berdua,"
Kabir menghentikan laju kendaraannya itu di pinggiran jalan, kemudian ia segera membuka jas yang dipakainya untuk menyelimuti seluruh tubuhnya Senja yang nampak kedinginan.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh kedinginan, kasihan apalagi kita masih butuh waktu yang cukup lama hingga kita sampai di tujuan, semoga kamu menyukai tempat yang akan kita datangi," cicitnya Kabir seraya mengecup keningnya Senja sekejap mata.
Berselang beberapa menit kemudian, baru saja Kabir mematikan mesin mobilnya, ponselnya Senja di dalam handbag merk hammers itu. Ia ragu untuk mengangkat teleponnya Senja,tapi takutnya dia tidak meminta ijin hingga dikira terlalu lancang.
"Nanti saja diangkat telponnya, takut jika Senja menganggap aku mencampuri urusan kehidupan pribadinya, tapi kasihan juga yang menelpon sudah lama tidak diangkat," gumamnya Kabir.
Mau tidak mau Kabir pun mengangkat hpnya Senja yang tidak berhenti berdering. Dengan membulatkan tekadnya,ia segera mengaktifkan layar penuh telpon genggamnya Senja.
"Ya Allah… ini anak beraninya bawa hpnya bepergian tanpa memberikan kode pin untuk mengunci, kalau ada maling pasti malingnya bahagia banget dapat hp mahal," gerutunya Kabir yang belum menekan tombol power hijau di layar benda berbentuk pipih itu.
Kabir mengerutkan keningnya melihat nama id orang yang menelpon Senja. Ia tidak mau terlalu berlama-lama berfikir siapa yang menghubungi nomornya Senja malam itu.
"Bayu Krisnamurthi," lirihnya Kabir sebelum menekan tombol hijau.
Kabir hanya menjauhkan sedikit dari telinganya takutnya gendang telinganya pecah dengan mendengarkan suara perempuan yang seperti burung beo saja.
"Astaughfirullahaladzim ini seorang gadis yang menelpon tapi namanya yang tertulis nama cowok," cicitnya Kabir sembari menautkan kedua alisnya itu yang tercengang mendengar perkataan dari perempuan diseberang sana.
"Halo!! Senja kamu dengar semua ucapan aku gak? Atau jangan-jangan kamu nelpon sambil ngorok seperti kebiasaan kamu!" Gerutunya gadis seusianya Senja teman sekelasnya Senja di kampus.
"Hemm! Maaf bisa tidak kalau nelpon itu pakai salam, kamu muslim kan?" Ketusnya Kabir.
Fitria terkejut setelah mendengar penuturan dari pria dari seberang telpon. Fitria masih tercengang mendengar suara dari laki-laki yang tidak dikenalnya.
__ADS_1
"Kok suaranya terdengar seperti familiar, tapi ngomong-ngomong kok cowok yang mengangkat telponnya Senja, apa Senja lagi…" ucapannya terpotong karena segera disela oleh Kabir.
"Isi kepalamu butuh dibersihkan sepertinya selalu ngeres, emangnya kalau cowok yang angkat hpnya Senja kenapa! Kamu aku perintahkan untuk ucapkan salam tapi malah mengalihkan pembicaraan saja!" Sarkasnya Kabir.
"Anda seperti dosen killer kami yang irit bicara, ketus, songong, wajah datar, irit bicara dan juga suka marah-marah tapi sayangnya ganteng," ujarnya Fitria yang tidak langsung memuji dosennya dan juga sekaligus memprotes tindakan dari Kabir selama ngajar.
"Hemm!! Kamu yah berani-beraninya mengkritik orang lain apalagi dosen kamu sendiri, apa tidak takut nilaimu E jika menghina,mencaci maki dosen kamu sendiri!? Bukannya ucapkan salam malah melebar kemana-mana!" Kesalnya Kabir yang tersulut emosinya itu setelah mendengar caci makinya Fitria.
Dia tidak menyangka jika tanggapan salah satu mahasiswinya. Dia ingin langsung mengeluarkan kata-kata kasarnya, tapi segera diurungkannya niatnya itu agar tidak ketahuan jika dia memiliki hubungan khusus dengan Senja.
"Hehehe takutlah pak, tapi tidak mungkin pak Kabir mengetahui jika saya mengatakan yang jelek-jelek tentangnya kecuali kalo Anda menyampaikan kepadanya apa yang aku katakan tapi itu sangat mustahil terjadi anda kan tidak saling kenal jadi aman saja lah," ujarnya Fitria yang tertawa terpingkal-pingkal menanggapi perkataannya dari Kabir.
"Kalau gitu aku tutup telponnya, aku tidak ingin ada yang mengganggu kekasihku calon istriku yang sedang beristirahat! kalau tidak ada yang penting aku tutup telponnya, assalamualaikum," ujarnya Kabir yang sangat jengkel mendengar penilaian salah satu mahasiswanya.
"Kekasih! tunangan! apa! Senja sudah punya tunangan!?" pekiknya Fitria dari seberang telpon sebelum telponnya terputus.
Fitria segera mengirim sesuatu di grup whatshap teman sekelasnya, dengan caption.
"Berita hangat Senja sudah punya tunangan! tapi masih misterius siapa calon tunangannya,"
Dalam sekejap mata grup chating yang awalnya sudah senyap dan sepi, tapi ternyata gara-gara berita itu yang membuat mata mereka kembali melek hingga berita tersebut menjadi viral dan trending topik malam itu juga.
Berbagai tanggapan sudah berdatangan meramaikan kolom komentar yang tersedia. Sedangkan sang artis dadakan malah tidak mengetahui apa yang sedang terjadi saking asyiknya tertidur pulas di dalam mobilnya Kabir.
__ADS_1
Kabir segera menyimpan kembali gedjetnya Senja ke dalam tasnya Senja kemudian membangunkan Senja karena sudah lama mereka sampai ditempat tujuan yang akan dikunjungi oleh Kabir.