
Senja mungkin merasa dirinya adalah wanita yang paling bahagia malam ini. Karena mendapatkan begitu banyak kebahagiaan dalam semalam.
Senja menjadi wanita yang paling beruntung dengan begitu banyak curahan kasih sayang yang mereka dapatkan. Begitu banyak sanak saudara, kerabat dan keluarga jauh serta sahabat-sahabatnya.
Senja dan Kabir diner bersama hanya berdua saja tanpa ada orang lain. Mereka menikmati makan malam romantis mereka untuk pertama kalinya selama dalam pernikahannya.
Sedangkan para tamu undangan sudah masuk ke dalam kamar masing-masing dan ada yang kembali ke resort terdekat yang sudah mereka tempati sejak kedatangan mereka.
Kabir menyuapi makanan ke mulutnya Senja, begitupun sebaliknya yang dilakukan oleh Senja dia juga menyuapi makanan untuk Kabir melalui tangannya.
"Sejujurnya aku tidak tahu harus ngomong apa sama abang, aku terlalu malu dengan sikap bar-bar aku, sebenarnya aku tidak…" ucapannya Senja terpotong karena Kabir menyuapi sepotong cake yang sangat enak tanpa aba-aba.
Umgh… augh…
Senja menepuk lengan suaminya itu dengan lembut. Tapi matanya melotot saking kesalnya dengan sikapnya Kabir yang sedang berbicara tapi,malah diganggu dengan dipaksa makan kue kesukaannya.
"Aahh!," Ucapnya Kabir yang berpura-pura mengeluh kesakitan.
__ADS_1
Senja hanya memutar bola matanya jengah melihat lelucon suaminya yang sungguh garing dimatanya.
"Ish lebay banget, dipukuli pelan seperti itu sudah ngeluh sakit untungnya aku enggak tabok kepalanya abang dengan piring ini," gertaknya Senja dengan mengangkat sebuah piring berisi cake yang paling disukai oleh Senja.
"Kalau gitu kita segera habiskan makanannya sayang, aku tak ingin kau masuk angin apalagi dalam keadaan hamil seperti ini," ucapnya Kabir yang sudah berdiri lalu memberikan jasnya langsung ketubuhnya Senja.
Senja yang diperlakukan begitu manis, seolah ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya sampai membuat hatinya berbunga-bunga dan pipinya merona memerah.
Senja mendongak menatap suaminya yang memakaikan jasnya ke tubuhnya Senja. Senyuman spontan terukir di sudut bibirnya Senja yang semakin menambah kadar kecantikannya.
Kabir tanpa permisi sebelumnya langsung menggendong tubuhnya Senja ala bridal style. Senja ingin berteriak, tapi ia menahan teriakannya dengan mengigit bibir bawahnya dengan tipis.
"Kenapa meski ditahan sayang, berteriak kencang saja! Tidak bakal ada yang marah, komplen ataupun protes dengan apa yang akan kita lakukan malam ini," ucapnya ambigu Kabir.
Senja menempelkan pipi kanannya ke dada bidangnya Kabir yang hanya memakai kemeja berwarna putih polos.
"Abang ijinkan aku seperti ini, aku ingin mendengar detak jantungnya abang,"ujarnya Senja.
__ADS_1
Kabir menahan rasa capeknya dan berat bobot tubuhnya Senja yang cukup berat dengan hamil calon anak kembarnya.
"Kalau menurut kamu bagaimana dan apa yang bisa kamu dengar dari debaran dan detak jantungku ini? Apakah kamu bisa membacanya?" Tanyanya Kabir yang sangat pintar mengatur nafasnya sehingga dia tidak terlalu ngos-ngosan yang menggendong tubuhnya Senja hingga beberapa meter perjalanan mereka.
"Aku jawab jujur atau pake boong saja?" Tanyanya balik Senja yang kedua pipinya terasa panas dan jika diperhatikan dengan seksama pasti akan memperlihatkan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus saja.
"Kalau pakai bohong, lebih baik kamu diam saja dan kamu nikmati saja debaran jantungku ini, karena aku yakin apa yang akan kamu katakan padaku tidak lain adalah jika kamu sangat mencintaiku bahkan hembusan nafasmu terukir namaku disana, hembusannya hanya ada aku disana,"
Senja mendengarkan apa yang dilakukan oleh Kabir suaminya. Keduanya seperti layaknya pengantin baru saja. Padahal sisa tiga bulan lagi mereka akan menjadi orang tua dan sapaan mereka akan berubah menjadi daddy dan moms.
Sedangkan Aswin Nasution menatap ke arah langit, hingga senyuman manisnya Jingga seperti tersenyum padanya.
Aku melihat kamu seperti enggan untuk menyambut uluran tanganku. Aku merasa jika kamu belum siap untuk menerimaku sebagai suamimu.
Apakah aku memang tidak sanggup untuk menggantikan pria yang bernama Abdil Pramudya, pria yang berjasa besar padaku yang telah mendonorkan kornea matanya dengan cuma-cuma.
Entah sampai kapan aku bisa menggantikan posisinya di dalam hatimu, hanya ada aku seorang bukan pria lain.
__ADS_1