
Aliya mengamati anak-anak calon asisten rumah tangganya itu dengan seksama sesekali hatinya terenyuh melihat kondisi ekonomi mereka.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berbicara masalah pekerjaan, gaji dan juga apakah Bu Anna mau nginap di rumah atau kerja paruh waktu saja. Yaitu datang subuh pulang kala waktu magrib.
Bu Annah pun menyampaikan keinginan dan kesanggupannya tersebut, yaitu dengan bekerja paruh waktu saja. Karena mengingat keenam anaknya dan juga jarak dari tempat kerjanya dengan rumahnya Bu Anna terbilang dekat sehingga mereka sepakat dan memutuskan untuk mengikuti kemauan Bu Anna saja.
"Kalau begitu saya tunggu besok pagi di rumah yah Bu, saya sangat berharap kepada ibu untuk membantu saya di rumah, karena saya bukannya tidak bisa memasak hanya saja saya punya usaha toko pakaian dua sekaligus yang rencananya akan saya buka secara bersamaan bulan ini, jadi kemungkinannya saya sangat sibuk kedepannya kasihan anak-anakku yang paling malas makan makanan dari luar yang tidak terjamin kebersihan,halalnya dan bahan-bahan yang digunakan dalam memasak apakah aman atau enggak," jelasnya Aliya lagi.
"Insya Allah Bu,tapi mungkin terkadang saya akan bawa anak saya menemani untuk bekerja agar saya tidak kewalahan atau tidak kesepian karena kedua anaknya Nyonya pasti sibuk kuliah," imbuhnya Bu Annah tersenyum simpul sambil duduk melantai di atas tikar plastik yang sudah usang.
"Itu tidak masalah kok Bu Anna, silahkan saja yang paling penting pekerjaan Ibu aman dan selesai tepat waktu itu sudah cukup bagiku," timpalnya Alia lagi.
Berselang beberapa menit kemudian, Alia sudah berpamitan untuk pulang dan masih ada tempat yang ingin didatanginya yaitu meninjau langsung ruko yang disewanya yang sementara dalam proses renovasi dan pengerjaan sesuai dengan keinginannya Aliyah.
"Semoga saja sudah selesai minggu ini karena rencana hari jumat sudah mulai saya masukkan beberapa barang-barang yang akan saya jual nantinya," Aliya segera menyalakan mesin motornya tersebut.
Rencananya Aliya ingin menukar sepeda motornya dengan mobilnya karena tempat yang ingin didatanginya itu cukup jauh dari rumahnya, tidak memungkinkan menaiki motor saja dengan cuaca siang hari itu cukup terik dan menyengat sinar matahari ke kulitnya.
Aliya melihat rombongan anak sekolah dasar,tanpa sengaja sudut netra hitamnya melihat ada sosok anak sekolah dasar berbaju putih merah duduk di salah satu halte bis yang terpisah dengan teman sebayanya. Aliya keheranan melihat anak cowok yang berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun itu duduk seorang diri dengan memeluk boneka Teddy Bear berwarna cokelat yang ukurannya cukup kecil.
Alia sampai-sampai melambatkan laju kendaraan roda duanya itu karena cukup tertarik dan penasaran melihat anak bertopi merah yang membuatnya cukup tertarik. Tanpa disadarinya dengan pasti, Aliah segera menepikan mesin motornya itu di pinggiran badan jalan dan segera mematikan mesin motornya tersebut saking dibuat penasarannya dengan anak laki-laki itu.
Aliya teringat dengan anaknya dulu yang selalu kemana-mana bawa boneka teddy besar yang hadiah pemberian Adinda selingkuhan suaminya dulu.
__ADS_1
"Mungkin putranya Adinda juga sudah sebesar ini, bagaimana kehidupan mereka sekarang, kalau boleh jujur aku sangat merindukan mereka ya Allah.."
Alia berjalan ke arah anak kecil itu yang hanya terdiam mematung seraya memeluk boneka kesayangannya.
Aliyah pun mendudukkan bokongnya ke atas bangku besi panjang itu yang mulai mengajak anak tersebut berbincang-bincang sampai-sampai Aliya melupakan tujuan awalnya.
"Adek kok enggak pulang bersama dengan temannya yang lain?" Tanyanya Aliya sekedar basa-basi saja untuk membuka percakapan mereka.
Anak laki-laki itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah Aliya," ayah belum datang Tante,jadi saya tungguin sampai ayah datang katanya ayah jangan pulang kalau bukan ayah yang langsung jemput," jawabnya anak kecil itu.
"Memang ayahnya kemana kok sudah hampir jam dua lewat dia belum datang jemput kamu?" Tanyanya lagi Alia yang mulai kepo.
"Ayah masih kerja biasanya saya dijemput jam setengah tiga kalau ayah sudah istirahat di tempat kerjanya," balasnya lagi anak itu.
"Boleh banget kok Tante, aku juga senang bisa ditemani Tante cantik," imbuhnya anak itu dengan kegirangan.
"Tapi kenapa kamu nggak gabung dengan teman yang lain malah menyendiri seorang diri disini?" Tanyanya Alia Azizah Humairah sembari menunjuk ke arah beberapa anak sebayanya.
"Mereka enggan berteman dengan Adicandra katanya mereka saya aneh Tante masa anak laki-laki suka boneka," ungkap Candra di depan Aliya.
Aliya terkekeh mendengar perkataan dari mulut anak kecil itu," Masya Allah masa sih main boneka meski dipersoalkan! padahal semua anak berhak main apa saja, selama itu baik kenapa tidak kalau menurutnya Tante sih seperti itu," tukasnya Aliah.
"Saya tidak pusing dengan perkataan dan tanggapan mereka kok Tan, bagiku selama saya tidak merugikan orang lain kenapa saya harus memusingkan perkataan mereka yang tidak baik itu," tuturnya anak itu dengan bijaksana dan dewasa.
__ADS_1
Mereka berbincang-bincang santai sambil menunggu kedatangan ayahnya Candra, hingga perkataan Candra mampu membuat Aliya tersentak kaget dengan perkataan dari anak kecil tersebut.
"Jadi siapa nama ayah dan bundanya Nak?kalau Tante bisa tahu," tanyanya lagi Aliya.
"Nama Bunda Aliah kalau nama Mama Chandra itu Adinda, kalau namanya ayah…" ucapannya terpotong ketika seorang pria dewasa memanggil namanya Candra sehingga percakapan keduanya terputus.
"Ya Allah kenapa namanya mirip denganku dan Adinda apa semua ini hanya kebetulan saja atau apa," gumamnya Aliyah sambil memutar sedikit kepalanya ke arah sumber suara.
Candra segera berteriak menyambut kedatangan ayahnya itu, tapi Aliya dibuat shock, terkejut dan tidak percaya dengan penglihatannya saat itu.
Pria yang sudah hampir lebih sepuluh tahun lamanya tidak pernah dilihatnya,di dengar langsung suaranya, hingga pria yang sudah lama sekali tidak pernah memanjakan dirinya yang sering dilakukannya beberapa tahun silam.
"Mas Leo Carlando Zain Pratama," beonya Aliya yang spontan berdiri dari posisi duduknya itu dengan menajamkan penglihatannya sendiri karena takut salah lihat dan keliru dengan situasi yang terjadi.
"Ayah Leo!!" Jeritnya Candra yang segera berlari menuju ke arah kedatangan ayahnya itu lalu berhamburan memeluk tubuh laki-laki jangkung yang masih gagah dan tampan seperti sepuluh tahun yang lalu.
Air matanya Alia menetes begitu saja tanpa aba-aba,ia menutup mulutnya saking tidak percayanya jika akan semudah dan secepat itu dipertemukan dengan mantan suaminya. Air matanya terus menetes membasahi pipinya,ia tersedu-sedu meratapi pertemuannya yang tidak terduga.
"Maafkan ayah yah sayang,ayah harus datang terlambat karena ayah banyak kerjaan,kamu gak marah kan dengan ayah," tanyanya Leo sambil meraih tas ransel putranya itu.
"Tidak apa-apa kok ayah kan ada Tante cantik yang temani Candra itu disana Tante cantiknya," ujarnya Candra sembari mengarahkan telunjuknya ke arahnya Aliya.
Leo segera mengikuti arah yang ditunjuk oleh anaknya itu, hingga membuatnya mematung saking bahagianya, kaget, tidak percaya bercampur menjadi satu bagian dalam benak dan hatinya itu.
__ADS_1
"Aliya istriku," cicitnya Leo.