Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 145


__ADS_3

Dinginnya suhu ac pendingin ruangan kamarnya seakan tak mampu meredam rasa panas keduanya. Hingga peluh keringat membasahi pipinya dan sekujur tubuhnya Senja dan juga termasuk Kabir.


Seolah rasa capek dan kelelahan itu enggan untuk menghampiri kedua pasangan suami istri itu dalam memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya mereka bersama.


"Senja Starla Airen aku sangat mencintaimu, Abang tidak akan pernah bosan untuk mengatakannya padamu di hadapanmu langsung," ucapnya Kabir yang terus naik turun di atas tubuhnya Senja istri sahnya itu.


Senja meladeni permainan suaminya itu yang sungguh luar biasa hebatnya. Kabir semakin dibuat terlena dalam dekapan hangatnya Senja yang membuatnya semakin bersemangat untuk menjalankan ibadah sebagai pasangan suami istri tersebut.


Senja seperti tidak mau kalah dia pun membalas perkataannya Kabir seraya memposisikan tubuhnya agar Kabir semakin nyaman mengekspansi dan mengeksplorasi potensi yang ada pada tubuhnya Senja istrinya sendiri yang tidak habisnya digali dan dimanfaatkan sebaik-sebaiknya.


"I miss u Kabir Kasyafani Sanders, i love you forever selamanya hatinya Senja hanya untuk suamiku seorang, aku tidak akan pernah berhenti ataupun lelah untuk mencintaimu suamiku hingga akhir hayatku di dunia ini," tuturnya Senja


Suara nafas yang memburu ngos-ngosan dan tersengal-sengal dengan peluh keringat yang terus menerus bercucuran membasahi sekujur tubuhnya kedua pasutri tersebut di tengah malam buta itu.


Tubuhnya Kabir tumbang setelah berhasil menengok ketiga calon buah hatinya itu dengan semburan lumpur panas kehangatannya. Kabir benar-benar terbuai dengan sentuhan rasa nyaman yang diberikan oleh istrinya itu.

__ADS_1


Senja tersenyum penuh arti melihat sikap suaminya itu dan dalam hati kecilnya ia bersorak gembira, karena suaminya tak berhenti memuji dan memujanya dengan apa yang sudah dilakukannya itu.


Senja mendaratkan kepalanya ke atas lengan kekar dan berotot miliknya Kabir dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih dalam keadaan polos tanpa memakai sehelai benang kain pun yang menutupi seluruh tubuhnya mereka berdua.


Senja sedikit memiringkan tubuhnya agar menghadap langsung ke arahnya Kabir dengan senyuman yang terus menerus merekah di sudut bibirnya Senja. Seolah-olah dia tidak merasa rasa lelah dan capek dengan aktivitasnya yang sungguh panjang itu.


"Aku sangat bahagia karena kenapa," ucapannya Kabir sengaja dia gantung sambil melihat ke arah istrinya yang menautkan kedua alisnya itu sehingga terpaksa menggantung ucapannya itu.


Senja menautkan kedua alisnya itu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Kabir tepat di telinganya.


"Karena dulu walaupun istriku sudah sering kali melakukan tanggung jawab dan kewajibannya terhadapku, tapi sungguh hari ini dan malam ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali kamu sungguh membuatku melayang membumbung tinggi ke angkasa hingga ke langit tertinggi di dunia ini," ucapnya Kabir yang tidak bosan-bosannya tersenyum penuh kegembiraan malam itu.


Senja semakin mengeratkan pelukannya itu ke tubuhnya Kabir yang belum memakai apapun, kecuali bedcover yang melindungi tubuh keduanya.


"Alhamdulillah Sejujurnya suamimu ini sangat bahagia dengan sikapmu yang semakin nakal, tapi aku tidak mempermasalahkannya sedikitpun,malah aku semakin tak berdaya karena cintamu padaku, istriku aku berjanji dan bersumpah jika hanya kamu adalah perempuan yang paling aku cintai dan paling aku sayangi bahkan tidak akan pernah ada kesempatan kepada wanita lain untuk menyentuh hatiku ini hanya ada kamu seorang," terangnya Kabir sambil memainkan bibir mungilnya Senja yang sedikit membengkak karena ulahnya sendiri.

__ADS_1


Senja memeluk tubuhnya Kabir dengan senyuman penuh kebahagiaannya itu, "syukur alhamdulillah makasih atas kejujurannya abang, aku tidak akan ragu lagi untuk menyerahkan sepenuhnya hidupku untuk hanya abang seorang,"


Sedangkan di tempat lain berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Kabir dan Senja, seorang pria sangat murka dan marah terhadap sikap istrinya itu.


Plak!!


Suara tamparan keras itu melayang ke pipi mulus seorang perempuan yang sudah tersungkur ke atas ranjangnya.


"Kamu memang perempuan hina dan lucknut!! Aku tidak menyangka jika kamu bermain serong di belakangku!" Teriak seorang pria yang masih memakai pakaian kerjanya itu.


Sang perempuannya yang dihina dan dicaci maki itu mengelus pipinya yang terasa pedih, panas dan perih itu dengan menatap pria yang berstatus suaminya itu.


"Aku sudah pernah katakan padamu jika sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai pria bajingan seperti kamu yang bermain perempuan dibelakangku! Apakah aku salah jika aku mencari kehangatan dan kasih sayang yang tulus di Luar sana! Sedangkan suamiku sekalipun tidak pernah ingin dan sudi menyentuhku!" Jeritnya perempuan itu yang tidak terima diperlakukan kasar oleh suaminya sendiri.


Galang segera berjalan ke arah istrinya itu," Vania Larissa Nasution aku memang menikahimu karena alasan bisnis, tapi bukan berarti kamu bebas selingkuh dengan pria lain yang dia hanya body guard adik sepupumu saja!!" Geramnya Galang.

__ADS_1


"Please! Aku mohon ceraikan aku saja! Aku tidak sanggup hidup dengan kamu tanpa cinta!!"


__ADS_2