Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 133. Pertolongan Pertama


__ADS_3

Senja yang baru saja duduk dalam hitungan detik terkejut melihat pria yang sangat mirip dengan suaminya.


Tapi baru sepersekian detik menghempaskan bokongnya ke atas kursi besi, sudut ekor netra hitamnya melihat pria yang sudah hampir tiga bulan tidak dilihatnya bersama dengan seorang perempuan.


Senja spontan berdiri dari duduknya itu dan bibirnya bergetar hebat, dadanya bergemuruh, kedua bola matanya berembun hingga menghasilkan cairan bening yang siap keluar melalui sela kelopak matanya.


"Itu pasti bukan suamiku! Mana mungkin suamiku bersama dengan perempuan hamil!?" Lirihnya Senja sembari meremas ujung pakaiannya itu.


"Bang Kabir! Tapi mungkin aku salah lihat saja, aku yakin itu bukan suamiku, tidak mungkin dia karena bang Kabir katanya besok baru balik ke Jakarta," lirihnya Senja.


Senja berdiri dari posisi duduknya sambil terus berjalan mengikuti kemana perginya pria yang dianggap suaminya itu bersama dengan perempuan hamil yang jika dilihat dari ukuran perutnya sudah jalan ke delapan.


Senja berjalan berhati-hati karena mengingat dia sedang hamil. Sembari berjalan dengan mengelus perutnya itu yang sesekali dirasakan bergerak. Dia terus berjalan ke arah suaminya itu.


"Ya Allah semoga saja itu bukan suamiku, kenapa bisa bersama dengan seorang perempuan, apalagi perempuan itu sedang hamil besar," cicitnya Senja.


Hingga terkikis beberapa langkah saja, Senja yang sungkan untuk berteriak memanggil nama suaminya segera dilakukannya, karena ia tidak ingin menjadi penasaran dengan apa yang dilihatnya langsung.


"Bang Kabir Kasyafani Sanders!" Teriaknya Senja.

__ADS_1


Sedangkan orang yang dipanggil dengan teriakan yang cukup tinggi dan melengking itu hanya menolehkan kepalanya sekilas saja kemudian segera berlalu tanpa sepatah katapun atau tanpa senyuman.


Senja terdiam mematung ketika dugaannya tidak salah, tapi malah sangat tepat. Pria yang disapa Kabir itu memang benar adanya kalau itu suaminya.


"Astauhfirullah aladzim itu bang Kabir, karena kalau bukan bang Kabir tidak mungkin dia menolehkan kepalanya ke arahku kan? Aku yakin sekali dia adalah suamiku," lirih Senja dengan air matanya yang sudah membanjiri wajahnya.


Semakin banyak pemikiran dan pertanyaan yang muncul dalam benak dan pikirannya itu. Ia tidak menduga jika kepulangan suaminya dari New York City Amerika Serikat tau-taunya pulang-pulang bersama dengan perempuan asing yang sama sekali tidak dikenalnya itu.


Senja masih berdiri mematung menunggu suaminya itu untuk menemuinya, tapi hingga beberapa detik berlalu bahkan menit. Apa yang diharapkan Senja sama sekali tidak menjadi kenyataan.


"Bang Kabir, hiks… hiks… hatiku sangat sakit ketika aku melihatmu dengan perempuan lain, apalagi perempuan itu dalam keadaan hamil besar," gumamnya Senja.


Senja sama sekali tidak peduli dengan tatapan dari banyaknya orang yang berlalu lalang di sekitar koridor rumah sakit lorong dekat ruangan persalinan dan apotek.


Hingga beberapa orang perawat berpakaian putih mendorong bangkar melalui jalan koridor lorong rumah sakit, dimana Senja berdiri di tengah-tengah jalan yang banyak orang berlalu lalang.


"Tolong!! Minggir pasien akan segera melahirkan!" Teriaknya seorang pria yang mendorong kuat bangkar rumah sakit.


Senja yang pikirannya fokus melihat ke arah Kabir yang sudah tidak kelihatan, karena sudah berjalan masuk ke dalam ruangan bersalin bersama bumil yang sama sekali tidak dikenalnya itu.

__ADS_1


"Ibu tolong pindah kami harus cepat!" Teriak seorang wanita yang berjalan terburu-buru seraya memegangi cairan dan selang infus.


Senja yang tidak fokus dengan situasi disekitarnya dan pikirannya masih terus tertuju pada Kabir dengan wanita hamil itu. Hingga tubuhnya tersenggol sedikit dan tubuhnya oleng dan terhuyung ke arah samping kanan.


"Augh!! Aahh to-long!" Jeritnya Senja sambil benda yang digenggamnya sedari tadi terlempar ke atas.


Semua orang yang kebetulan ada di sekitar tempat itu segera bertindak cepat untuk membantu Senja. Untungnya ada tangan yang cukup panjang menarik tubuhnya Senja yang hampir saja tersungkur ke atas lantai.


Orang itu memegangi pinggangnya Senja dengan kuat hingga Senja terselamatkan. Tubuhnya Senja terputar beberapa kali hingga berada di dalam pelukan orang yang menolongnya.


"Aah bayiku!!" pekiknya Senja sambil memegangi perutnya ketika terjatuh.


Semua orang sudah terkejut setengah mati melihat Senja yang tertabrak ranjang bangkar rumah sakit. Tapi, seorang pria dengan heroik menolong Senja.


Senja yang tertarik hingga tubuhnya terputar dan berakhir dalam pelukan seseorang pria.


"Kamu dan bayimu baik-baik saja, jadi kamu tidak perlu repot-repot memelukku seperti ini!" Tegasnya pria itu.


Senja yang mendengar perkataan dari pria itu segera melerai pelukannya dari sang pria dengan tubuhnya yang masih sedikit gemetaran.

__ADS_1


Senja mendongakkan kepalanya ke arah pria itu," te-ri-ma kasih pak," ucapnya Senja dengan terbata.


Kejadian itu dilihat langsung oleh semua orang yang kebetulan berada d sekitar area lokasi kejadian termasuk dengan Kabir Khasyafani. Dia mengepalkan kepalsn genggaman tangannya dengan sangat kuat, hingga buku-buku tangannya kelihatan sangat jelas.


__ADS_2