Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 178


__ADS_3

Kabir tidak mungkin menghadapi sikap istrinya dengan kekerasan. Dia cukup sabar menghadapi segala kemarahan istrinya. Karena kejutan besar yang akan membuat Senja bahagia itu tujuan utamanya.


Mau ditaruh dimana mukaku ini yah Allah.. aku malu banget pada bang Kabir. Sudah bertindak kasar dan bar-bar.


Ngomong-ngomong gimana kondisinya dengan perempuan yang bernama Sonali Khan itu yah?


Senja melupakan jika hari ini hari anniversary pertamanya, karena pikirannya diselimuti oleh perasaan cemburu, pikiran negatif dan emosi yang meletup-letup padahal dirinya sedang hamil.


Tapi, seharusnya aku tetap marah karena aku melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri jika dia berduaan dan saling melemparkan senyuman yang penuh kemesraan.


"Pasti kamu marah ketika aku cuekin kamu, aku tidak pamit pergi, aku tidak menemani kamu makan malam seperti biasanya, semuanya aku lakukan untuk merencanakan surprise party untuk kamu istriku, terpaksa aku bekerja lembur demi hari ini agar kita bisa bersama melewati malam ini..


Kabir menjeda perkataannya sebelum melanjutkan perkataannya kembali, karena memperhatikan raut wajahnya Senja yang seperti sedang banyak pikiran.


"Sayang apa yang terjadi padamu sayang?" Tanyanya Kabir yang sudah melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya yang sudah tidak langsing seperti dulu.


"Ehh aku baik-baik saja kok, kalau gitu apa hubungannya abang dengan perempuan yang dadanya sebesar layaknya buah semangka itu?" Tanyanya Senja yang menatap intens ke arah manik-manik matanya Kabir yang tenang dan teduh tidak ada kemarahan sedikitpun.


"Hahahaha, astaughfirullahaladzim kamu bisa saja hiperbola banget malah,"


Kabir yang mendengar perkataan dari Senja spontan tertawa terbahak-bahak saking lucunya perkataannya Senja, hingga perutnya kram menahan rasa tawanya itu.


Senja pun ikut tertawa melihat suaminya yang tidak bisa mengontrol tawanya itu, hingga kedatangan Fajri Bachan dan Mike Andres yang saling bertatapan satu sama lainnya. Keduanya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua pasutri itu.


Senja segera menarik tangannya Kabir hingga mereka berpelukan dengan sangat mesra. Senja dan Kabir reflek berhenti untuk tertawa, karena mereka saling bertatapan satu sama lainnya.


"Sungguh terkadang aku heran melihat mereka, dari kemarin hingga beberapa menit yang lalu mereka bertengkar,tapi sekarang sudah baikan," ucapnya Mike.


"Pasangan suami istri yang cukup aneh, semoga saja aku dan Zania tidak seperti mereka," cicitnya Fajri Bachan.


"Hemp, apa pelukannya masih lama Tuan dan Nyonya Besar?" Ucapnya sinis Mike Andres yang memang kalau berbicara dengan bos sekaligus sahabatnya itu.

__ADS_1


Senja dan Kabir bukannya mereka melepaskan pelukan masing-masing. Malahan semakin mengeratkan pelukannya dan tidak peduli dengan apa yang ada di sekitar mereka.


"Malam ini Abang telah membuat pesta kejutan untuk kamu seorang, jadi apakah masih ingin di sini terus-terusan atau gabung dengan tamu undangan yang sudah menantikan kehadiran kita berdua?" Tanyanya Kabir.


Senja yang mendengar perkataan dari Kabir segera melerai pelukannya itu dan menarik tangannya Kabir menuju pintu keluar.


"Ayo cepat bang, aku ingin melihat apa yang sudah Abang berikan padaku di hari ulangtahun pernikahan kita ini," ucapnya Senja sembari menarik tangannya Kabir dengan langkah yang cukup lebar.


Kabir yang bagaikan kerbau dicocol hidungnya segera mengikuti kemanapun perginya Senja membawanya.


Mike dan Fajri semakin menggelengkan kepalanya saking keheranannya melihat apa yang terjadi pada mereka.


Senja berjalan ke arah belakang villa, tadinya ketika dia duduk di ayunan dengan sekarang sangatlah berbeda. Suasananya semakin ramai dan awalnya sepi. Senja menutup mulutnya saking terkejutnya sekaligus bahagia melihat begitu cantiknya dekorasi taman.


Paling utama dia melihat seluruh anggota keluarganya dan juga sanak saudara dari sepupunya sudah hadir di tempat itu tanpa terkecuali.


Senja melihat satu persatu tamu undangan yang telah hadir di dalam acara pesta tersebut.


"Ini bukan beneran kok, kamu sedang bermimpi saja," candanya Kabir yang ikut tersenyum bahagia melihat senyuman tulus penuh bahagia dari perempuan yang sangat dicintainya itu.


Satu persatu menemui kedua pasangan suami istri yang berbahagia malam itu. Bu Hanin Mazaya bundanya Kabir segera menemui kedua anaknya.


Dia memeluk tubuhnya Senja dengan penuh kasih sayang," selamat yah sayang semoga hari ini adalah awal dari kebahagiaan kalian berdua, bunda tidak sabar menunggu kelahiran ketiga cucunya bunda,"


"Iya cucu mantunya oma semoga pernikahan kalian semakin langgeng, Oma selalu berdoa untuk kalian berdua semoga sakinah mawadah warahmah hingga Kakek nenek," doa setulus hatinya Bu Clara.


"Amin ya rabbal alamin," ucap semuanya.


"Makasih banyak Oma, Bunda kalian selalu saja ada di setiap kebahagiaanku dengan bang Kabir, kalian the best tentunya," ucapnya Senja sembari merangkul lengannya Kabir dengan posesif.


Bu Clara menatap teduh cucu laki-laki satu-satunya di dalam kelurganya, "Jangan berterima kasih kepada kami, karena semua ini adalah rencana dari suami kamu nak, kami hanya duduk diam di rumah sambil menunggu hari ini dan semua suamimu lah yang mengurusnya, jadi kamu wajib berterima kasih kepadanya cucuku," imbuhnya Bu Clara.

__ADS_1


Senja semakin jatuh cinta berkali kali lipat pada suaminya. Dia cukup malu tapi kebahagiaan lebih besar dari rasa keegoisannya dengan kecemburuan yang mampu merajai hatinya beberapa waktu lalu.


Semua orang kembali ke tempat semula sambil menikmati beberapa sajian kudapan makanan yang disajikan oleh pemilik pesta tersebut. Senja semakin cantik alami dengan tubuhnya yang dibalut gaun pesta yang sangat cantik,pas ditubuhnya, warna gold itu sangat cocok dipakai oleh Senja.


Sedangkan Kabir semakin menawan dengan pakaian jas tuxedo berwarna hitam pekat semakin menambah kadar kegantengannya.


Jingga dan Guntur berdiri berdampingan, Fajri dan Zania Mirzani, Icha Khairunnisa berpelukan dengan suaminya Hakim Rahman yang selalu lengket seperti perangko kemanapun mereka pergi.


Naysila dengan suaminya Ardian Putra, Mike Andreas bersama dengan tunangannya Vania Larissa dan duo bodyguardnya Kabir yaitu Nurman Kaharu bersama sang istri tercinta bernama Salsabila dan Antonio Basalamah bersama perempuan yang selama ini dikejarnya dan rencana mereka akan menikah minggu ini.


Hari ini author mengabsen satu persatu tokoh novel belum berakhir karena tanggal satu akan menjadi season kedua dari BK yah.


Kabir berlutut di hadapan istrinya sambil meraih tangan kanannya Senja kemudian mengecupnya berulangkali.


"Senja Starla Airen makasih banyak sudah menjadi teman dan parnert hidupku, kamu telah menerimaku sebagai suamimu dalam suka maupun duka, kamu telah melewati selama setahun terakhir ini kehidupan baru bersamaku dan sungguh aku sangat bahagia bisa menjadi suamimu, kebahagiaan itu semakin lengkap dan sempurna setelah aku mengetahui… ucapannya Kabir terpotong karena dia mengelus perutnya Senja yang semakin membuncit setiap hari.


Senja menitikkan air matanya saking terharunya mendengar perkataan dari suaminya itu. Kabir mengelus perutnya Senja dan semakin tersenyum lebar, ketika ketiga bayinya bereaksi menendangnya secara bergantian.


"Istriku apa kamu rasakan calon bayi kembar kita menendang?" Tanyanya Kabir dengan antusias hingga mengelus perutnya Senja dengan senyuman lebarnya.


Senja hanya menganggukkan kepalanya seolah lidahnya keluh seketika tak bisa berkata-kata saking bahagianya dengan semua kejutan dan sikap manisnya Kabir.


Keduanya menjadi pusat tontonan dan perhatian dari banyaknya tamu undangan yang hadir. Guntur berusaha untuk meraih tangannya Jingga, tapi usahanya gagal karena Jingga berpindah tempat.


Guntur sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Jingga, sedangkan Fajri Bachan memeluk tubuhnya Zania dari belakang. Fajri menyandarkan dagunya di pundaknya Zania yang tertutup gaun indahnya Zania.


Guntur kecewa karena hanya untuk memegang tangannya Jingga sangatlah susah, padahal hanya untuk sekedar memegang saja.


Guntur Aswin tidak memiliki niat apapun untuk lebih dari sekadar untuk menyentuh saja.


Ya Allah apa jangan-jangan Jingga tidak pernah mencintaiku sedikitpun, apa jangan-jangan sampai detik ini namaku di hatinya belum ada sama sekali.

__ADS_1


Aliya dan Leo segera berjalan menghampiri putri dan menantunya itu dengan senyuman lebarnya sambil membawa sebuah kotak sebagai hadiah untuk putrinya itu.


__ADS_2