Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 168


__ADS_3

"Oke aku tunggu kamu ditempat biasa, satu jam dari sekarang aku akan segera datang ke sana, ingat jangan sekali-kali ada orang yang curiga dan mengetahui apa yang kita lakukan,"


Kabir segera mengakhiri percakapan lewat telponnya, setelah dia mendengar dan merasakan ada suara deru langkah kaki. Kabir pun menghapus jejak panggilan keluarnya yang paling terakhir.


Kabir tidak ingin ada orang yang mengetahui apa yang dilakukannya itu.. Kabir berjalan ke arah meja kerjanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Ceklek…


Suara kenop pintu diputar oleh seseorang dari arah luar. Terbuka lebar dan masuklah seorang perempuan yang memakai pakaian santai dengan memakai hijab berwarna peach blossom yang sangat cocok dengan warna kulit pipinya itu.


Senja tersenyum simpul ketika melihat suaminya masih dalam mode duduk di depan laptopnya tanpa berhasil sedikitpun.


"Hemph, suamiku sepertinya sangat serius bekerja, sampai-sampai kedatangan istri yang paling cantik seperti saya ini sama sekali tidak di tatap sedikitpun dan dicuekin malah," candanya Senja.


Senja yang tersenyum lebar ke arah suaminya itu seraya membawa sebuah nampan berisi beberapa gelas dan piring kue yang isinya terdapat beberapa macam kue.


Kabir hanya tersenyum tipis kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya kembali. Dia biasanya akan segera menyambut kedatangan Senja dengan pelukan hangatnya,tapi saat ini berbeda seperti yang sering kali dilakukannya itu. Keningnya Senja berkerut dan merasa ada keanehan pada suaminya itu.


Apa yang terjadi padamu bang,apa terjadi sesuatu di perusahaan sehingga kami mendiamkan aku seperti ini.


Hanya senyuman pelit yang sangat tipis kamu perlihatkan padaku. Aku merasakan kamu hari ini berbeda dengan biasanya.


Senja merasakan curiga dan keanehan, tapi pikiran negatif dan jeleknya segera ditepis olehnya.


Astauhfirullah aladzim, mungkin ada masalah dengan pekerjaannya Abang sehingga bersikap cuek padaku.


Senja menaruh nampan itu ke atas meja nakas yang tidak jauh dari meja kerjanya Kabir.


"Aku buatkan kue ringan dan kopi seperti yang Abang paling suamiku sukai," imbuhnya Senja.

__ADS_1


Senja segera berjalan ke arah Kabir dan hendak bermanja-manja dengan memeluk dari belakang tubuh kekarnya Kabir,tapi Kabir secepatnya menepis tangannya Senja dan segera bangkit dari posisi duduknya itu.


"Maaf jangan seperti ini, Abang sangat pusing karena ada beberapa hal yang harus segera aku selesaikan, kamu istirahat lah ingat kamu sudah seharian bekerja dan menemani Mama, kamu tidur lebih duluan sana," tolaknya Kabir dengan halus karena tidak ingin membuat Senja sedih atau banyak pikiran dengan ucapannya itu.


Kabir ketika berbicara dengan istrinya dia sama seperti enggan untuk menatap langsung kedalam matanya. Senja segera berlalu dari hadapan suaminya, padahal dia ingin memanfaatkan waktu luang bersama dengan suaminya kebetulan suaminya itu tidak bepergian ke Luar negeri atau pun menghadiri rapat penting.


Senja berjalan ke arah ranjangnya untuk bersiap tidur tapi, sesekali melirik sekilas ke arah suaminya yang sudah serius menatap layar komputernya.


Aku ingin melihat apa dia tetap tidak bergeming dari tempat duduknya jika aku berganti pakaian di dalam sini.


Rencana dan siasatnya Senja segera dia lancarkan untuk mengetes sejauh mana suaminya berdiam diri tanpa peduli padanya.


Senja membuka pakaiannya di depan suaminya itu walau jarak keduanya cukup jauh, tapi ketajaman penglihatannya Kabir tidak bisa menghalanginya untuk melihat body mulus, seksi, bah*nol, mont*k dan kinclong layaknya body gitar Spanyol sekitar lima bulan lalu sebelum dia hamil seperti itu penampakan dirinya.


Tetapi, sekarang semakin membuat Kabir semakin klepek-klepek dengan bentuk tubuhnya selama hamil. Senja membuang satu persatu pakaian yang dipakainya sebelumnya menutupi t*buhnya itu.


Hingga Kabir mau tidak mau memperhatikan apa yang dilakukan oleh Senja secara diam-diam.


Senja diam-diam pun melihat reaksi dan respon suaminya dari balik cermin hiasnya itu. Dia terkikik melihat raut wajahnya Kabir yang memerah menahan godaan yang sudah merasuki dadanya itu hingga jakunnya naik turun, belalai gajahnya yang terkungkung dalam sana mulai merespon dengan baik dan lancar.


Astaughfirullahaladzim kalau seperti ini pria mana yang akan sanggup menahannya, aku tidak tahan lagi yah Allah.


Kabir mengerang keras dalam hati dan benaknya, karena dia tidak ingin ketahuan sedang apa yang dilakukannya saat ini.


Kabir memegangi belalai gajahnya dibawah sana yang semakin mengeras karena disuguhi dengan pemandangan yang sungguh membuat pergolakan dalam benak, hati,jiwa dan raganya Kabir.


"Argh!! Kenapa juga harus bangkit dari tidurnya, dan ukurannya bertambah besar hingga celanaku terasa sesak, andaikan aku tidak punya tugas aku akan langsung menerkam t*buh istriku!?"


Senja tersenyum penuh maksud melihat situasi kondisi yang terjadi pada diri suaminya itu. Ia tidak habis pikir jika semua kaum hawa jika melihat yang transparan apalagi disuguhi secara sadar, pasti reaksinya akan sangat berbahaya bagi kaum hawa.

__ADS_1


Kenapa meski juga kamu harus bangun dalam situasi semacam ini, aku tidak sanggup lagi ya Allah... ini sungguh sangat sulit aku lakukan!


"arghh!! Kabir memegangi belalainya yang terus berontak ingin melepaskan diri dan lolos dalam kurungannya.


aku mau lihat, apakah Abang bisa menahannya, kalau mampu Alhamdulillah tidak akan ada wil wanita lain dalam hubungan pernikahanku dengan bang Kabir Kasyafani.


Kabir mengelus wajahnya dengan gusar sambil mengelus dengan penuh kelembutan dibagian paling bawahnya agar segera kembali tertidur.


"Brengs*k!! kenapa juga dalam keadaan seperti ini, istriku bersikap aneh, tunggu esok hari baru aku akan menghajar kamu Senja Starla Airen Zain kamu akan mengakui kehebatan ku!" kesalnya Kabir yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya sendiri.


Senja berjalan berlenggak-lenggok ke arah dalam kamar mandi tanpa memakai sehelai benang pun yang melilit dan menutupi keseluruhan tubuhnya itu.


Kamu tahu rasa sekarang! ini adalah akibatnya berani menolakku, mendiamkan aku dan cuek. hahaha andaikan bisa aku akan tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya yang sungguh sangat lucu.


Aku lihat wajahnya yang memerah padam itu menandakan dia berusaha menahannya.


Hahaha kamu sangat lucu bang,kalau seperti ini bisa-bisa besok-besok aku akan mempermainkan abang aku terlalu happy lihat wajahnya yang seperti itu menahan sesuatu yang seperti akan meletus saja.


Senja setelah puas membuat suaminya ketar ketir dan tidak berdaya, dia segera berjalan berlenggak-lenggok ke arah kamar mandinya itu.


Kabir menatap intens ke arah kamar mandi, barulah bisa bernafas lega setelah kepergian istrinya itu.


Aku harus segera ke kamar tamu yang ada disebelah, semoga saja aku tidak ketahuan oleh orang rumah jika aku memakai toilet di sebelah.


Kabir terpaksa harus melakukan olahraga tangan dan bermain solo karir, karena ada yang tidak boleh dia melampaui batasannya sehingga mau tidak mau dia harus segera menuntaskan sendiri hasr*tnya sendiri.


Kabir sangat frustasi karena harus kembali bermain solo karir seperti beberapa bulan yang lalu dilakoninya ketika bertengkar dengan Senja. Setiap kali teringat dengan Senja maka tiang benderanya akan berdiri dan berkibar tegak.


"Aku harus berusaha untuk menahan segalanya agar semuanya berjalan lancar dan terkendali, aku harus banyak memiliki stok kesabaran kalau seperti ini," keluhnya Kabir yang sudah duduk di atas closed duduknya itu.

__ADS_1


Senja tertawa terpingkal-pingkal di dalam kamar mandi sambil mengguyur sekujur tubuhnya dengan air hangat malam itu.


"Pasti Abang Kabir sudah keluar, entah malam ini apa dia akan tertidur pulas atau malah akan terbayang dengan apa yang akan aku perlihatkan lagi, memang suamiku pria tahan godaan dari perempuan lain tapi jika melihatku akan gelagapan seperti ini," cicitnya Senja.


__ADS_2