
Kabir kesusahan menelan air liurnya sendiri saking tergodanya melihat bentuk tubuhnya Senja istrinya yang sudah tak memakai selembar benangpun menutupi seluruh tubuhnya perempuan hamil yang berstatus istrinya.
Kabir terpaksa membuka dan mengganti pakaiannya Senja, karena dia sudah berusaha untuk membangunkan Senja,tapi tidak terbangun juga saking asiknya tertidur.
Ya Allah kenapa bodynya istriku semakin hari semakin memikat dan mengg*da iman, andaikan Senja tidak kelelahan pasti aku akan memakannya saat ini juga.
Apa boleh buat, aku harus memendam rasa ini untuk tidak selalu terfokus kepada hal-hal m*sum jika tidak aku takut melukai istri dan calon ketiga anakku.
Kabir mengusap wajahnya dengan gusar,dia segera berjalan ke arah dalam kamar mandi. Dia tidak ingin sesuatu dibawah sana semakin mengeras dan membesar sehingga nampak sesak dalam tempatnya.
__ADS_1
Astaughfirullahaladzim kalau gini harus main tangan seorang diri, Senja lagi tidak memungkinkan menemaniku, terlebih lagi dengan perempuan lain jelas mustahil aku lakukan.
Kabir berjalan terburu-buru ke arah kamar mandi untuk menuntaskan kegiatannya yang harus segera dituntaskan secepatnya.
Sedangkan di dalam kamar lainnya, Jingga yang berencana untuk merapikan beberapa benda berharga peninggalan pemberiannya Abdil Pramudya mantan kekasihnya sekaligus tunangannya yang menempuh pendidikan di USA Miami tapi, harus meninggal dunia karena penyakit yang beberapa tahun belakangan ini menggerogoti tubuhnya itu yaitu penyakit jantung koroner bawaan lahirnya.
Jingga mengambil sebuah kotak yang cukup besar, untuk menyimpan beberapa benda tersebut. Senja juga tidak berniat untuk membuang, membakar, menjual ataupun menyedekahkan benda-benda itu, dia berniat untuk menyimpannya dalam sebuah tempat yang aman.
Dadanya terasa sesak, udara yang masuk ke dalam rongga pernafasannya semakin menipis. Bulir-bulir bening sudah berembun diujung pelupuk matanya itu.
__ADS_1
"Astauhfirullah aladzim bukannya saya tidak mengikhlaskan kepergian mas Abdil,tapi hati ini tidak sanggup untuk mengingat kebersamaan kami yang telah lalu, aku sangat merindukanmu mas Abdil, aku berharap engkau tenang di alam sana, semoga kelak kita bertemu di surgaNya Allah SWT," lirihnya Jingga yang sudah memasukkan satu persatu benda itu hingga air matanya jatuh mengenai benda yang figura.
Semakin lama semakin terlihatlah air mata itu terjatuh, hingga suara tangisannya semakin terdengar jelas di dalam ruangan itu. Jingga membaca surah Al-fatihah dan mengirimkan doa itu setulus hatinya Jingga untuk ketenangan Andil di tempat ke abadian.
Jingga membaca ayat demi ayat suci Alquran surah Al-fatihah yang selalu dibaca oleh Jingga Aurora Ainah untuk almarhum mantan tunangannya. Pria yang pernah sangat dicintainya setelah Tuhannya,kedua orang tuanya dan ketiga adalah Abdil.
Jingga memang tidak mencintai sesama mahluk melebihi dari rasa cintanya pada Allah SWT sebagai Tuhan pencipta alam semesta, tapi mereka mencintai tidak berlebih-lebihan karena kapan mereka mencintai berlebih-lebihan maka akan terkadang menimbulkan rasa kecewa yang berlebihan pula.
Tapi, itu bakal menjadi kenangan, karena mengingat dia tersisa sepuluh hari akan menikah dengan pria yang gagah berani menyatakan cintanya dan bersedia menikah dengannya walau belum ada rasa cinta yang timbul dalam benak hatinya.
__ADS_1
Abang Guntur Aswin aku tidak mengetahui, apakah kamu menikahiku karena rasa simpatik dengan mengingat aku kehilangan pria yang begitu tulus mencintaiku, tapi aku berharap pernikahan kami kedepannya tidak akan ada masalah yang yang rumit.
"Maafkan aku ya Allah, aku telah berdosa besar padaMu, aku kembali menangis meratapi kepergian mas Abdil," keluhnya Jingga.