Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 129. Hampir Saja Ketahuan


__ADS_3

Senja segera bersiap untuk pulang bersama dengan Ardyan Putra tetangganya Naysila.


"Ardyan saya ingin mampir sebentar saja ke rumah sakit yang ada di jalan XX, karena ada yang ingin aku cek hari ini, apa kamu bisa mengantarku sebentar saja?" Tanyanya Senja yang bernada permintaan.


"Kalau hanya masalah mengantar Nyonya Muda, aku tidak masalah ke ujung dunia pun akan aku antar," imbuhnya Ardyan Putra.


Senja hanya tersenyum membalas perkataannya Ardyan, andaikan Abang Kabir yang berada di depanku pasti aku akan sangat bahagia mendapatkan perhatian tulusnya.


Tetapi, semua itu sudah hilang dan sirna dalam sekejap mata. Ya Allah kenapa meski kebahagiaan dalam hidupku hanya bersifat sementara waktu saja.


Andaikan bisa aku akan mencari suamiku untuk terus bersamaku setiap hari melewati disisa waktuku di dunia ini.


Senja menyeka air matanya itu yang menetes membasahi pipinya itu secara diametral.


Tapi sepintar apapun menyembunyikan kesedihannya, Ardyan salah satu anak buah kepercayaannya dan terbaik Kabir Kasyafani mengetahui apa yang terjadi dengan Senja Starla Airen dan suaminya.


Entah apa yang terjadi pada mereka karena aku berasa ada kesepahaman antara kedua pasangan suami istri itu sambil menghubungi nomor ponselnya office boy di perusahaan tuan mudanya.


Apa yang dirasakan oleh Senja sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh Kabir. Hatinya tiba-tiba sedih ketika melihat langsung foto pernikahannya dengan Senja.


Ya Allah hanya Engkau yang mengetahui apa yang aku rasakan saat ini, sudah sebulan lebih hidup seorang diri tanpa mendengar suaranya dan juga belaian kasih sayangnya.


Aku sangat ingin terbang pulang ke rumah dan memeluk tubuhnya dalam dekapan hangatku ini.


Kabir seolah memeluk tubuhnya Senja padahal hanya memeluk angin saja yang bertiup kencang di balkon kamarnya malam itu.


Ya Allah entah apa yang terjadi pada Senja kenapa tega banget menghukumku seperti ini! Padahal aku begitu tulus mencintainya hingga aku mampu menentang dunia yang menghalangi kami untuk bersatu.


Senja memutuskan untuk singgah ke rumah sakit, karena ingin kembali mengecek langsung ke dokter mengenai penyakitnya dan juga bayinya.

__ADS_1


Tapi, ternyata dokter Rahayu Purwaningsih tidak ada di ruangannya yang kebetulan berada di luar negeri dan akan menetap beberapa hari disana. Sehingga Senja menunggu kedatangan dokter baru untuk menangani penyakitnya itu.


Astauhfirullah aladzim kalau dokter Rahayu tidak ada, bagaimana dengan kesehatanku aku kan ingin mengetahui bagaimana dengan kondisi bayiku dan penyakitku ini.


Senja kesal dengan keterlambatannya yang datang telat beberapa jam datang ke rumah sakit sebelum keberangkatan dokter Rahayu berangkat ke luar negeri yaitu ke Berlin Jerman.


Setelah dari rumah sakit, Senja segera pulang ke rumah kedua mertuanya. Karena beberapa hari harus tinggal di sana mengingat Adnan akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya yang sudah dipacarinya selama empat tahun lebih itu.


Seorang dokter cantik yang bekerja di perusahaan kakak sepupunya sendiri. Yaitu dokter Hana Aira.


Satu minggu kemudian..


Jakarta, Sabtu 13 Agustus 2023 pukul 11:30 bandara internasional Soekarno Hatta.


Senja dan kakaknya Jingga sudah berada di dalam sekitar bandara menunggu kepulangan kedua orang tuanya dari tanah suci Mekah setelah melaksanakan umroh selama kurang lebih dua minggu.


Setelah dari tanah Arab Saudi, pasangan suami istri itu kembali bertolak ke arah Korea Selatan Seoul untuk melaksanakan bulan madu mereka yang sempat tertunda beberapa tahun silam.


"Apa yang kamu rasakan sama halnya dengan apa yang dirasakan olehku, satu bulan lebih berpisah dengan kita untuk pertama kalinya loh, terkadang aku marah pada papa karena telah merebut mama dan membawanya pergi jauh dari sisi kita," tuturnya Jingga.


Senja mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari kakak kembarnya itu.


"Segitunya kakak menilai papa Leo, tapi apa yang kakak katakan benar juga, karena andaikan papa tidak kembali lagi mungkin Mama akan terus bersama kita dan akan hidup bosan tanpa ada cintanya yang akan mewarnai seluruh dunianya papa dan mama juga,benar kan apa yang aku katakan," terangnya Senja sambil mendudukkan tubuhnya ke atas salah satu kursi tunggu.


Karena pesawatnya yang ditumpangi oleh Leo dan Aliya belum sampai, mereka berdua berbincang-bincang santai.


Jingga menggenggam tangannya Senja adik satu-satunya itu," Senja orang pasti akan melakukan kesalahan, tapi yang paling terpenting adalah menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu kembali." Tuturnya Jingga.


"Entahlah kak karena aku merasa ini tidak adil untuk suamiku Abang Kabir, dia terlalu baik untuk hidup dengan perempuan penyakitan sepertiku," lirihnya Senja saking kecil suaranya yang bersamaan dengan suara decitan ban mobil yang dikemudikan oleh Guntur Aswin.

__ADS_1


Senja dan Jingga mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Guntur Aswin calon suaminya Jingga.


Apa kakak tadi mendengar perkataanku mengenai penyakit kulit, semoga saja tidak kedengaran karena bersamaan dengan kehadiran Mas Guntur disini.


Jingga berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi pada adiknya itu karena dia sendiri yang ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.


Penyakit! Astaauhfirullah aladzim apa yang terjadi pada Senja, apa tadi aku tidak salah dengar saja, tapi tidak mungkin Senja berbicara tanpa sebab seperti itu.


Jingga diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh adiknya itu.


Saya akan bertanya padanya jika pulang nanti, mungkin saja saya hanya salah dengar.


Ashwin tersenyum simpul ke arahnya Jingga yang sudah menyambutnya dengan senyuman pula.


"Maafkan saya harus terlambat, soalnya ada rapat penting yang harus aku hadiri," jelasnya Guntur tanpa diminta oleh Jingga.


Jingga segera berdiri dari tempatnya dan membalas senyuman dari calon suaminya itu.


"Tidak apa-apa kok Mas, kami juga baru nyampe di bandara lagian pesawatnya mama jetlet juga mengalami keterlambatan dari bandara Incheon Airport Korea Selatan," ungkapnya Jingga.


Aku berharap semoga saja kak Jingga tidak mendengar perkataanku tadi, karena aku tak ingin mereka khawatir dengan kondisiku.


Tapi, apa kira-kira dokter Rahayu Purwaningsih belum balik dari luar negeri yah? Semoga saja dalam minggu ini dokter Rahayu sudah balik dari Jerman.


"Senja kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Guntur yang tiba-tiba melayangkan pertanyaan kepada istri dari adik sepupunya itu.


Senja mengalihkan perhatiannya ke arah Guntur," Alhamdulillah aku baik saja kok, kenapa emang mas Guntur bertanya gitu padaku?" Tanyanya balik Senja.


"Enggak apa-apa kok hanya bertanya saja karena kau kan sedang hamil calon penerus keluarga Nasution dan Sanders jadi wajar saja saya bertanya akan hal tersebut," tampik Guntur.

__ADS_1


"Ohh gitu yah," Senja terkekeh mendengar perkataan dari calon kakak iparnya itu.


__ADS_2