
Adinda semakin kegirangan karena suaminya akhirnya datang menemaninya di mall untuk belanja keperluan baby nya, "Mas Leo kok bisa ke sini tanpa hubungin nomor aku dulu?" Tanyanya Adinda yang masih memeluk tubuh suaminya itu.
"Mas nggak hubungin kamu karena,saya dengan teman kerja kebetulan punya kerjaan di sini jadi kami ke mall bukan sebenarnya tujuannya untuk jalan-jalan atau sophing," sanggahnya Leo.
"Berarti kebetulan banget suamiku ke sini, kalau gitu temani aku belanja keperluan baby kita yah," pintanya Adinda yang merengek seperti anak kecil saja dengan bergelantungan di lengannya Leo.
Seseorang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan oleh keduanya Du depan umum. Ia ingin berteriak kencang, marah dan memukul seseorang, tapi ia berusaha untuk menekan amarahnya yang sudah membuncah di dadanya itu. Air matanya pun yang sudah ingin menetes berusaha sekuat tenaga untuk ditahannya.
"Mas Leo!" Cicitnya Aliya.
Adinda dan Leo segera memalingkan wajahnya mereka ke sumber suara. Keduanya langsung melepaskan pelukannya masing-masing. Nampak raut kepanikan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan dari kedua orang tersebut yang akhirnya rahasia besar yang mereka sembunyikan akhirnya terbongkar sudah.
"Aku tidak menyangka ternyata kalian punya hubungan yang tidak biasa, begonya aku hingga aku tidak menyadari bahwa kalian bermain serong di belakangku, sungguh aku terlalu tolol sampai-sampai suami yang aku bangga-banggakan selama ini tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan dan kasih sayangku tapi aku salah sangat salah besar, Mas Leo ternyata munafik," Aliya begitu marah dan merasa terhina telah ditipu mentah-mentah oleh suami dan sahabat sekaligus tetangganya itu.
"Aliya ayo kita cari tempat untuk bicara, Mas akan jelaskan semuanya padamu, please! aku mohon dengarkanlah aku sekali ini saja," harapnya Leo yang meminta kepada Aliya untuk berbicara agar semuanya tidak semakin rumit.
"Maafkan aku yang tidak becus jadi istrimu, Mas Leo aku sudah gagal jadi istrimu, maafkan aku jika aku terlalu banyak kekurangan pada diriku, aku hanya manusia biasa, sehingga mas Leo tega melakukan semua ini padaku!" Cercanya Aliya tanpa jeda.
Arif Rahman Hendrawan sahabat sekaligus rekan kerjanya Leo juga kebingungan. Walaupun dia juga sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangganya mereka
"Akhirnya kebusukan yang selama ini kalian tutupi ketahuan dan terbongkar juga,saya sebagai teman kalian semoga bisa menyelesaikan kemelut rumah tangga kalian dengan baik dan kepala dingin," gumamnya Arif.
__ADS_1
Leo berusaha berjalan untuk mendekati Aliya tapi, Aliya segera menggoyangkan telapak tangannya itu.
"Stop! Aku mohon jangan mendekat! Aku tidak ingin disentuh oleh mas Leo lagi," teriaknya Aliya.
Adinda pun berjalan ke arah Aliya," Mbak Aliya semua yang Mbak lihat dan dengar tidak semuanya benar, Mbak Aliya hanya salah paham saja," elaknya Adinda.
Aliya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulutnya Adinda perempuan yang sudah dianggapnya adik kandungnya sendiri, ternyata adalah duri dalam daging hubungan rumah tangganya dengan Leo.
"Hahaha, apa kamu kira mataku ini minus? Kau kira telingaku tuli apa!? Sehingga kamu kira aku hanya salah paham saja dengan apa yang aku lihat langsung dan dengar dengan kedua pasang mata dan telingaku ini ha!!?" Aliya menatap tajam dan mencemooh kearah kedua pasangan selingkuhan itu.
Adinda sangat sedih dan menyesali dengan hari ini, kenapa dia sampai melupakan keberadaan Aliya, saking gembiranya melihat Leo yang sudah hampir dua minggu tidak pernah menginap di rumahnya.
"Hiks… hiks.. mbak Aliya ini semua bukan salahnya Mas Leo, tapi aku lah yang bersalah, aku mohon dengarkanlah kami!" Bujuknya Adinda.
Aliya berjalan ke arah Leo dengan tatapan matanya yang tidak seperti biasanya yang diberikan untuk suaminya. Tatapan penuh kasih sayang, kelembutan dan teduh sudah berubah dengan tatapan matanya yang sulit diartikan. Tatapan matanya yang menyimpan banyak misteri disana.
"Baiklah hari ini saya Aliya Azizah Humairah aku memutuskan tolong ceraikan aku segera, agar kalian bisa bebas berhubungan dengan menjalin hubungan, saya hanya perempuan biasa yang tak ingin berbagi hati apalagi berbagi suami dengan wanita lain! Mas Leo jangan sekali-kali menuntut hak asuh kepada kedua putriku karena kamu tidak punya hak untuk kehidupan anakku!" Tegasnya Aliya lagi.
"Saya Leo tidak akan pernah menceraikan kamu apapun yang terjadi, karena kamu satu-satunya perempuan yang sangat aku cintai dan sayangi bahkan aku tidak akan bisa hidup baik jika aku harus kehilanganmu, Aliya dengarkan Mas dulu Mas akan menjelaskan semuanya, aku terpaksa menikahi Adinda karena aku dijebak dan kasihan padanya, aku tidak pernah mencintainya sedikitpun!" Teriaknya Leo agar bisa menghentikan langkahnya Aliya.
Sedangkan Adinda terkejut mendengar perkataan dari suaminya itu. Hatinya begitu sakit, sedih dan kecewa karena ternyata suaminya di depan umum telah mengatakan apa yang terjadi sebenarnya di dalam rumah tangganya itu.
__ADS_1
"Astaghfirullah aladzim, ternyata mas Leo menikahiku karena terpaksa, bahkan pernikahan kami yang lebih setahun ini sama sekali tidak mampu merubah kasih sayangnya kepadaku, hanya kasihan semata yang aku dapatkan," lirihnya Adinda yang air matanya menetes perlahan membasahi pipinya itu.
Aliya segera meninggalkan tempat tersebut yang sudah banyak orang memperhatikan mereka. Aliya tidak peduli dengan tatapan mata dari banyaknya orang yang melihatnya.
Dia tidak menggubris berbagai tatapan dan perkataan julid, cibiran bahkan nyinyiran yang sampai ke telinganya. Baginya mereka tidak saling kenal, saling kenal satu sama lainnya pun Aliya tidak mau ambil pusing. Masalahnya sudah buat dia pusing dan hancur hatinya berkeping-keping kenapa harus menambah dengan masalah sepele saja.
Leo berusaha untuk mengejar Alia, tapi upayanya gagal karena Aliah sudah tidak terlihat kemana perginya. Aliyah segera menghubungi nomor telepon guru lesnya Jingga dan Senja. Aliya berencana untuk pergi dari ibu kota Jakarta untuk selamanya. Senja dan Jingga yang sedang les mengaji cukup terkejut dengan telpon dari mamanya itu, tapi keduanya menurut dengan apa yang dikatakan oleh Aliya.
Untungnya Leo sama sekali tidak mengetahui tempat les karate dan mengaji kedua anak kembarnya itu. Sehingga memudahkan untuk segera pergi jauh dari Ibu kota Jakarta.
"Cukup sekali aku disakiti, aku tidak ingin melihat kalian lagi, biarlah aku saja yang mengalah demi kebahagiaan kalian, lagian Adinda hamil kasihan anaknya jika harus lahir tanpa bapaknya," lirihnya Aliya seraya menyeka air matanya itu.
Aliya segera kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa surat-surat penting,buku tabungan serta beberapa barang-barang pentingnya yang hanya sedikit itu. Dengan kecepatan laju motornya yang cukup tinggi, dia sampai di rumahnya tidak memerlukan waktu yang lama.
Aliya bergerak cepat dan tidak ingin membuang waktunya, sehingga hanya mengambil sedikit saja pakaisn. Hanya tiga tas ransel yang dibawahnya dalam kepergiannya itu.
Satupun emas pemberian suaminya tidak akan dibawa pergi. Ia sengaja simpan di dalam lemarinya karena dia tidak ingin pergi dengan terbebani. Aliya menyeka air matanya ketika menutup rapat pintu rumahnya itu.
"Dirumah ini banyak kenangan kami, maaf Mas Leo aku tak sanggup hidup berbagi suami dengan wanita lain," gumam Aliya.
Aliya terduduk di atas lantai keramik kamarnya dengan mulutnya tergugu dalam tangisnya itu. Ia meraung-raung menangisi ketidakberdayaan karena suaminya selingkuh dengan perempuan yang dianggap sahabat sekaligus adiknya sendiri.
__ADS_1
"Aaahh tidak!!" jeritnya Aliya seraya menutup mulutnya agar suaranya tidak kedengaran hingga ke luar ruangan.