Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 74. Dugaan Yang Keliru


__ADS_3

Semua orang kagum dengan sikap dan tingkah lakunya Senja. Diusianya yang masih muda sudah cukup mampu mengimbangi sifat dewasanya Kabir suaminya.


"Ya Allah bunda jujur saja segala pujian yang kalian berikan tidak pantas aku dapatkan, bahkan aku merasa aku tidak pantas bersanding dengan bang Kabir, karena aku sadar siapa aku ini hanya gadis dari kalangan rakyat biasa sedangkan bang Kabir adalah anak satu-satunya laki-laki Di dalam keluarga besar Sanders, tapi dengan cintanya Bang Kabir insha Allah aku akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa berdampingan dengan Abang Kabir,agar aku memang benar-benar layak menjadi pendamping dan rekan hidupnya," Senja reflek mengecup punggung tangan suaminya itu di depan banyak orang.


Akhirnya Kabir memutuskan untuk sementara waktu tiga hari akan dimanfaatkan untuk menginap di rumahnya Aliya. Setelah resepsi pernikahan hari minggu yang akan datang. Barulah Senja meninggalkan rumahnya itu untuk menetap bersama keluarga besar Sanders.


"Kalau begitu kami pamit pak Abbas dan Bu Hanin, saya bawa pulang dulu menantunya insya Allah hari minggunya kami akan antar mereka lagi untuk menemui kalian," ucapnya Aliya.


"Tidak perlu terlalu terburu-buru besan, santai saja buat senyaman mungkin agar Senja tidak merasa tertekan dan terbebani kedepannya," pungkasnya Bu Claudia neneknya Kabir yang selalu tampil anggun modis dan awet muda diusianya yang sudah kepala enam itu.


Senja memeluk nenek dari suaminya itu, "Makasih banyak Nenek atas pengertiannya, kami permisi pulang dulu assalamualaikum," pamitnya Senja yang kembali mengaitkan tangannya ke lengannya Kabir.


Kabir yang diperlakukan seperti itu sangat bahagia dan bersyukur karena apa yang dipikirkan dan prediksi tentang pernikahannya tidak akan berjalan seperti sekarang ini. Awalnya ia menganggap akan sulit untuk mendapatkan kasih sayang dan cintanya Senja, tapi faktanya Senja sendiri yang malah memperlakukannya dengan baik sejatinya dan selayaknya suami istri seperti kebanyakan diluar sana.


"Aku berjanji padamu akan membuat kamu jatuh cinta padaku, walaupun itu dikit sulit aku lakukan tapi aku tidak akan menyerah untuk membuktikan padamu betapa tulusnya cintaku ini hanya untuk Senja Starla Airen Zain Pratama seorang bukan perempuan lain, walau banyak perempuan lain diluar sana yang melebihi segala-galanya yang kamu miliki tapi dimataku,dihatiku dan dihidupku hanya kamu seorang yang mampu menggetarkan hatiku, ini janjiku padamu,"


Kabir terdiam sesaat sedangkan orang lain sudah masuk ke dalam mobil masing-masing dan berangkat pulang ke rumah. Senja mengerutkan keningnya melihat tingkah lakunya dosen pengganti di kelasnya itu.

__ADS_1


"Pak Kabir, apa yang terjadi pada bapak kok tiba-tiba terdiam seperti itu! Bapak baik-baik saja kan?" Tanyanya Senja.


Pegangan tangannya Senja yang sejak tadi melepaskan pegangan tangannya di lengan kirinya suaminya itu. Mengingat keluarga dari suaminya dan juga kedua orang tuanya termasuk Neneknya Bu Masitah.


Kabir tersentak terkejut mendengar seruannya Senja yang sudah menggoyang tangannya Kabir agar segera tersadar dari lamunannya itu.


"Maaf saya tidak apa-apa kok," ucapnya Kabir yang mulai kembali dengan bicara irit dan memperlihatkan wajah dinginnya seperti biasanya.


"Syukur alhamdulilah kalau bapak baik-baik saja, kalau gitu kita balik pak, aku sudah capek berpakaian seperti ini mulu, gerah juga mau bersihkan tubuhku ini yang semakin berkeringat saja," tuturnya Senja yang segera melangkahkan kakinya menuju mobil pengantin yang masih memakai hiasan pita berwarna pink dan putih itu.


Kabir sedikit tidak menyukai perkataannya Senja yang kembali seperti semula awal mereka berkenalan.


Kabir segera mengikuti langkah kakinya Senja masuk kedalam mobil pengantin mereka. Senja tipe perempuan yang tidak mudah pantang menyerah dan sudah terbiasa dengan hidup mandiri tanpa bantuan orang lain.


Senja sudah duduk di kursi jok penumpang dengan tenang menunggu suaminya itu. Sesekali ia membuang nafasnya dengan cukup keras seolah terlalu berat beban yang dihadapinya itu.


"Astaughfirullahaladzim maafkan aku yah Allah jika aku harus bersandiwara menjadi pengantin yang sangat bahagia,tapi kenyataannya aku belum bisa menerima pernikahan ini, mungkin aku sudah salah tapi daripada aku harus masuk penjara dan berurusan dengan pihak kepolisian jalan satu-satunya adalah setuju menikah dengan pak Kabir,hanya ini jalan satu-satunya yang bisa aku tempuh dari sekian cara yang mustahil aku lakukan,"

__ADS_1


Kabir segera memutar stok kunci kontak mobilnya itu dengan tenang. Dia sama sekali tidak berkata apa-apa lagi. Hanya fokus mengendarai mobilnya saja. Hingga perkataan dari Senja langsung membuatnya terkejut. Tapi segera ia netralkan perasaannya itu agar tidak ketahuan jika ia terkejut mendengar perkataan dari istrinya itu.


"Pak Kabir saya ingin pernikahan kita ini hanya sekedar diatas kertas saja, saya tidak ingin ada kontak fisik selama pernikahan kita ini. Karena sejujurnya saya menerima lamarannya bapak hanya karena saya tidak ingin masuk penjara yang otomatis nama baik keluarga besar ada kedua orang tuaku, apalagi saya tidak ingin anak-anak di kampus mengetahui pernikahan kita ini jadi aku mohon sebaiknya dirahasiakan saja pernikahan kita ini,"


Kabir tidak menimpali perkataannya Senja ia hanya terdiam saja karena sudah memahami dan mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Senja. Hanya ia tidak habis pikir jika Senja akan meminta hal seperti itu yang sangat tidak sulit ia penuhi.


"Baiklah kita akan jalani pernikahan ini awalnya seperti ini, tapi aku bukan Kabir Kasyafani Sanders jika dalam enam bulan aku tidak bisa membuat kamu jatuh cinta padaku,"


"Kenapa pak Kabir terdiam saja padahal aku yakin dengan sangat dia juga bahagia dengan apa yang sudah aku pilih untuk hubungan kami kedepannya, karena aku tahu apa yang dilakukan oleh pak Kabir hari ini hanya sebagai sandiwara cinta agar semua orang tidak mencurigaiku dengan apa yang aku sudah diam-diam putuskan,"


Senja menyangka jika semua yang dilakukan dan diucapkan oleh Kabir di depan orang banyak adalah hanya sebatas tuntutan dari kedua orang tua dan neneknya Kabir.


Senja menganggap semua itu hanya rekayasa cinta dari Kabir yang tidak menyangka jika Kabir akan mengutarakan perasaannya langsung dihadapan para tamu undangan yang memenuhi setiap sudut area masjid An-Nur.


"Saya tahu bapak melakukan semua itu karena tidak ingin ketahuan kan dari orang lain jika bapak menjalin hubungan denganku karena hanya sebatas rasa untuk memenuhi tuntutan dari warga masyarakat setempat, benar kan apa yang aku katakan!?" terkanya Senja padahal itu sangat jelas-jelas tidak sesuai dengan faktanya.


"Ternyata kamu menganggap semua yang aku perbuat selama ini adalah dianggapnya hanya berpura-pura untuk menyenangkan pihak keluarga besar dan untuk menghindari dari jeratan hukum yang sama sekali kami tidak lakukan, tapi baiklah akan melakukan apapun itu dan biarlah kau menganggap cintaku padamu yang tulus adalah rekayasa saja,"

__ADS_1


"Pak Kabir terdiam berarti dugaanku benar adanya, aku tidak mungkin kecewa dengan semua ini karena aku bersyukur tidak masuk penjara dan kedua orang tuaku juga bisa bersatu kembali itu sudah cukup karena itu tujuan utamaku dalam hidupku selain sukses menjadi wanita karir,"


__ADS_2