Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 58. Bos


__ADS_3

"Jingga Aurora Ainah Zain Pratama!" Teriaknya Lutfi Khaer.


Ya Allah panjang bener yah namanya malah hampir mengalahkan panjangnya rute jalan tol Jagorawi hehehe.


Jingga yang disapa oleh seseorang pria segera mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


Jingga yang baru menyadari bahwa pria yang berteriak memanggil namanya di tengah-tengah acara engagement adiknya itu segera tersenyum lebar melihat pamannya berada d dalam rumahnya.


"Paman Lutfi Khaer!" Balasan teriak pula dari Jingga yang sudah mengangkat ujung gaun kebaya modernya itu menuju Sasmita Larasati dan Luffy yang berdiri dengan senyuman hangat dan ramah menunggu kedatangannya itu.


Jingga berlari-lari kecil hingga saking bahagianya sampai-sampai tidak melihat arah jalan yang dilaluinya itu sehingga ia menabrak tubuh seorang pria.

__ADS_1


"Aauh!! Tidak!" Pekiknya Jingga yang tubuhnya hampir oleng ke kanan untungnya ada tangan pria yang cepat tanggap dan sigap bertindak cepat untuk menolongnya.


Jingga yang tubuhnya tertarik sudah berada di dalam pelukan seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Jingga menutup matanya karena baginya ia sangat takut terjatuh dan tersungkur hingga akan dicap terlalu cinta tanah air.


"Kamu tidak apa-apa kok, jadi tidak perlu memeluk tubuhku seperti ini juga," cibirnya sang pria yang sedikit kesal karena tubuhnya ditabrak oleh perempuan yang sedikit ceroboh.


Jingga yang mendengar perkataan kasar dari mulut pria itu segera melepaskan pelukannya di tubuh sixpack pria tersebut yang kira-kira seumuran dengan calon adik iparnya.


Jingga menatap tajam ke arah dalam kedua pasang bola matanya pria tersebut, tapi entah kenapa ia merasa melihat bola mata seorang pria yang selalu dirindukannya. Sosok laki-laki itu beberapa hari belakangan ini tidak pernah lagi menelpon ataupun memberikan kabar apapun itu. Walau hanya sekedar berbasa-basi saja.


"Ya Allah kenapa mata itu mengingatkan aku dengan mas Abdil Pramudya, apa hanya mirip saja atau kah efek aku terlalu merindukannya, tapi sudah hampir dua bulan sudah tidak pernah mengabarikue, terakhir mas Abdil kirim pesan chat katanya jangan pernah takut atau mencemaskan tentang hati dan perasaannya padaku, katanya hingga maut cintanya masih tetap untukku hingga ke dunia lain,"

__ADS_1


Jingga segera menggelengkan kepalanya dan tidak ingin menyamakan persepsi jika pria kasar dan arogan ini adalah Abdil Pramudya sang pujaan hatinya yang sedang kuliah di luar negeri tepatnya di Amerika serikat USA.


Jingga menundukkan kepalanya ke hadapan pria yang berhasil membantunya tanpa pamrih," maafkan saya sekali lagi, saya terlalu bahagia melihat kedatangan paman saya sehingga saya tidak melihat kondisi jalan yang aku lewati,"


"Jingga apa kamu tidak apa-apa kan Nak?" Tanyanya Lutfi sembari memeriksa kondisi dari Jingga yang tidak apa-apa sebenarnya.


Lutfi sangat khawatir sehingga melupakan kondisi sekitarnya. Karena ia terlalu khawatir dan cemas dengan keponakan pertamanya itu.


Jingga tersenyum simpul menanggapi perkataannya Lutfi pamannya itu," aku tidak apa-apa kok Paman,hanya saja saya tidak enak hati dengan orang yang telah berkorban menolongku," ucap Jingga yang sebenarnya sangat kesal dengan sikap pria itu. 


Luthfi mendongakkan wajahnya ke arah Pria yang dimaksudkan oleh Jingga, Lutfi segera tersenyum melihat siapa pria yang berdiri di depannya itu.

__ADS_1


"Bos Guntur Aswin Nasution!" cicitnya Pak Lutfi.


__ADS_2