
Kabir dan Senja segera menghentikan ciumannya di depan orang lain karena kedatangan Jingga kakak kembarnya Senja.
"Apa yang terjadi, apa Vania baik-baik saja?" Tanyanya seorang perempuan berhijab hijau toska yang baru saja membuka lebar pintu itu dan dia tercengang melihat apa yang dilakukan oleh adik iparnya dan adik kembarnya itu.
"Astauhfirullah aladzim Kabir Kasyafani Sanders, Senja Starla Airen Zain Pratama!!.apa yang kalian lakukan!?" jeritnya Jingga Aurora Ainah Zain.
"Senja, Kabir apa yang sudah kalian perbuat di depan orang lain!? Apa kamu mengetahui apa yang sudah kalian lakukan!?" Kesalnya Jingga dengan raut wajahnya yang marah kedua bola matanya berapi-api.
Vania tampak shock melihat kedatangan Jingga di dalam ruangan ICU tempat perawatan sementaranya.
"Dia! Ke-na-pa wajah kalian begitu mirip, bukan lagi mirip malah sangat mirip sulit untuk dibedakan, apa jangan-jangan kamu yang baru datang adalah hantu?" Teriaknya Vania Larissa yang ketakutan apalagi sudah larut malam.
Vania menunjuk ke arah Jingga bergantian dengan Senja, semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Vania itu.
Guntur yang melihat kemarahan membuncah dari calon kekasihnya itu segera dipegangi tangannya. Jingga memutar bola matanya jengah melihat mereka yang tertawa terpingkal-pingkal.
"Sayang jangan seperti ini, mereka hanya membuktikan dan menunjukkan kepada Vania Larissa karena sudah salah paham, jika Senja itu adalah kamu," ujarnya Guntur Aswin.
Guntur memegangi pundaknya Jingga dan mengarahkan pandangannya ke arah Vania, "Adikku yang paling cantik, mereka ini adalah kembar, dan dia inilah baru calon istriku yang sesungguhnya sedangkan perempuan berbadan buncit itu adalah istrinya Kabir Kasyafani Sanders yang akan melahirkan insya Allah lima bulan lagi dari sekarang," jelasnya Guntur.
Vania membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari kakaknya itu. Dia spontan menutup mulutnya dan menundukkan wajahnya, karena terlalu malu sudah menuduh yang tidak-tidak kepada Senja.
Vania terkekeh menyikapi sikapnya yang kekanak-kanakan saking kagetnya, "Ja-di kalian kembar rupanya, maafkan aku yah Mbak sudah salah sangka pada kalian berdua," sesalnya Vania Larisa.
Semua orang kembali tenang dan memperhatikan Vania segera dipindahkan ke dalam kamar perawatan vvip. Senja berjalan sambil merangkul lengannya Kabir dengan posesif.
__ADS_1
"Sikap kamu yang manja seperti ini sangat aku sukai sayangku, bersikaplah seperti ini terus padaku selama aku berada di dekatmu, karena aku menyukai sikapmu yang seperti sekarang ini," cicitnya Kabir yang berjalan ke arah lift.
Guntur berjalan ke arah Mike Andres,"kamu berhutang penjelasan padaku, apa yang terjadi sebenarnya pada adikku satu-satunya itu," ucap Guntur yang berjalan beriringan dengan Mike.
Senja mencuri dengar pembicaraan kedua pria itu, dia tidak mengerti dengan apa maksud dari perkataan Mike dan Guntur.
"Ceritanya panjang lebar Tuan Muda, intinya Galang Arfian Gumilang adalah pelaku utama dibalik kenapa Vania masuk rumah sakit,tapi aku tidak menyangkal jika aku dan Vania sudah salah besar karena berhubungan diam-diam sedangkan Vania sudah bersuami, aku sudah salah mencintai perempuan bersuami,tapi aku tidak bisa menghilangkan rasa cintaku pada adikmu tuan muda Guntur," ungkapnya Mike Andreas yang merasa tidak enak hati karena penyebab utamanya Vania dirawat di rumah sakit karena ulahnya sendiri.
"Seharusnya Vania bercerai terlebih dahulu dengan Galang sebelum menjalin hubungan denganmu, perbuatan kalian tidak bisa dibenarkan, apa kalian sadar dengan konsekuensi perbuatan kalian ini yang tidak baik!? Aku heran kalian sudah dewasa dan berumur, tapi perbuatan kalian seperti anak labil saja yang dimabuk asmara!" Sarkasnya Kabir.
Mike segera berlutut di hadapannya Kabir meminta maaf atas kelakuannya yang tidak bermoral itu.
Mike menatap nanar ke arah atasannya sekaligus sahabatnya sendiri," saya sangat sadar dengan apa yang sudah saya lakukan, tapi aku tidak bisa menolak cinta yang datang mengusik hati nuraniku, dari simpatik dan rasa iba berubah menjadi cinta, apa aku harus menolak cinta itu yang datang padaku ketika aku mengharap cinta dari perempuan lain," terangnya Mike.
Semua orang berhenti tepat di depan pintu kamar perawatan Vania dan memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan oleh Mike.
Guntur menepuk pundaknya Mike, "Kamu tidak perlu takut atau gentar menghadapi mereka, karena kami akan selalu membantumu hingga kalian menikah nantinya, saya sudah mengutus pengacara terbaik di keluarga kami untuk menyelesaikan proses perceraiannya Vania dengan suaminya, apalagi setelah mendengarkan dan melihat beberapa bukti kejahatannya Galang saya kakaknya Vania akan membantu kamu hingga masalah ini selesai," tuturnya Guntur.
Senja dan Jingga hanya jadi pendengar setia dan segera berjalan meninggalkan mereka setelah meminta ijin kepada Kabir untuk segera masuk ke kamar perawatan untuk menemani Vania.
Mike segera bangkit dari posisi berlututnya itu," makasih banyak atas bantuannya, tapi insha Allah saya akan menangani segalanya dengan tanganku sendiri tuan muda Guntur," tolaknya Mike dengan halus.
Mike sudah menghubungi anak buah kepercayaannya daddynya dan mendapatkan informasi, jika pak Lionel Andres akan membantunya.
"Serahkan padaku, kalian tidak perlu mencemaskan keadaanku dan juga Vania, karena bagiku ini bukan masalah rumit setelah saya mengantongi beberapa bukti kejahatan Galang dan papanya yang setiap tahun mangkir dan menggelapkan pajak pembayaran pajak dan kasus suap impor pun dia lakukan," ungkapnya Mike.
__ADS_1
Kabir dan Guntur keningnya berkerut mendengar perkataan dari Mike, mereka tidak menduga jika Mike mengetahui dengan banyak hal rahasia besar sedangkan keduanya tidak mengetahui masalah cukup penting itu.
Prok…
Prook..
Kabir bertepuk tangan mendengar penjelasannya Mike Andres," kamu luar biasa brotha, aku sungguh tidak menyangka jika kamu mengetahui lebih banyak dan sangat detail tentang keluarga besar Gumilang Albert, ini berita yang sungguh sangat bagus padahal kami sudah berusaha sekuat tenaga meretas data mereka tapi, hasilnya nihil."
"Sobat kamu sungguh luar biasa, sepertinya Guntur mendapat ipar yang bukan kacang-kacangan," candanya Antonio Basalamah yang ikut menimpali percakapan kedua sahabatnya itu.
Percakapan mereka sudah seperti biasa tanpa menggunakan kata tuan muda, tidak formal lagi bahasa mereka seperti sebelumnya.
"Iya benar, aku salut dan bangga pada sahabatku satu ini, berarti tinggal saya dan Antoni yang belum punya calon pendamping hidup," kelakarnya Nurman Kaharu.
"Alhamdulillah mungkin tahun ini adalah tahun pernikahan dari teman-temanku, bagus-bagus kalau begini kita akan mendapatkan calon penerus keluarga kita kelak, kamu berdua jika kamu tidak menikah dengan perempuan baik-baik dua bulan kedepannya, maka aku akan mengirim kalian ke Afrika di daerah paling miskin di dunia!" Ancamnya Kabir.
"Itu sih mudah bos asalkan gaji dan bonus kami tidak disunat lagi, kalau aku kendala uang mahar saja, malam hari ini pun bisa aku lamar bunga desa di kampung ku," timpalnya Nurman Kaharu.
"Kalau kamu Ant, apa kendalamu apa juga tidak punya modal nikah atau jangan-jangan tidak punya perempuan yang kamu suka atau kamu malah golongan bendera warna warni lagi!" Candanya Kabir.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah belalai gajahnya Antoni. Sedangkan yang ditatap malah refleks menutupi belalainya itu.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu, aku ini masih normal hanya saja belum nemuin perempuan yang cocok saja karena sekarang kebanyakan perempuan hanya mencintai uang dan materi saja, sedangkan saya mencari calon istri pendamping hidupku untuk selamanya," terangnya Antonio Basalamah yang akhirnya mulai terbuka mengenai masalah pribadinya itu.
"Hemph bukannya perawat yang barusan lewat adalah perawat yang pernah kamu tabrak, kalau menurut aku itu lumayan cocok untuk kamu," cercanya Nurman.
__ADS_1
Kabir dan Guntur hanya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Nurman.