
"Syukur alhamdulilah ketiga cucuku telah lahir ke dunia ini dengan selamat,' lirihnya Leo Carlando seraya mengusap wajahnya saking bahagianya.
"Iya Mas, putri bungsu kita telah menjadi seorang Mama, kita juga jadi kakek nenek, tidak lama lagi akan ada tiga orang yang akan berkejaran Du dalam rumah memanggil kita kakek, nenek," imbuhnya Aliyah Azizah yang memeluk tubuhnya Leo suaminya.
Jingga menautkan kedua tangannya ke lengannya Guntur Aswin tanpa diminta. Jingga melakukan hal itu karena inisiatifnya sendiri.
Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba muncul dari dalam lubuk hatinya yang paling terdalam Guntur. Senyuman tersungging di sudut bibirnya yang terbilang seksi.
Ya Allah aku serasa bermimpi, aku tidak menduga jika istriku Jingga tidak malu-malu bermesraan di depan orang banyak.
Aku memperhatikan perubahan wajahnya, ketika aku langsung tanpa aba-aba dari berfikir panjang untuk mengalungkan tanganku di lengan kanannya .
Guntur suamiku mungkin sampai detik ini, aku belum sanggup untuk mencintaimu. Tapi,semoga saja aku bisa merasakan cinta seperti kepada almarhum Abdil Pramudya, tapi aku berjanji aku akan berusaha untuk mencintaimu.
Senja dan ketiga anaknya dipindahkan ke dalam kamar perawatan khusus VIP. Semua orang mengerubungi bayi kembarnya Senja dan Kabir.
__ADS_1
Kedua pasangan suami istri itu mendapatkan anugerah terindah dalam hidupnya. Yaitu tiga orang bayi kecil yang sangat lucu, cantik, tampan dan imut.
Dua orang suster yang sedang mendorong box bayi dikelilingi oleh keluarga besar Sanders dan Nasution.
"Masya Allah cantiknya dua orang cucuku," ucapnya Bu Hanin Mazaya sambil menoel pipinya putri-putrinya Senja.
"Mereka mirip kamu Nak, lihatlah matanya dengan bibirnya mirip dengan neneknya," ucapnya Bu Clara.
"Iya Ma, anak gadisnya Kabir mirip banget Mbak Hanin hanya hidungnya saja yang berbeda, seperti daddynya Kabir," sahutnya Bu Hana.
Bu Hana adalah adik kembarnya Bu Hanin. Bu Hana beliau mamanya Gilang.
"Kamu juga cepatlah berikan cucu kepada Papi dan Mami kamu nak, pasti mereka sudah cemburu lihat aunty sudah menjadi nenek tiga orang cucu sekaligus," candanya Bu Hanin.
"Maaf apa sudah selesai Nyonya dan Tuan, karena kami akan membawa bayinya ke dalam ruangan khusus bayi kasihan kalau bayinya nanti kedinginan di luar terus menerus," ujarnya perawat itu.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin ingin cicitku mengalami hal seperti yang suster katakan, kalau gitu silahkan dibawah ke dalam ruangan kami akan menemui mamanya si kembar," sahutnya Bu Clara.
Mereka kemudian mengijinkan ketiga bayi kembar itu ke dalam ruangan khusus bayi. Mereka tak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulilah atas anugerah terindah yang mereka dapatkan.
Kabir mengikuti di samping bangkar rumah sakit yang di dorong oleh beberapa perawat. Sedangkan Senja masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia belum siuman karena pengaruh anestesi ketika menjalani operasi cesar.
Kabir yang melihat papa mertuanya itu tanpa segan dan sungkan langsung berhamburan memeluk tubuhnya Leo Carlando Zain.
Dalam pelukannya Leo, air matanya Kabir tumpah ruah. Dia juga tidak malu-malu mengatakan kebahagiaan dalam pelukan papa mertuanya.
"Papa aku sangat bahagia," Air matanya Kabir semakin membanjiri wajahnya.
Leo menepuk-nepuk punggung lebar menantunya itu dengan senyuman yang tulus.
"Papa awalnya aku sangat takut, panik dan semakin ketakutan melihat istriku berteriak kesakitan, aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya Papa, tapi ketika tangisan pertama putraku, semua rasa sedih, takut, kepanikan, cemas itu sirna tertiup angin, bayi kecil dalam gendonganku itu seperti menatapku," Kabir mengangkat kedua tangannya seperti sedang menggendong bayinya.
__ADS_1
"Itu wajar terjadi Nak, Papa juga dulu seperti ini sangat bahagia dan saking bahagianya aku bahkan tidak makan dalam sehari semalam," ungkapnya Leo.
"Kamu memang pantas mendapatkan tiga orang sekaligus bayi karena kamu dipercaya oleh Allah SWT, karena tidak semua orang di Dunia ini mendapatkan kepercayaan untuk jadi seorang orang tua," timpalnya Pak Abbas Khairil.