
"Maaf aku ingin membatalkan pernikahan antara kita berdua dan sebagai gantinya adalah kakakku Jinan yang akan menggantikan posisiku, karena memang di adalah orang yang Pak Kai cintai dan temui ketika di Jakarta, gadis berseragam sekolah putih abu-abu yang dulu menolong bapak adalah bukan aku tapi kak Jinan," jelasnya Jihan seraya membungkukkan tubuhnya sedikit untuk memohon kepada Kaisan.
Kaisan malah terus tersenyum saking terkejutnya mendengar perkataan dari Jihan.
"Aku tidak mungkin menikah dengan pria yang dicintai oleh kakakku sendiri, lagian aku terpaksa menerima lamarannya pak Kaisan karena aku tidak ingin sepupu ku masuk penjara dan calon anaknya tidak memiliki ayah, karena itulah aku memutuskan untuk menerima lamarannya bapak," ungkap Jihan lagi.
Kaisan mengusap wajahnya dengan gusar saking paniknya dan terkejutnya mengetahui, jika dia salah lamar anak gadis orang lain.
"Astaghfirullahaladzim berarti yang aku temui di mall dan di Jakarta dan di depanku ini adalah dua orang yang wajahnya sangat mirip,tapi orangnya berbeda," imbuhnya Kaizan.
Jihan menganggukkan kepalanya itu," yoi tepat sekali apa yang Pak Kai katakan, kalau gitu apakah rencana pernikahan kita boleh dibatalkan saja?" Tanya Jihan dengan penuh harap.
Jihan meraih kedua genggaman tangannya Kaisan yang berdiri di depannya itu di tengah-tengah kafe yang semakin ramai saja dipadati oleh pengunjung sore hari itu.
"Aku meminta padamu untuk membatalkan rencana pernikahan dan pertunangan kita esok hari. Aku tidak ingin menyakiti hati kakakku dan juga tidak mungkin bahkan mustahil aku menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai," ungkapnya Jihan dengan menggebu-gebu saking eksaitik nya mengatakan yang sejujurnya.
"Tapi, permintaan aku sepertinya tidak bisa menggagalkan rencana permohonan kita dan sekedar informasi pertunangan besok akan terus tetap terjadi!" Tegasnya Kaisan.
Jihan membelalakkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Kaisan, padahal dia sudah yakin dan bergembira karena rencananya seratus persen bakal terlaksana dengan sukses.
"A-nu a-pa kenapa Pak Kaisan tetap ingin melanjutkan pernikahan kita ini, bukannya saya sudah menjelaskan bahwa saya bukan gadis remaja yang pernah menolong Pak Kaisan ketika mobilnya mogok di tengah jalan, tapi dia adalah kakak kembarku yang wajah kami sangat mirip," ucapnya sendu Jihan.
Jihan melangkahkan kakinya ke tempat duduknya seraya berjalan lunglai lemas dan loyo ke arah kursi yang didudukinya semula.
Kaisan tertawa dalam hatinya melihat apa yang terjadi kepada gadis periang dan ramah itu.
__ADS_1
"Apa yang harus aku katakan kepada bang Gamaliel jika aku menikahi pria lain? Aku tidak mungkin mengkhianati cinta kami berdua hanya karena kesalahpahaman ini," lirihnya Jihan yang langsung menangkupkan kedua tangannya itu dan melipatnya ke atas table yang dipilihnya sebelumnya itu.
Anak ini lucu juga, untungnya dia mengatakan dan menjelaskan kepadaku mengenai siapa sebenarnya dia dan gadis kecilku bukanlah dirinya,jika tidak aku akan hidup dalam kubangan penyesalan.
Tapi, aku mau bermain sejenak dengannya karena aku senang dan nyaman bersamanya. Entah dengan Jinan apa kah dia juga mampu membuatku hatiku nyaman dan betah berlama-lama dengannya.
Jihan diam-diam menitikkan air matanya itu, karena ternyata upaya dan usahanya gagal total.
"Kalau aku tau bakal seperti gini jadinya, aku tidak akan menerima lamaranmu Pak Kaisan Al-ayyubi Haitan," sungutnya Jihan yang masih menutupi wajahnya dengan kedua lengannya yang terlipat di atas meja.
Kaisan berusaha untuk menahan gelak tawanya dengan segera mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
Ya Allah sampai segininya anak ini menolak menikah denganku. Apa sejelek dan tidak pantaskah diriku ini bersanding dengannya.
Jihan Yuanni Ulli mendengar perkataan dari Kaisan spontan mendongakkan wajahnya ke arah Kaisan dengan buliran air matanya yang terus menetes membasahi pipinya itu.
Jihan menggeleng kepalanya itu ketika Kaisan telah selesai berbicara," Pak Kaisan itu sangat ganteng, tapi lebih gantengan Papa Kabir Kasyafani dan abangku Gibran Mahenza. Kalau masalah kaya itu sungguh papaku lebih kayalah dari bapak, tapi yang jadi masalahnya adalah saya tidak mencintai Bapak, itu yang jadi masalah dan tua itu tidak jadi masalah buatku sih hanya saja," ungkapnya Jihan yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya itu.
Waduh ini Jihan kalau ngomong terlalu serius juga. Kenapa meski mengatakan yang sejujurnya di depanku kan aku jadi tidak pede kalau gini.
"Kalau gitu kamu menentang pernikahan kita karena apa?" Tanyanya Kaisan dengan berusaha untuk serius tapi kelihatannya santai dan enjoy walau dalam hatinya dongkol mendengar kejujuran Jihan.
Awalnya Jihan sempat ragu-ragu, tapi demi kebahagiaan mereka bersama. Dia terpaksa harus mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi, tidak boleh ada yang ditutupi lagi dan tetap harus maju pantang mundur untuk menjelaskan kronologis alasan penolakannya.
"Karena aku mencintai pria lain dan kami sudah berjanji untuk menikah sepulang aku dari London UK," terangnya Jihan.
__ADS_1
Sepertinya nama itu pernah aku dengar sebelumnya, tapi dimana yah? Aku yakin dengan sangat jika laki-laki yang bernama Gamal Audrey pernah aku temui beberapa kali.
Aku akan mencari tahu siapa pria ini, karena entah kenapa aku berasa ada yang tidak beres dan janggal dengan hubungan mereka.
Jihan tanpa sadar langsung membayangkan wajahnya Gamal sang pujaan hati yang sudah hampir tiga tahun menjalin hubungan backstreet dan LDR-an long distance relationship dengan lengkungan dibibirnya saking bahagianya bayangan kekasihnya terlintas dalam benaknya itu.
"Wooo sungguh cinta yang sangat mengesankan dan berharga. Jadi apa keputusanmu sudah final untuk menolak menikah denganku?" Tanyanya Kaisan lagi.
"Iya aku tidak ingin menikah denganmu dengan berbagai alasan yang sebelumnya sudah aku jelaskan lebih detail dan terperinci," tegasnya penuh keyakinan dari Jihan.
"Kalau gitu baiklah, ijinkan aku bertemu dengan kakakmu yang bernama Jinan. Karena aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama yaitu melamar perempuan yang tidak mencintaiku dan aku ingin perempuan itu kakakmu menerimaku apa adanya dan mencintaiku setulus hatinya tanpa ada embel-embel apapun dibalik semuanya hanya atas dasar cinta yang tulus," pintanya Kaisan.
Jihan akhirnya bisa juga bernafas lega dan bersyukur karena rencananya sukses.
"Yes, syukur alhamdulilah makasih banyak ya Allah aku berhasil!" Ucapnya Jihan yang saking gembiranya hingga memperlihatkan kebahagiaannya dengan senyuman terlebar dan termanisnya itu.
Jihan hendak berdiri dari duduknya dan ingin memeluk Kaisan menumpahkan segala kebahagiaannya, tapi segera tersadar ketika melihat siapa pria yang berada di depannya bukan kakak atau daddynya itu.
"Kalau gitu aku pamit pulang Pak Kaisan dan aku pastikan hari ini kamu dan kak Jinan akan bertemu dan berbicara banyak agar besok kalian berdua lah yang akan menikah bukan aku," ucap Jihan dengan hatinya yang bahagia dengan kesuksesan rencananya itu.
Jihan hendak berdiri dari duduknya, tapi segera dicegah oleh Kaisan.
"Apa sebaiknya kamu minum atau makan dulu makanan dan minuman yang aku sudah pesan untukmu karena gak enak kalau dibuang itu sama saja mubasir," pintanya Kaisan.
Jihan menengadahkan kepalanya ke arah sepiring kue cantik dan lezat serta segelas minuman dingin paling populer yang diminati oleh pengunjung kafetaria tersebut.
__ADS_1