Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 149


__ADS_3

Kabir membantu mengupas udang dan kepiting yang menjadi hidangan utamanya dalam santap malam itu. Senja dengan setia dan sabar menunggu hasil kupasannya Kabir.


"Kalau boleh jujur hari ini aku sungguh bahagia suamiku, karena untuk pertama kalinya dalam masa kehamilanku ini ada abang yang menemaniku, jadi enggak kesepian lagi deh," ucapnya dengan nada suara yang manja.


Ini pertama kalinya Senja berbicara manja dihadapannya selama pernikahannya yang hampir setahun itu.


"Apakah selama kepergiannya abang kamu pernah merindukan Abang gak?" Tanyanya Kabir yang menghentikan kunyahannya di dalam mulutnya itu saking penasarannya ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Senja lagi.


Senja menghabiskan udangnya yang sudah dicocol dengan sambal ijo itu sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Apa abang mau dengar aku berbicara jujur apa enggak atau pengen denger kebohongan atau kejujuran lebih duluan," tawarnya Senja.


"Kalau menurut kamu kira-kira abang pengen kamu bicara yang jujur saja atau boong?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Senja malahan menimbulkan berbagai pertanyaan balik.


"Ya Allah kalau seperti ini kapan selesainya pembicaraan kita ini, aku pengen melanjutkan pertanyaan aku yang semula yaitu siapa yang menelpon Abang dan apa yang terjadi?" Pintanya Senja yang masih mengingat masalah awal mereka sebelum makan.


"Baiklah yang nelpon tadi itu Mike Andres anak buah kepercayaannya Abang sekaligus bodyguardnya abang dan teman sekolahnya abang dulu ketika masih SMA," jelasnya Kabir.


Senja kembali melanjutkan untuk menghabiskan makanannya itu. Dia tidak menyangka jika Mike pria ganteng yang selalu menemani suaminya itu dan menjaganya beberapa bulan terakhir ini ternyata bodyguardnya Kabir.


"Kalau tiga cecungutnya abang yang bekerja diperusahaan itu hanya sekedar anak buah saja atau apa?"


Kabir tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari istrinya itu," astauhfirullah aladzim Sen, mereka bertiga itu adalah teman kuliah sekaligus karyawan terbaiknya abang, yaitu Fajri Bachan, Hakim Rahman dan satu lagi Ardyan Putra, mereka anak buahku sekaligus teman juga, apa kamu lupa ketika pesta pernikahan kita mereka berenam hadir juga di acara penting kita itu?" Tanyanya balik Kabir.


Senja hanya menggelengkan kepalanya itu tanda jika dia tidak memperhatikan hal itu dan kemungkinannya besarnya sudah lupa.


"Oiya Abang sampai lupa Hana Aerin Pradipta dan Adnan Hamesh adik sepupunya Abang akan menikah esok kan, tapi aku belum punya pakaian gaun pesta yang akan aku pakai abang, semuanya sudah tidak ada yang muat aku pakai," ucapnya sendu Senja Starla.


"Kalau masalah itu sangat gampang, kamu enggak perlu khawatir dan mencemaskannya, karena abang sudah pesan khusus untuk istriku tidak ada duanya ini, kalau bisa ke tiga anggota geng kamu ajak juga yah, Icha Khaerunnisa, Zania Mirzani dan Naysila juga jangan sampai lupa diajak juga," imbuhnya Kabir.

__ADS_1


"Hemph, tapi mereka kan enggak punya undangan Abang, gimana caranya mereka datang?"


Senja menautkan kedua alisnya itu setelah mendengar perkataan dari suaminya itu yang mengajak ketiga sahabat terbaiknya untuk hadir di pesta pernikahan adik sepupu dari suaminya itu.


"Itu masalah gampang banget diurus, yang paling penting mereka datang karena ada kejutan untuk ketiga temanmu dan ketiga anak buahku juga," ucap Kabir.


Senja semakin tidak mengerti dengan arti dari ucapannya Kabir. Ia tidak paham apa tujuannya mempertemukan mereka.


"Untuk apa mereka bertemu dengan cecunguk Abang itu? Sedangkan Ica, Zania dan Naysila bukan kekasih dari ketiga orang itu," tukasnya Senja yang masih kebingungan.


Kabir menyeka ujung sudut bibirnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari istrinya.


"Mereka itu saling berkaitan satu sama lainnya kalau abang bisa mereka juga akan menikah tahun ini," Tuturnya Kabir lagi.


"Memangnya semudah membalikkan telapak tangan mengenai pernikahannya mereka berenam, lagian mereka bukan pasangan jadi itu pasti akan sangat sulit untuk menjodohkan mereka," tampiknya Senja.


Kabir menoel hidungnya Senja," kamu tunggu sampai besok malam, kamu akan terkejut jika abang berhasil membuat mereka menikah ataupun setidaknya bertunangan terlebih dahulu," ungkapnya Kabir.


"Kamu bersiaplah kita akan segera pergi ke rumah sakit untuk menyusul Mike Andres, Abang akan meminta Antoni dan Nurman untuk membereskan sisa makanan kita ini," Kabir segera bangkit dari posisi duduknya semula.


Senja segera bangkit dari posisi duduknya itu dengan senyuman paling termanis dia perlihatkan ke arah suaminya. Senja segera berjalan ke arah dalam kamarnya yang sudah dipakainya sebelumnya.


Tapi, Senja segera memutar tubuhnya ke arahnya Kabir yang bersiap untuk menghubungi nomor ponselnya Antoni Basalamah dan Nurman Kaharu.


Senja melambaikan tangannya ke arah Kabir, sehingga Kabir berjalan ke arah istrinya itu.


"Tolong menunduk sedikit," pintanya Senja.


Kabir kebingungan melihat sikapnya Senja yang hanya berbicara padanya menggunakan kode saja tanpa berbicara apapun padanya. Kabir pun menuruti kode Senja dengan menundukkan sedikit tubuhnya itu.

__ADS_1


Setelah menundukkan tubuhnya Senja tanpa ragu segera mengecup pipi sebelah kirinya Kabir.


"Ummuaach, i love you Kabir Kasyafani Sanders," ucapnya Senja yang segera berjalan cepat setelah melakukan hal itu.


Bibir kenyal dan tipis itu menempel di pipinya Kabir. hingga pipinya terasa dingin karena kecupan sepintas lalu yang diberikan oleh Senja.


Kedua bola matanya Kabir berbinar-binar terang saking bahagianya mendapatkan kejutan spesial yang diberikan oleh Senja. Kabir memegangi pipinya yang basah itu akibat dari ciumannya Senja.


"Kau semakin nakal sayang, kau sanggup memberikan aku kejutan yang sangat berarti dalam hidupku, hanya ciuman sekilas saja sudah buat aku bahagia dan sungguh happy banget dengan sikapmu ini," 


Ucapannya Kabir masih sanggup didengar oleh Senja, sehingga Senja sangat malu karena sudah nekat melakukan hal itu.


"Andaikan aku lebih cepat pulang dari Amerika Serikat pasti kebahagiaan semacam ini sudah lama aku alami, tapi aku berjanji padamu istriku aku akan menebus semua waktu yang terbuang percuma itu, aku akan memperbaikinya tapi aku akan membuat kamu bahagia seolah hanya dunia ini milik kita berdua saja yang lain mengontrak," Lirihnya Kabir.


Kabir segera melanjutkan pekerjaan yang tertunda beberapa menit itu, dia segera menelpon Antonio ataupun Nurman. Untuk mengetahui apa yang terjadi pada Mike kenapa tadi pergi dengan terburu-buru.


Kabir tercengang mendengar perkataan dari Antoni. Dia tidak menduga jika Vania Larissa adik sepupunya itu mengalami penderitaan yang sungguh luar biasa dan tidak terduga.


"Astaughfirullahaladzim, aku tidak menyangka jika Galang Arfian Gumilang pria bejak itu, padahal aku menyangka dia adalah suami yang sangat mencintai istrinya bukan hanya mencintai dirinya sendiri," ujarnya Kabir lewat telpon.


"Kalau gitu aku masuk yah tuan muda atau tunggu tuan muda pergi dulu terus kami membereskan sisa dinner romantisnya tuan muda," ucap Antoni dari seberang telpon.


"Tunggu kami pergi dulu, kamu jangan coba-coba masuk ke dalam kamarku, jika tidak kamu akan mendapatkan gajimu yang tersisa hanya lima persen saja!" Ancamnya Kabir.


"Baik Tuan Muda asalkan jangan memotong gajiku dan bonus ku, aku tidak punya modal nikah dong Tuan Muda Kabir yang paling baik hati dan gantengnya selangit mengalahkan Jhi Chang Wook," pujinya Antoni yang tidak ingin gaji dan bonusnya disunat.


"Sudah karena aku yakin kak Guntur Aswin belum mengetahui kondisi adiknya Vania Larissa, karena Mike tidak mungkin menghubungi nomor ponselnya Guntur langsung,"


Antoni segera mematikan sambungan teleponnya itu dan berharap besar agar tetap mendapatkan gajinya akhir bulan sebagai modal untuk melamar kekasihnya yang ada di kampung halamannya.

__ADS_1


Senja segera membersihkan seluruh tubuhnya itu dan mengganti pakaiannya yang sedikit terkena noda makanan seafood yang barusan disantapnya bersama dengan sang suami tercinta.


__ADS_2