Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 127. Menjelaskan


__ADS_3

Hakim berkali berteriak kencang di dalam mobilnya, saking tidak mengerti dengan apa yang sudah diperbuatnya dan kesalahan itu menghasilkan seorang bayi bakal calon penerusnya.


"Ini tidak mungkin!! Bagaimana ini yah Allah esok aku akan bertunangan dengan Dian sedangkan Icha hamil anakku!! Aku harus bagaimana, tidak mungkin aku menikahi keduanya, aku juga tidak mungkin membatalkan rencana pernikahan kami yang sudah diatur oleh kedua pihak keluarga besar kami, memang aku sama sekali tidak mencintai Dian,tapi aku mencintai Icha walau aku belum mendapatkan balasan dari cintaku ini, tapi aku juga enggak mungkin memperjuangkannya!" Kesalnya Hakim.


Hakim berkali-kali memukuli setir mobilnya itu, dia tidak menyangka jika dirinya akan menghadapi masalah yang cukup pelik. Dimana pertunangannya sudah ditentukan, tapi disisi lain dia menghamili anak gadis orang yang tidak mungkin dia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu.


"Ya Allah apa yang harus aku katakan kepada ayah dan ibu, mereka pasti akan sangat marah jika mengetahui apa yang telah aku perbuat, aku tidak sanggup kalau seperti ini!"


Argh!!


Hakim Rahman mengerang keras saking kesalnya dan marahnya dengan situasi yang terjadi pada hidupnya itu.


Sedangkan masih disekitar area klinik sepeninggal dokter Hana Aerin bersama dengan calon suaminya yang tidak lain adalah adik sepupu dari suaminya sendiri yaitu Adnan Hamesh.


Keduanya berpamitan karena masih ada beberapa hal yang akan mereka urus sebelum mereka menikah satu minggu lagi dari hari ini.


Icha terus berusaha untuk tidak seperti terlihat menyimpan rahasia besar. Jika dia panik dan salah tingkah maka ketiga sahabatnya akan cepat mengetahui apa yang sedang terjadi padanya.


Aku tidak mungkin menggugurkan kandunganku ini, karena itu sama saja menambah dosaku dan kesalahan bukan meyelesaikan masalah.


Icha diam-diam mengelus perutnya itu yang usia kandungannya baru jalan dua bulan.


Sehingga Icha berusaha untuk nampak tenang dan nyaman tidak seperti orang yang ketakutan, walau dalam hatinya sangat takut akan ketahuan kesalahannya itu.


Ya Allah semoga saja dengan kisah dan seputar pernikahannya Senja akan menutupi rahasiaku sehingga mereka melupakan keberadaanku di dalam klinik.


Icha Khaerunnisa berharap agar rahasianya aman untuk beberapa hari kedepannya, karena jika sahabatnya mengetahui apa yang terjadi padanya maka gegerlah dunia persilatan.


Senja mengajak semua orang untuk segera makan bersama di dalam ruangannya. Semuanya berjalan ke arah ruangannya Senja kecuali Hakim Rahman yang menghilang entah kemana setelah mengetahui jika perempuan yang diperawaninya telah hamil anaknya dan dia juga akan bertunangan esok hari.


"Sebaiknya kita santap siang sambil bersantai dan menjawab berbagai pertanyaan muncul dalam benak dan hati kalian, apalagi sekarang sudah pukul dua siang kasihan babyku sudah kelaparan," ucapnya Senja sambil bercanda dengan mengelus perutnya yang mulai sedikit kelihatan membuncit diusia kehamilannya empat bulan kurang sedikit.

__ADS_1


"Okey, tapi kamu punya hutang penjelasan pada kami," imbuhnya Naysila.


Senja merangkul pundak sahabatnya itu," tenang saja apapun yang kalian pertanyakan akan saya jawab asalkan kita nikmati makanan yang sungguh enak ini," ucapnya Senja sebelum mendaratkan bokongnya ke atas sofa di dalam ruangan kerjanya.


Semuanya duduk di atas sofa, tanpa sepengetahuan dan tak sengaja Zania Mirzani dengan Fajri Bachan saling berdekatan. Mereka tidak menyangka jika akan memilih tempat duduk yang saling berdekatan.


"Wooo sepertinya hari ini kita makan super enak dan lezat, kalau seperti ini sering-sering saja Sen, kita makan bareng dengan istri CEO," ucapnya Zania yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat makanan yang sungguh menggugah selera makan mereka.


Zania dan Naysila menyajikan semua makanan yang masih hangat dari dalam paper bag berwarna cokelat.


"Enak yah menikah dengan CEO perusahaan, sungguh kami ketiban rejeki nomplok kalau gini," pujinya Naysila.


"Hemph, apa kalian tidak akan bertanya lagi tentang kehidupan pribadiku," candanya Senja yang sudah menuang beberapa makanan ke atas piringnya.


Senja memperhatikan satu persatu wajah temannya itu sembari tersenyum simpul.


"Hemm, sepertinya itu tetap akan kami lakukan,tadi kan aku sudah ngomong kalau kamu punya hutang penjelasan pada kami," tukasnya Naysila.


Fajri menatap ke arah atas piringnya," entah kenapa ini gadis memilihkan makanan untukku, kebetulan banget semuanya aku sukai,"


Zania menatap ke arah Fajri," apa bapak tidak menyukai makanannya?" Tanyanya Zania karena melihat Fajri yang terdiam saja tanpa menyentuh secuil pun makanannya.


"Eh enggak kok,saya suka makanan yang kamu pilih," tampiknya Fajri.


Zania tersenyum simpul," syukur alhamdulilah kalau bapak menyukai makanan yang khusus aku pilihkan untukmu,"


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah interaksi kedua pria dan wanita itu. Senja saling bertatapan dengan Naysila dan tersenyum penuh arti.


"Hemm! Sepertinya akan ada calon mempelai pengantin baru akan menyusul nih, setelah Senja dan pak Kabir," cercanya Naysila.


"Yoi, tepat sekali apa yang kamu katakan Nay, teman kita ini sepertinya cinlok dengan Pak general manager kita," sahutnya Senja yang menimpali pembicaraan dari Naysila.

__ADS_1


Zania dan Fajri menjadi salah tingkah karena mendengar candaan mereka, sedangkan Ica hanya terdiam menikmati makanannya karena sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Insha Allah doakan saja yang terbaik untuk kami berdua, karena rencananya jika Zania lulus kuliah saya akan melamarnya," Fajri to the poin tanpa rasa sungkan lagi.


Semuanya kembali tercengang mendengar perkataannya Fajri yang sudah terang-terangan mengungkapkan perasaannya. Sedangkan Zania melototkan matanya karena, selama dia magang di perusahaan Sanders Company dalam kurung waktu satu bulan lebih. Sekalipun Fajri tidak pernah mengungkapkan perasaannya padanya itu.


"Alhamdulillah kalau seperti itu Fajri,kamu sungguh pria sejati menyatakan perasaanmu di depan kami, insha Allah kalau abang Kabir suamiku menelpon nantinya akan saya sampaikan kepada abang jika kalian akan menikah," ucapnya Senja yang spontan berkata seperti itu padahal pada kenyataannya jika mereka sudah sebulan lebih tidak ada komunikasi apapun.


Fajri menatap intens ke arah istri tuan mudanya," ya Allah apa benar pak Kabir sama sekali tidak menghubungi nyonya muda kalau seperti itu kejadiannya, pasti Nyonya Senja hanya berbicara untuk menutupi kenyataan yang ada."


"Kalau gitu silahkan menikmati makanannya, tapi mungkin hari ini aku akan cepat pulang karena aku akan ke rumah sakit untuk mengecek kehamilanku," ujarnya Senja.


"Ke dokternya nanti saja, sekarang gilirannya kamu berbicara mengenai kehidupan pribadimu dulu," cegahnya Naysilla.


"Jadi kamu kapan menikah dengan dosen killer yang paling cakep kita yang bernama Kabir Kasyafani Sanders?" Tanyanya Naysila.


"Saya menikah sekitar kurang lebih sebelas bulan yang lalu, Alhamdulillah kami akan segera memiliki anak buah cinta kami berdua," jelasnya Senja.


"Berarti bulan depan satu tahun yah?" Tanyanya Icha.


"Insha Allah sudah setahun tepat pernikahan kami berdua," cicitnya Senja.


"Pantesan selama ini banyak perubahan yang terjadi pada kamu Sen,mulai bentuk tubuh serta pakaian dan mobil yang kau pakai yang sungguh terbilang barang-barang branded dan sangat mewah dan pastinya sangat mahal, menikah dengan orang kaya seperti ini rupanya," ujarnya Zania lagi.


Sesekali mereka menyantap makanannya siang menjelang sore hari itu.


"Maaf bukannya saya sengaja menyembunyikan dan merahasiakan masalah pernikahan kami, tapi memang sungguh aku belum siap untuk mengatakan faktanya, Alhamdulillah suamiku juga tidak mempermasalahkannya, karena saya tidak ingin dicap magang di perusahaan ini karena adanya koneksi dari pihak tertentu,saya ingin mereka mengakui kemampuanku bukan karena nama suamiku atau kedua mertuaku," ungkap Senja Starla.


Oek…


Owek…

__ADS_1


Suara mual-mual dari seseorang mampu menghentikan percakapan mereka dan mengarahkan pandangannya ke arah Icha. Sedangkan yang ditatap seperti itu dengan banyak pertanyaan hanya salah tingkah dan segera bangkit dari duduknya berlari cepat ke arah kamar mandi.


__ADS_2