Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 90. Tantangan Sukses All


__ADS_3

Bola matanya sejernih kristal dan sebening embun pagi itu berbinar binar seketika mendengar perkataan dari Guntur yang mengatakan jika,ia sanggup dan mampu menjalankan kembali mesin mobilnya akan mendapatkan imbalan berupa voucher makan gratis siang dan malam selama tiga bulan di salah satu restoran terkenal bintang lima yang tidak terlalu jauh dari kampusnya.


"Hahaha pak Guntur ini tidak mengetahui jika kemampuan tersembunyi dari Jingga Aurora Ainah Zain Pratama adalah montir cantik dan jago taekwondo, kita bisa makan gratis sepuasnya nih," bisiknya Abdul di telinganya Latifa.


"Iya untungnya dapat pria yang mobilnya rusak walau sebelumnya melihat ada yang dapat duren montong tapi, lupakanlah saja masalah itu, lagian itu hanya kecelakaan yang tanpa disengaja dan paling penting makan besar sepuasnya," balasnya Latifa dengan nada suara yang disamarkan agar tidak kesampaian di telinganya Guntur.


Latifa sesekali menyeka peluh keringat yang bercucuran membasahi pipinya Jingga. Sedangkan Abdul bertugas untuk memberikan minuman dan cemilan yang dimakan oleh Jingga dalam bekerja. Memang seperti itulah kebiasaannya Jingga dalam bekerja untuk memperbaiki mobil atau pun motor.


Bakat ini diperoleh dari papanya Leo Carlando Zain yang memang spesial montir pekerjaan sampingan Leo selama ini dan memilki bengkel otomotif di Jakarta. Jingga pun belajar otodidak dan kursus secara khusus di bengkel papanya itu.


Guntur segera membersihkan seluruh wajahnya dan masuk ke dalam mobilnya untuk mengganti pakaiannya yang terkena cipratan oli mesin yang sudah menghitam. Jingga dan Senja memiliki keterampilan dan kebiasaan unik di bandingkan dengan jenis kelamin mereka yang seorang wanita.


Kebanyakan anak gadis di luar sana hobi dan kegemarannya itu shoping,salon dan clubing, tapi berbeda dengan anak kembar satu ini. Yaitu dua-duanya jago karate dan jago dibagian montir motor atau mobil pun mereka sanggup. Balapan pun Sesekali mereka ikut sebagai pembantu untuk mengecek kendaraan sang pembalap.


"Apa gadis itu sanggup memperbaikinya, aku sepertinya ragu karena sudah setengah jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda akan selesai," gumamnya Guntur setelah keluar dari dalam mobilnya karena selesai berganti pakaian.


"Ya ampun ini mobil mahal dan masih baru gini kok bisa rusak yah? Hemm ini mungkin karena sesuatu di balik semua ini!" Terkanya Abdul.


Guntur yang mendengar perkataan dari Abdul hampir saja membalas perkataannya itu,tapi terkejut melihat Jingga yang menutup kap mobilnya Guntur.


"Silahkan pak dinyalakan mesin mobilnya!" Pintanya Jingga yang segera membersihkan seluruh tangannya yang terkena oli mesin.


Guntur dengan patuh segera masuk ke dalam mobilnya. Karena sudah cukup resah dan khawatir jika harus terlambat ke acara resepsi pesta pernikahan adik sepupunya itu.


Guntur segera menyalakan stok kontak mobilnya itu dengan mengucapkan basmalah sebelum menyalakannya.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim," cicitnya Guntur.


Ngum… nguem..


Suara deru mesin mobil itu terdengar cukup nyaring dan bising memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya. Abdullah menyeringai lebar melihat Jingga berhasil memenuhi tantangan dari pria kaya dan tajir itu.


Abdul memegangi jendela mobilnya Guntur, "Bagaimana Pak, apakah mobilnya masih bermasalah atau sudah bagus?"


"Baiklah ini kartu namaku dan kartu VIP restoran XX di jalan X kalian bertiga ingat hanya kalian bertiga saja yang bisa datang orang lain tidak akan berlaku voucher ini!" Tegasnya Guntur sambil menyerahkan sebuah kartu VIP restoran dan juga kartu namanya.


"Okey!! Siap kami tidak akan melanggar perjanjian kita ini yang jelas kami bertiga bisa makan sepuasnya selama tiga bulan berturut-turut," pungkasnya Abdul.


"Alhamdulillah entah semalam aku mimpi apa? Untungnya Jingga bersama kami sehingga memenangi hadiah yang cukup menggiurkan dan sangat besar," ucapnya Latifah.


"Kalau gitu tolong minggir dari hadapanku karena aku harus secepatnya sampai di Jakarta," ketusnya Guntur yang arah tatapannya tertuju pada Jingga gadis berhijab itu.


Surat itu diberikan oleh kakaknya Abdil sebelum kepulangannya ke Jakarta," Jingga ini ada beberapa barang peninggalannya Abdil adikku khusus akan diberikan padamu setelah rencananya balik ke tanah air Indonesia, tapi kamu bukanya setelah sampai di Jakarta dirumahmu," jelasnya Aruna kakak sulungnya Abdil.


Jingga menatap intens ke arah mantan calon kakak iparnya itu, ia menautkan kedua alisnya itu melihat sebuah kotak besar yang terbungkus dengan rapi bertuliskan untuk calon bidadari surgaku Jingga Aurora Ainah Zain di Jakarta.


Air matanya Jingga tumpah ruah awalnya ia sudah bersikeras menahan rasa sedih dan harunya itu. Tapi dia tidak sanggup untuk berbicara sepatah kata lagi. Air matanya mewakili kesedihannya itu.


"Kalau kamu bertanya tentang isinya kami pun tidak mengetahui apa yang ada di dalam sana, hanya kami mengambil ini dari New York Amerika Serikat dalam keadaan seperti ini juga, kami tidak berani membukanya," jelas Aruna.


Ucapannya Aruna masih terngiang-ngiang di telinganya Jingga. Ia kembali menitikkan air matanya saking sedihnya melepas kepergian Abdil Pramudya ke tempat peristirahatan terakhirnya.

__ADS_1


Latifah menepuk pundaknya Jingga," Hey bebs! Apa yang terjadi padamu! Apa kamu tidak bahagia dengan hadiah yang kita dapatkan ini?" Tebaknya Latifa.


Jingga menggelengkan kepalanya itu, "Bukan begitu hanya saja saya…," ucapannya terhenti dengan suara tangisnya kembali terdengar.


Sejak tadi Jingga hanya berusaha untuk tegar dan tersenyum melihat untuk yang terakhir kalinya Abdil pria kedua yang dicintainya di dunia ini setelah papanya Leo.


Latifah memeluk tubuh sahabat terbaiknya itu," kamu harus sabar ingat kamu masih punya kami dan begitu banyak orang-orang yang menyayangi kamu yang selalu mendukungmu Jingga, ikhlaskan kepergian Abang Abdil aku yakin ini yang terbaik untuk Abang Abdil dan juga untuk kamu, ingat masa depan kamu masih panjang raihlah kebahagiaan itu dengan terus mencintai Abang, tapi kamu tidak boleh hidup terpasung dengan masa lalu kamu hingga harus terjebak dalam duka nestapa," nasehatnya Latifah.


"Kalau gitu let's go kita ke Jakarta, Jing,apa kamu lupa jika hari ini adalah resepsi pernikahan adikmu Senja, apa kamu ingin terlambat datang ke sana? Kalau aku enggak sudi yah takutnya makanan enaknya sudah habis dan ludes dimakan orang lain lagi," candanya Abdullah.


Jingga segera menyeka air matanya itu kemudian memaksakan senyumannya agar kedua sahabat baiknya itu tidak khawatir dengannya.


Jingga menolehkan kepalanya ke arah belakang dan melihat bayangan Abdil Pramudya tersenyum padanya sambil melambaikan tangannya seolah untuk sebagai tanda perpisahannya untuk selamanya.


Guntur mengucapkan makasih banyak sebelum pergi, tapi Jingga karena sedih tidak mendengar perkataannya dari Guntur. Sesekali ia menatap ke arah belakang melalui kaca spion mobilnya itu.


"Kamu cukup layak menjadi menantu dari keluarga besar Nasution, aku akan melamar kamu setelah pekerjaanku di Dubai selesai, aku akan menjalankan amanah dari pria yang sangat baik menolongku memberikan kornea matanya tanpa pamrih,"


Dalam perjalanan pulang, Jingga tidak bisa memejamkan matanya,ia terus memandangi arah jalan yang dilaluinya itu. Sesekali ia menghela nafasnya dengan cukup gusar dan perlahan. Abdul yang sebagai supir hanya tersenyum tipis menanggapi sikapnya Jingga.


"Aku yakin kamu akan bahagia mendapatkan pria yang lebih baik dari almarhum Abdil Pramudya, apalagi Pak Guntur pria kaya,tajir, berkuasa dan ganteng walau usia kalian terpaut jauh, pak Guntur sudah berusia 30 tahun sedangkan Jingga baru 22 tahun. Pak Guntur dapat daun muda, apakah kisah cinta mereka akan berakhir dengan judul jodoh yang diamanahkan, hemm patut ditunggu yah reader," Abdullah tersenyum sambil terus fokus mengendarai mobilnya itu.


Beberapa jam kemudian, mobil sedan putih itu sudah berhasil dengan selamat memasuki daerah ibu kota Jakarta seperti target dan prediksi mereka.


"Apa reaksinya Kabir yah jika aku menyampaikan niatku untuk menikahi kakak iparnya? tapi apapun tanggapan orang lain aku tetap harus menerima amanah dan menjalankannya, semoga saja Jingga menyetujui niat baikku ini," harapnya Guntur sambil memarkirkan mobilnya di dalam carport rumahnya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke novel aku yang lain, Satu Atap Dua Hati dan pamanmu adalah jodohku.


Makasih banyak atas dukungannya yah.


__ADS_2