Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 73. Kedatangan Tamu Spesial Tetangga Sebelah


__ADS_3

Semua orang yang hadir disana tidak percaya dengan apa yang dilihatnya langsung. Mereka masih sulit untuk mempercayai apa yang terjadi di dalam aula masjid tempat pelaksanaan akad nikahnya Senja dengan Kabir.


"Ya Allah so sweetnya pengantin baru kita ini, aku sungguh terharu melihat mereka," ucapnya Fadlan saudara sepupunya Pak Abbas paman termudanya Kabir yang seusia dengan Kabir.


"Iya benar sekali sayang, mereka bahkan mengalahkan kita sewaktu menikah dulu yah suamiku, mereka sungguh romantis," timpalnya Alina Arista Amar istrinya pak Fadlan "Abangku Ayah Anakku".


"Andaikan mas masih muda pasti akan menyontek dan meniru gayanya Kabir sayangnya kita sudah tua yah istriku," ucapnya Arya Wiguna."Bertahan Dalam Penantian".


Istrinya tersenyum simpul menanggapi perkataannya suaminya sendiri," haha mas bisa saja, jangan lihat usia mas kalau mau bersikap romantis itu kapan pun bisa," tukasnya Delia Paramitha Rusady sambil menggandeng tangannya Arya Wiguna Albert Said.


Adina Anulika Maheswari bersama suaminya pengusaha muda yang cukup memiliki nama di dunia bisnis dalam negeri maupun luar negeri sudah terbukti kemampuannya. Yaitu Azam Khair Sanders kakak sepupunya Kabir, "Maaf ku harus pergi"


"Semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dan hidup sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek," ucapnya doa setulus hati yang diucapkan oleh Azam dan Adina yang ikutan bahagia melihat adik sepupunya itu mengakhiri masa lajangnya.


"Tapi ngomong-ngomong tersisa satu saudara sepupu aku yang belum nikah entah kenapa hatinya masih membeku, apakah masih teringat dengan mantan tunangan sekaligus kekasihnya yang pengkhianat itu," imbuhnya Adina yang menatap intens ke arah sepupu suaminya yaitu Guntur Aswin Nasution.


"Hem! Kamu kalau ngomong selalu ada benarnya yah," sahutnya Fadlan sahabat sekaligus rekan bisnisnya Kabir dan juga Guntur.


Fadlan terus mengapit tangannya Alina Arista berjalan mengelilingi satu persatu tamu undangan yang mengenalnya untuk bercengkrama dan bertegur sapa.


Semakin lama acara akad nikahnya semakin ramai saja didatangi beberapa tamu undangan khusus diundang oleh Kabir. Tapi di hari minggu nanti tepat di resepsinya akan lebih banyak lagi akan hadir tokoh fiktif cerita novel lainnya.

__ADS_1


Kabir bahagia mendengar perkataan balasan dari Senja. Sedangkan apa yang dikatakan oleh Senja itu sama sekali tidak terduga dan hanya gerakan dan ucapan reflek dari dalam hatinya.


"Ya Allah kenapa bisa aku berkata seperti itu membalas perkataannya Pak Kabir? Padahal aku menganggap pernikahan ini karena tuntutan dari beberapa warga masyarakat yang menggrebek kami dan menganggap kami ini melakukan kesalahan yang sangat fatal." Senja melamun dan berdiri di samping kirinya Kabir suaminya itu.


Sedangkan Kabir sedang sibuk berbincang-bincang dengan beberapa saudaranya dan sahabatnya.


"Hey pengantin baru kok terdiam saja, apa yang terjadi padamu! Apa jangan-jangan kamu sudah memikirkan malam pertamanya," tebaknya dokter muda yang baru saja datang ke acara tersebut walau sedikit terlambat.


Senja tersentak kaget mendengar perkataan dari perempuan yang cukup cantik dengan memakai hijab sebagai aksesoris dikepalanya dan sudah menjadi kebiasaannya berpakaian dalam sehari-hari.


"He… apa!?" Balasan spontan dari Senja yang lamunannya buyar seketika.


Shaira Innira Abidzar Al-Ghifari tersenyum lebar melihat reaksinya sahabatnya itu.


"Sepertinya dua wanita cantik ini telah bergosip tentang pria paling ganteng di dalam masjid An-Nur ini, Alhamdulillah kalian sudah sadar dengan kegantengan hakiki yang aku miliki," guraunya Adelio Arsene Smith tunangannya sang dokter spesialis anak itu.


Berselang beberapa menit kemudian, beberapa orang yang sudah menyantap santapan siang mereka yang disediakan khusus untuk menjamu para tamu undangan maupun sanak family yang hadir pulang kembali ke rumah masing-masing.


Tinggallah Senja dan Jingga serta keluarga besar Sanders masih berada di sekitar area masjid. Mereka berbincang-bincang mengenai Senja dan Kabir.


Leo selaku papanya Senja awalnya segan untuk menyampaikan niatnya itu, "Tuan Abbas bagaimana jika untuk beberapa hari ijinkan Senja dengan Kabir tinggal bersama kami sampai hari acara resepsinya," pintanya Leo ketika sudah berdiri di depan besannya itu.

__ADS_1


Pak Abbas tersenyum simpul," pak Leo kita ini besanan loh kenapa manggilnya pakai kata tuan segala kalau di lingkungan kantor dan perusahaan silahkan saja menyapa dengan panggilan yang lain yang lebih akrab, ingat kita ini bukan orang lain jadi lain kali jangan seperti ini lagi," tuturnya Pak Abbas sambil menepuk pundaknya Leo.


"Kalau masalah yang pak Leo minta tanyakanlah langsung pada cucuku Pak Leo, karena semua ini tergantung pada apakah setuju dengan apa yang bapak minta," sahutnya Bu Claudia yang langsung menimpali percakapan antara anaknya dan besannya.


Kabir segera angkat bicara setelah namanya disebut dalam perbincangan tersebut.


"Kalau masalah itu gampang papa, aku akan menuruti semua keinginannya Istriku, apa dia mau tinggal bersama dengan kedua orang tuanya atau bersamaku aku serahkan segalanya pada Senja keputusannya biarkan dia saja yang menjawabnya," ujarnya Kabir yang menggenggam tangan kanannya Senja sejak tadi.


Senja segera mendongakkan kepalanya ke arah Kabir, sedangkan Kabir hanya tersenyum saja menanggapi perkataannya Kabir.


Senja menyentuh punggung tangannya Kabir pria yang telah mengikrarkan janji sehidup semati dengannya.


"Saya ikut kata suamiku saja Nek, kalau memang dia setuju dengan permintaan papa Leo aku tidak masalah kok,bagiku dimanapun saya tinggalnya nanti posisi papa dan mama di dalam hati, hidupku tidak akan tergantikan oleh siapapun atau apapun di dunia ini," terangnya Senja yang cukup dewasa memaknai perkataan dari kedua orang tuanya.


Nyonya Claudia tersenyum gembira mendengar perkataan dari cucu mantunya itu," Masya Allah hatimu kamu sungguh mulia nak, bukan hanya wajahmu yang cantik rupawan tapi hatimu juga sungguh cantik luar dalam," pujinya neneknya Kabir seraya mengelus hijabnya Senja.


"Mama benar sekali betapa beruntungnya keluarga Sanders mendapatkan anak menantu seperti Senja, " timpalnya Bu Hanin Mazaya bundanya Kabir yang memang sejak awal selalu menyukai dan berniat untuk melamar Senja untuk putra semata wayangnya itu.


"Ya Allah bunda jujur saja segala pujian yang kalian berikan tidak pantas aku dapatkan, bahkan aku merasa aku tidak pantas bersanding dengan bang Kabir, karena aku sadar siapa aku ini hanya gadis dari kalangan rakyat biasa sedangkan bang Kabir adalah anak satu-satunya laki-laki Di dalam keluarga besar Sanders, tapi dengan cintanya Bang Kabir insha Allah aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa berdampingan dengan Abang Kabir,agar aku memang benar-benar layak menjadi pendamping dan rekan hidupnya," Senja reflek mengecup punggung tangan suaminya itu di depan banyak orang.


Senja begitu bijak, dewasa berbicara tegas dy depan anggota keluarganya Kabir di pelataran masjid An-Nur. Semua kagum mendengar perkataannya Senja. terutama Leo Carlando Zain dan Alia Azizah Khumaira. keduanya terharu mendengar perkataan anaknya itu

__ADS_1


"Makasih banyak ya Allah Engkau memberikan aku putri yang sungguh mulia hatinya,"


__ADS_2