Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 230


__ADS_3

"Maafkan saya yang telah lancang meminta Anda untuk bertemu denganku Pak Kaisan dan tujuan aku ke sini bukan untuk makan atau pun minum, karena aku belum lapar atau haus juga," ucapnya Jihan.


"Kenapa sedari awal kita bertemu, kamu selalu menyapaku dengan sebutan bapak, Pak emangnya aku kelihatan tua banget yah," ucap Kaisan sambil menautkan kedua alisnya melihat calon istrinya itu.


"Maaf saya menyapa Anda dengan sapaan bapak karena Anda lebih tua dari saya pastinya, tapi maaf bukan ini tujuan saya untuk mengajak Anda bertemu tapi ada hal yang lebih penting dari semua itu," tampiknya Jihan yang baru tersadar dengan tujuannya ke kafe itu.


"Kalau gitu katakan padaku apa yang ingin kamu sampaikan padaku, karena aku berasa ada hal yang sangat urgen sepertinya," tebaknya Kaisan.


Entah dari mana keraguan, ketakutan, kecemasan dan rasa bimbang mulai menggerogoti tubuhnya itu.


"Kenapa diam saja padahal katanya kamu ingin bertemu denganku karena ada hal yang sangat penting ingin dibicarakan denganku,"


Apa sebenarnya yang ingin diutarakan oleh Jihan, entah kenapa aku merasa bakal ada hal yang akan terjadi.


Ya Allah semoga saja pak Kaisan mengerti dengan penolakanku dan dia tidak akan marah ataupun menentang keputusanku yang sudah bulat ini.


Jihan menghembuskan nafasnya dengan cukup pelan,"Bismillahirrahmanirrahim, saya ingin membatalkan pernikahan kita," tuturnya Jihan dengan sekali tarikan nafas dia mengutarakan keinginannya itu yang sesungguhnya dan tidak ingin menunda lebih lama lagi.


Bagaikan petir di siang bolong, Kaisan saking terkejutnya dia spontan berdiri dari posisi duduknya itu sambil mencengkram kuat gelas minumannya yang baru beberapa detik yang lalu datang diantar oleh pramusaji.


"Apa!? Apa kamu sadar dengan apa yang barusan kamu katakan!?" Teriaknya Kaisan.


Tubuhnya Jihan beringsut ke arah belakang di atas kursinya, dengan matanya melotot saking terkejutnya mendengar perkataan dari Kaisan yang cukup tinggi itu.


Ia sangat takut jika pria yang sudah berani melamarnya melampiaskan kekesalannya dan kemarahannya di depan orang banyak.

__ADS_1


Ya Allah aku tak menyangka jika pria yang akan menikahiku adalah pria pemarah dan esmosian. Kalau gini lebih baik aku tidak akan menikahkannya dengan kakak Jinan.


Pugh!!


Pukulan pelan mendarat di pundaknya Jihan membuatnya tersentak terkejut.


"Argh!" Pekik Jihan yang akhirnya tersadar dari lamunannya itu.


"A-pa a-nu kenapa Anda menepuk pundakku Pak Kaisan Al-ayyubi Haitam!? Apa aku melakukan kesalahan besar?" Tanyanya Jihan dengan polosnya.


Kaisan tersenyum melihat tingkah lucunya Jihan yang sungguh membuatnya keheranan tapi membuatnya nyaman.


"Aku bertanya padamu, kenapa sedari tadi kamu melamun dan hanya diam mematung saja! Katanya ke sini untuk berbicara hal penting tapi malahan hanya buang-buang waktu saja!" Ketusnya Kaisan.


Apa! Aku kira tadi dia itu emosi karena marah mendengar perkataanku. Ya Allah ternyata aku belum mengatakan apapun padanya.


Kaisan melirik sekilas ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kanannya itu dengan gelisah karena gara-gara telponnya Jihan dia menunda rapat pentingnya dan meninggalkan mereka semua.


"Ayolah cepat katakan sudah setengah jam kita disini, kamu belum mengatakan hal penting itu!" Tegasnya Kaisan.


Kaisan hendak berdiri dari duduknya itu, tapi segera dicegah oleh Jihan dengan memegangi tangan kirinya Kaisan agar tidak segera pergi dari sana.


"Baiklah,kalau gitu aku akan mengatakan apa yang sebenarnya niat aku kesini," tuturnya Jihan yang sudah tidak berbicara formal lagi.


"Baiklah aku akan jujur dan mengatakan yang sebenarnya padamu, tapi aku mohon jangan pergi dari sini," mohonnya Jihan sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.

__ADS_1


Kaizan menaikkan salah satu alisnya melihat sikapnya Jihan.


Apa yang sebenarnya ingin disampaikan gadis cantik ini. Aku melihat ada sesuatu yang sungguh membuatku penasaran.


"Baiklah aku akan duduk kembali di depanmu, tapi aku minta padamu jangan sekali-kali menunda apa yang ingin kamu katakan," tegasnya Kaisan.


"Aku ingin membatalkan pernikahan antara kita berdua!" Ucapnya Jihan yang tidak ingin lagi menunda ucapannya untuk berkata jujur.


Kaisan hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya dari Jihan," apa alasanmu? kenapa kamu menginginkan rencana pernikahan kita batal?" Tanyanya Kaisan yang hanya tenang saja tanpa terprovokasi sedikitpun.


"Kenapa?"


Apa dia tidak marah dan tidak mempermasalahkannya? Ya Allah makasih banyak atas kelancarannya. Engkau memudahkan segala urusanku hari ini.


"Karena aku bukan lah gadis yang pak Kai maksudkan yang pernah bertemu denganmu Pak. Melainkan itu adalah kakak kembarku yang bernama Jinan," ungkapnya Jihan.


Kaisan menyembunyikan keterkejutannya itu di dalam hatinya, karena ia tidak ingin kebenaran ini membuatnya terlihat konyol Du depan calon istrinya itu.


"Tolong jangan bercanda, aku tidak suka jika kamu bermain denganku!" Ketusnya Kaisan.


"Maafkan aku ini adalah kenyataan yang sebenarnya, jika gadis berseragam putih abu-abu kala itu yang menolong Pak Kaisan adalah kakakku Jinan, wajah kami itu sangat mirip karena kami kembar identik hanya saja kakakku yang cowok tidak terlalu mirip dengan kami," jelasnya Jihan.


Kaisan hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya Jihan.


"Kalau pak Kaisan Alayubi Haitan tidak percaya, tidak masalah bagiku yang paling penting adalah aku sudah jujur padamu. Kalau tidak percaya silahkan temui kakakku yang bernama Jinan itu untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih jelas agar tidak ada kesalahpahaman dan kedepannya aku tidak ingin dicap melakukan penipuan terhadap semua orang yang menyayangiku," terangnya Jihan.

__ADS_1


Kaisan malah terus tersenyum saking terkejutnya mendengar perkataan dari Jihan.


"Aku tidak mungkin menikah dengan pria yang dicintai oleh kakakku sendiri, lagian aku terpaksa menerima lamarannya pak Kaisan karena aku tidak ingin sepupu ku masuk penjara dan calon anaknya tidak memiliki ayah, karena itulah aku memutuskan untuk menerima lamarannya bapak," ungkap Jihan lagi.


__ADS_2