
"Abang Salim Kamal jujur saja aku tidak suka dengan perasaan Abang padaku, dan aku juga tidak ingin memberikan harapan palsu untuk Abang, jadi aku mohon hapuslah semua rasa yang ada di dalam hatinya Abang karena semuanya akan percuma dan sia-sia belaka," jelas Aliya.
"Maafkan Abang yang sudah bersikap kasar padamu tadi, Abang hanya tersulut emosi melihat mantan suamimu," ujarnya Salim yang berusaha untuk mencari pembelaan di hadapan Aliah.
Alia segera berdiri dari duduknya setelah berbicara seperti itu, sambil menarik tangannya Leo. Biasanya sang perempuan yang tangannya ditarik ini terbalik. Leo sama sekali tidak berniat untuk mencegah apa saja yang dilakukan oleh Aliah. Ia dengan senang hati mengijinkan Aliyah memperlakukannya seperti itu.
Salim memegangi tangannya Alia tapi yang bersangkutan segera menghempaskan tangannya Salim dari lengannya itu dengan cukup kasar.
"Alia dengarkan penjelasan Abang dulu, Abang sangat menyesali perbuatannya dan perkataannya Abang, sejujurnya Abang terlalu takut jika kamu harus balik rujuk dengan mantan suamimu," Tuturnya Salim yang masih berusaha untuk menenangkan hatinya Aliya dengan berpura-pura meminta maaf dengan merendahkan dirinya sendiri.
"Tapi aku sepertinya tidak bisa hidup tanpamu Alia Azizah Khumaira," cicitnya Salim.
__ADS_1
Salim semakin terperangah dan tercengang melihat kedekatan yang ditunjukkan oleh kedua pasutri terpisah karena keegoisan mereka berdua.
"Saya tidak menyangka jika Aliah masih mencintai suaminya setelah sepuluh tahun lebih mereka berpisah, apalagi Leo jelas-jelas sudah mengetahui keburukan dan kebusukan dari suaminya itu, apakah saya sudah tidak memiliki kesempatan lagi," lirihnya Salim Kamal Asegaf.
Leo bagaikan anak kecil yang ditarik tangannya mengikuti kemana perginya mamanya yang ngambek. Seperti itulah tanggapan orang-orang yang melihat apa yang dilakukan oleh Leo dan Alia.
Aliya tidak peduli dengan semua perkataannya Salim ataupun tatapan beberapa pasang mata yang kebetulan memperhatikan apa yang mereka perbuat.
Aliya segera melepaskan pegangan tangannya ketika sudah berada di area luar kafe. Ia tidak menduga dengan sikapnya sendiri.
"Kamu baik-baik saja?" Tanyanya Leo yang melihat Alia tidak dalam keadaan baik-baik saja, karena gelisah dan seperti orang yang terlalu banyak beban pikiran.
__ADS_1
Alia menolehkan kepalanya ke arah Leo," saya baik-baik saja kok Mas, kalau gitu saya pamit dulu karena masih banyak yang perlu aku kerjakan, walaupun keluarga besar calon suaminya Senja mengerjakan segala sesuatunya, tapi saya merasa enggak enak saja jika harus berpangku tangan dan tidak berbuat apapun," imbuhnya Aliah.
"Jadi apa kamu aku antar atau gimana?" Tanyanya Leo yang tersenyum simpul melihat reaksinya Alia yang tersipu malu karena sudah bertindak reflek ketika marah dengan sikapnya Salim.
"Kalau mas tidak sibuk tidak masalah kalau mas Leo mau ikutan bareng menemaniku tapi, saya tidak ingin menganggu kerjaannya dan merepotkan mas," ucapnya Alia sambil membuka kunci mobilnya.
"Bagi mas, kau tidak pernah merepotkan dan bagiku tidak masalah sedikitpun asalkan istriku dan anak-anakku itu tidak pernah aku pernah permasalahkan sedikitpun walau mas sangat sibuk sekalipun,"
Leo dan Aliya memutuskan untuk bersama-sama ke toko pakaiannya. Karena sebelum ke tempat wedding organizer untuk memeriksa kesiapan dari semua perlengkapan dan persiapan pernikahan putri keduanya.
Leo segera menggantikan posisinya Alia mengemudikan mobilnya. Leo sangat bahagia karena berkat kehadiran Salim Kamal Asegaf di tempat pertemuannya dengan Alia sehingga, kemungkinan terbesar untuk kembali rujuk terbuka lebar.
__ADS_1
Leo tak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulilah kepada Allah SWT atas berkah kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT dengan lebih dekat bersama sang istri pujaan hatinya.
"Aku berjanji tidak akan pernah membuat hatimu kembali terluka seperti dahulu kala, mas akan melakukan segala sesuatu hal agar kamu bahagia," Leo menatap sesekali ke arah istrinya itu.