
Keberangkatan ketiganya menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan. Aliya Azizah Humairah dan kedua putri kembarnya Jingga Aurora Zain dan Senja Starla Zain. Ada sedih, kecewa, sakit hati, tidak ikhlas untuk pergi. Dengan perasaan yang haru biru, ketiganya berangkat dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu bagian di dalam hati mereka masing-masing.
"Bukannya aku egois dengan keputusan sepihak yang aku ambil Mas Leo, tapi aku terlalu tidak mampu dan sanggup untuk melihat Mas Leo hidup bersama dengan Adinda perempuan yang sudah aku anggap adik kandungku sendiri, tapi ternyata kalian berdua mengkhianati kepercayaanku selama ini, tapi aku sadar mungkin selama aku jadi istri Mas aku terlalu banyak kesalahan dan kekurangan, maafkan aku mas Leo, selamat tinggal Mas Leo Carlando Zain Pratama mungkin kisah cinta dan kehidupan rumah tangga kita cukup sampai di sini saja."
Kedatangannya di Banjar sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh kakak sepupunya bersama istri dan kedua anaknya itu. Aliya melihat kakak sepupunya berdiri tidak jauh dari depan pintu keluar bandara.
Awalnya Aliyah hanya mengatakan kepada kakaknya itu kalau mereka akan ke Banjar dan meminta dicarikan rumah kecil yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tapi, Aliah meminta kepada kakaknya Darwis untuk mencari rumah kontrakan yang letaknya tidak berjauhan dengan masjid, sekolah dasar, rumah sakit atau puskesmas dan juga pasar itu yang paling utama.
Darwis Triadi dalam sekejap mata mendapatkan rumah yang seperti diinginkan oleh adiknya itu. Walau dengan harga yang cukup penuh dengan adu tawar menawar akhirnya Darwis menemukan rumah yang seperti disukai oleh Alia.
Aliya sudah membayar uang muka untuk dua tahun kedepannya. Aliya memang berencana untuk selamanya tinggal di Banjar sampai anaknya lulus sekolah menengah atas, barulah balik lagi ke Jakarta. Hanya saja ia harus memikirkan jangka panjang masalah keuangannya. Bukannya tidak mampu, tapi untuk sementara saja.
Karena rumah itu cukup jauh dari sekolah menengah pertama smp sehingga ia hanya menyewa dua tahun saja. Setelah anaknya lulus SD dia akan mencari rumah kontrakan yang bisa SMP SMA yang saling berdekatan jaraknya yang cukup dekat.
"Assalamualaikum bang," sapanya Aliya ketika mereka saling berhadapan.
"Waalaikum salam dek, gimana dengan perjalanannya, apa kalian baik-baik saja?" Tanyanya Darwis.
__ADS_1
Aliya tersenyum simpul," Alhamdulillah capek, lelah duduk selama dua jam lebih," candanya Aliya.
Aliya pun berjalan ke arah istri dari kakak sepupunya satu-satunya yang dimilikinya dari pihak bapaknya. Sedangkan dari mamanya satupun tidak ada yang dikenalnya ataupun pernah bertemu sebelumnya dengannya selama hidupnya ini.
"Kamu aslinya lebih cantik dari pada foto kamu waktu nikah, kemarin Abang ngomong kamu akan datang dan minta dicarikan rumah kontrakan saya nentang keputusannya Abang, saya bilang sama Abang kenapa enggak tinggal bersama kami saja du rumah, tapi katanya kamu pengen cari sekolah swasta sedangkan tidak ada sekolah swasta dekat rumah kami," ungkapnya Aminah istrinya Darwis yang lebih muda setahun dari usianya Aliya.
Senja dan Jingga yang berdiri di sampingnya Alia segera meraih tangan tantenya dan juga pamannya. Mereka mencium punggung tangan itu dengan takzim. Darwis mengelus puncak rambut keponakannya itu dengan penuh kelembutan.
"Alhamdulillah kalian berdua sudah besar, padahal seingatku baru kemarin aku melihat kalian waktu kami ke Jakarta," pujinya Darwis.
Senja dan Jingga tersenyum tipis sambil bergantian menggendong sepupunya yang kebetulan kembar juga yang baru berusia sepuluh bulan itu. Keduanya memang baru beberapa tahun menikah dan juga terbilang cukup lambat mendapatkan momongan.
Aminah yang memakai hijab besar itu tersenyum ramah," ya Allah aku serius loh kamu itu cantik banget malah, ngomong-ngomong tidak usah lama-lama disini kita pulang ke rumah dulu besok baru aku temani beli perabot rumah, bagaimana?" Tanyanya Aminah.
"Boleh juga Mbak karena rencananya hari minggu aku mau masuk rumah berarti besok Abang bisa antar aku ke rumah kontrakannya dan juga tunjukkan dimana toko yang jual alat-alat elektronik lengkap.," Imbuhnya Aliya.
Darwis menjemput adik sepupunya mengunakan mobil perusahaan tempat ia bekerja selama ini. Darwis adalah salah satu supir perusahaan yang bergerak di bidang perusahaan batu bara.
__ADS_1
Kehidupannya terbilang sederhana saja, tapi bahagia karena buah hati yang hampir enam tahun itu ia tunggu kehadirannya akhirnya hadir juga.
Aliya bersyukur karena walaupun mereka jarang bertemu dan berkumpul, tetapi kedekatan mereka dan silaturahmi keduanya tidak pernah putus. Untungnya Leo tidak mengetahui keberadaan sepupunya Aliya. Walau dulu mereka sempat bertemu waktu pernikahannya tapi, itu hanya sepintas lalu saja.
Dua hari kemudian sejak kedatangan Aliya dan kedua anaknya di Banjar Kalimantan Selatan. Aliya hari ini ditemani oleh kedua pasangan suami istri untuk melihat, meninjau dan memeriksa kondisi dari rumah yang akan dihuninya dua hari lagi dari sekarang.
"Aliya itu mall yang paling terbesar di sini, tapi kalau mau belanja perabot rumah seperti alat elektronik, pecah belah seperti baskom, kompor dan kawan-kawannya kamu belanjanya di depan belokan itu dua gedung dari jalan poros tokonya cukup besar dan terlengkap,harga cukup terjangkau kualitas barangnya bagus kok, ada juga toko yang mirip itu hanya saja terlalu mahal, kamu cukup beruntung karena rumah itu masalah furniturenya cukup lengkap kok, kursi, lemari, ranjangnya semuanya masih baru katanya pemiliknya pindah ke Jakarta jadi daripada katanya rumahnya kosong tidak ada yang rawat dan jaga makanya disewakan," jelasnya panjang lebar Darwis yang duduk di depan sebagai supir pagi itu.
"Iya Aliya untungnya ada teman pengajian yang ngomong sama saya kalau ada yang ngotrakin rumahnya, Alhamdulillah abang nelpon minta dicariin kebetulan sekali ada, kamu cukup beruntung karena letak rumahnya cukup strategis berdekatan dengan pos security jadi aman lah," imbuhnya Aminah lagi yang ikut menimpali percakapan kedua saudara itu.
"Ya Allah semoga saja di kota ini kami bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan sesungguhnya, aku hanya berharap Mas Leo dengan Adinda bahagia selamanya dan anak kalian lahir dengan selamat, sehat dan normal," batinnya Aliya.
"Aku tidak mungkin mencampuri urusan rumah tangga kalian, karena d dalam berumah tangga itu ada namanya pasang surut kehidupan, saya hanya bisa berharap pernikahan kalian masih bisa dipertahankan lagi demi anak-anak kalian," imbuhnya Darwis ketika melajukan mobilnya menuju ke arah jalan.
"Saya lebih baik mengalah dan pergi dari sana demi kebahagiaan kami semua, ini jalan yang terbaik menurutku, aku tidak ingin melihat kedua anakku jadi korban perselisihan kami, jadi untuk sementara aku dan anakku akan tinggal di Banjar untuk menenangkan diri, kalau pun kedepannya kami betah dan nyaman di sini kemungkinan besarnya saya akan balik ke Jakarta setelah anakku tamat SMA saja," jelasnya Aliyah.
Aminah terdiam mendengarkan dengan seksama apa yang mereka bicarakan, tidak ada niatnya untuk mencampuri atau sok bijak dewasa dalam memberikan nasehat. Menurut Aminah selama Aliya bahagia ia cukup diam saja.
__ADS_1
Setiap Jumat akan ada pembaca setia yang terpilih untuk dapat sedikit pulsa dari author, tapi syaratnya harus rajin baca,like dan komentar. Ini bukan omdo omong doang yah kalau mau bukti inbox saya.