
Setelah pembicaraan pagi ini antara Pak Septa Danu Triadji dan Raka Guntur Nasution yang sudah mengetahui jika Jinan lah gadis yang disukai oleh Kaisan dan salah paham dengan Jihan.
Jihan dan Jinan sangat bahagia mengetahui hal itu. Sehingga lega lah hati mereka yang selama tiga hari ini
Semua persiapan telah dilakukan, tibalah saat yang ditunggu-tunggu adalah acara akad nikahnya Alif Naufal Azhar dengan Asminah.
Serta pertunangan antara Jinan Ranya Triadji dengan Kaisan Al-ayyubi Haitam dan pasangan dadakan yaitu Ocean Skala Pratama dengan kekasihnya Giska Inayah.
"Pak Abdul apa Pak penghulunya sudah datang?" Tanyanya Senja sembari berjalan menuruni tangga.
Pak Abdul Djailani yang sedang membantu orang-orang bekerja mendekor ruangan yang tersisa finishing saja mendongak menatap ke arah kedatangan Senja.
"Insha Allah beliau sudah di jalan menuju ke sini Nyonya Muda," jawabnya Pak Abdul.
"Syukur alhamdulilah kalau seperti itu, apa persiapan lainnya sudah selesai? Lihatlah sudah jam sepuluh seharusnya sudah ada acara baik yang dilaksanakan di dalam rumah kita ini," ucapnya Senja.
Pak Abdul hanya tersenyum mendengar perkataan dari Nyonya mudanya itu.
Sedangkan di tempat lain Jihan dan Raisa Andriani sedang ke butik untuk mengambil pakaian gaun pesta mereka yang rencananya akan dipakai mulai pagi hingga malam hari secara berganti-ganti.
"Jih, katakanlah padaku apa yang terjadi padamu? Sejak semalam kamu sangat aneh bahkan semalam aku mendengar kamu menangis. Apa karena gara-gara pertunangan kamu yang akhirnya batal?' tebaknya Raisa Andriana yang menatap tajam ke arah sahabat rasa sepupunya itu.
"Aku, tidak apa-apa kok hanya saja sedih bayangkan akan bertunangan dan menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku sukai. Tapi, Allah SWT berkehendak lain dan telah menjawab doa-doaku selama ini," imbuhnya Jihan seraya fokus mengendarai mobilnya itu menuju butik langganan anggota keluarganya itu.
"Kalau memang seseorang itu bukan ditakdirkan untukmu, maka akan banyak cara untuk memisahkan dan memutuskan hubungan kalian berdua," balasnya Raisa.
__ADS_1
Jihan hanya melirik sekilas ke arah sahabatnya itu dengan tersenyum tipis. Hingga mobil yang mereka tumpangi tanpa disadarinya sudah sampai di depan butik tujuan satu-satunya yang mereka datangi hari ini.
"Alhamdulillah sampai juga," ucap Raisa.
Keduanya pun segera turun dari mobilnya itu dan berjalan menuju ke arah dalam pintu masuk. Karena terlalu terburu-buru hingga keduanya memegangi handle pintu secara bersamaan dan menarik gagang pintu bertepatan dengan orang yang sedang ingin keluar dari arah dalam.
Semua orang terkejut ketika pintu butik itu terbuka lebar, Jihan santai saja karena ini bukan pertama kalinya melihat adegan seperti yang sedang berlangsung itu.
Sedangkan Raisa, Adina sang sekretaris merangkap istri dari Gamaliel Audrey June yang sedang berangkulan mesra buru-buru melepaskan pegangan tangan mereka.
Raisa membulatkan matanya saking terkejutnya melihat apa yang ada di depan matanya itu.
Kalau tidak salah prediksi aku yakin ini penyebab utamanya Jihan semalaman menangis.
Gamal salah tingkah dan mulai panik serta ketakutan. Jihan hanya tersenyum penuh arti melihat sikapnya kedua pengantin baru itu.
"Aku kira honeymoon nya sudah kelar Pak Gamaliel Audrey!?" Ketusnya Jihan.
"Ho-ney moon a-pa mak-sudnya?" Gamal gelagapan hingga membuatnya terbata-bata dalam berbicara.
"Iya Nona Jihan, apa maksudnya bulan madu, siapa emangnya bulan madu. Kita datang berkunjung ke London karena atas undangannya Pak Raka Bumi yang meminta kami secara khusus untuk menghadiri ulang tahun kalian bertiga," elaknya Adina yang berkelik untuk menutupi kenyataan yang ada.
"Iya benar sekali apa yang kamu katakan,kami datang ke Inggris karena atas undangannya dari kakeknya nona Jihan, jadi mana mungkin bulan madu. Lagian kamu itu kekasihku yang akan aku nikahi tahun depan bukan gadis lain ataupun wanita ini," sanggah Gamal.
Prokk… prok..
__ADS_1
Suara tepuk tangan dari tangannya Jihan begitu menggema di seantero butik itu sehingga menimbulkan perhatian dan atensi dari orang-orang yang berlalu lalang sekitar butik maupun pengunjung.
"Aku sungguh terkesan Pak Gamaliel Audrey Jun! Kau sungguh hebat berakting dan berpura-pura lugu dan polos. Aku ini bukan anak kemarin sore yang mudah kamu kibulin! Aku sudah tau apa yang sesungguhnya terjadi di antara kalian! Jadi please jangan bermain sandiwara di depanku!" Cibirnya Jihan.
Raisa menatap intens ke arah sahabatnya itu, jadi Jihan sudah mengetahui segalanya yah. Aku juga dulu sempat ragu dengan kedekatan mereka yang terlalu dekat, akrab.
Tapi, syukurlah akhirnya terbongkar juga kebusukannya sebelum mereka ke jenjang yang lebih serius.
"Ra, tolong ambil map cokelat di atas dasbor mobilku. Itu isinya aku yakin akan membuat mereka akan tersenyum penuh kegembiraan!" Sarkas Jihan.
Raisa Andriana segera berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir rsoit. Dia juga cukup penasaran dengan apa isi dari map cokelat tersebut yang diperintahkan kepadanya untuk mengambilnya.
Kenapa bisa kami ketahuan, padahal kami sudah bermain rapi dan cantik. Kalau seperti ini gagal sudah aku menikmati kekayaannya.
Raisa menyodorkan sebuah map berisi beberapa lembar foto-foto milik Adina dan Gamal.
"Ini bukti keterlibatan kalian dalam honeymoon bersama yang aku tuduhkan, semoga setelah melihatnya kamu tidak akan pernah muncul lagi di dalam hidupku!" Ucapnya sinis Jihan sambil berlalu dari hadapan kedua pengantin baru itu.
Raisa pun berjalan mengikuti kemana perginya Jihan tetapi melambatkan laju langkahnya ketika berpapasan dengan kedua pasutri itu.
"Enyahlah kalian dari kehidupan Jihan Yuanni Ulli dan keluarga besarnya! Tunggu lah akibat dari perbuatan kalian berdua! Ingat ini baru awal dari penderitaan kalian berdua! Camkan kata-kataku ini!" Ancamnya Raisa yang sangat kesal melihat keduanya.
"Mampir Baca juga yah novel baru aku judulnya Terpaksa Jadi Orang Ketiga"
ditunggu yah!!
__ADS_1