
Senja saking asyiknya tertidur sampai-sampai percakapan salah satu sahabatnya dengan kekasih palsunya itu tidak ketahuan olehnya.
"Ini anak kalau tidur seperti kebo saja, padahal suaraku tadi cukup besar tapi saking lelapnya tertidur sampai-sampai tidak terusik sedikitpun, kalau seperti ini gagal untuk menunjukkan kejutannya kepadanya," gumamnya Kabir Kasyafani yang ikutan duduk menyandarkan kepalanya ke headboard mobilnya.
Kabir bukannya membangunkan Senja malahan ikut tertidur di sampingnya Senja. Ia ikut menyelami alam mimpi yang indah. Untungnya Kabir terlebih dahulu diam-diam menghubungi nomor ponselnya Aliya mamanya Senja sehingga ijin dan lampu hijau telah di dalam genggaman tangannya.
Hingga pagi hari, keduanya masih terlelap dalam tidurnya tanpa mereka sadari sudah banyak orang yang mengelilingi mobilnya. Suara ribut dari beberapa warga masyarakat mampu menyadarkan keduanya dari tidur panjangnya.
"Bagaimana dengan tugas kalian di sana, apa sudah dijalankan dengan baik sesuai petunjuk yang aku berikan?" Tanya seorang dari balik telpon.
"Sabar saja nyonya semuanya sudah beres sesuai dengan petunjuk nyonya, intinya hari ini tuan muda mau tidak mau harus menikah, aku yakin dengan sangat akan hal itu," balasnya anak buahnya yang selalu mengawasi sejak kepergian keduanya dari pesta semalam hingga ke pantai tersebutlah.
__ADS_1
"Oke, aku tunggu kabar selanjutnya dan ingat apapun yang terjadi usahakan mereka harus dan wajib menikah jika tidak gaji dan bonus akhir tahun kamu aku akan potong hingga tak bersisa!" Gertaknya sang perempuan yang dipanggil nyonya itu.
"Siap Nyonya," balas Anton Bachrul anak buah kepercayaannya neneknya Kabir.
"Hahaha hari ini kamu akan lihat kekuatannya nenek anak nakal,siapa suruh selalu menunda untuk menikah kali ini jebakan nenek akan berhasil," cicitnya Bu Claudia dengan seringai liciknya terbit dari bibirnya.
"Hemm, apa yang terjadi dengan Mama kenapa bisa sepagi ini tersenyum seperti itu? Apa jangan-jangan ini pertanda tidak baik lagi," tanyanya sekaligus menebak apa yang sedang ditertawakan oleh mamanya itu.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sekitar pantai tempat rencana kejutan yang akan diberikan oleh Kabir untuk Senja.
"Bagaimana Pak Dedi apa kedua pemuda pemudi itu sudah bangun?" Tanyanya Pak RT setempat.
__ADS_1
Pria yang disapa pak Dedi segera mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Pak RT setempat, "Keduanya belum ada yang bangun Pak RT, apa perlu kita bangunkan saja dan menanyai mereka langsung?" Usulnya Pak Dedi.
"Pak RT ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut seperti ini terus menerus, mereka ini pasangan tidak resmi yang sudah mencemari lingkungan kita, saya takutnya jika kejadian ini dibiarkan begitu saja akan berdampak tidak baik bagi kampung kita," tegasnya seorang bapak-bapak yang memakai kopiah.
"Iya pak RT saya yakin mereka sudah berbuat tidak senonoh dan tidak baik di dalam mobilnya, kemungkinannya mereka sudah berbuat sehingga mereka kelelahan sehingga ketiduran sampai sekarang padahal sudah pukul sembilan pagi," cercanya seorang ibu-ibu tua yang memakai hijab instan sehari-hari seraya melirik sekilas ke arah suaminya yang memakai kopiah itu.
"Betul sekali kata ibu ini, apa pak RT melihat kejadian seperti ini akan tinggal diam saja membiarkan semua kejelekan dan kekakuan tidak baik anak muda sekarang! Kalau saya jadi RT disini pasti akan menindak lanjuti kejadian ini dan menghukum keduanya," ujarnya seorang pria yang kemungkinannya dia yang paling muda yang datang di tempat itu.
Banyak sekali warga masyarakat yang mengelilingi mobilnya Kabir hingga keduanya pun terbangun juga dari tidur panjangnya.
"Cepat pak RT bangunkan keduanya untuk segera mengadili mereka, jangan sampai kejadian seperti ini dibiarkan berlarut larut takutnya kedepannya masih ada lagi anak muda yang berbuat tidak senonoh lagi hingga akibatnya kita sekampung akan merasakannya," ucapnya lagi seorang pria.
__ADS_1