
Semua sudah mendapatkan tiket untuk nonton dan telah duduk di kursi masing-masing.
"Kak aku ke toilet dulu yah," pamitnya Jihan.
Jinan hanya melirik sekilas ke arah adik kembarnya itu sambil menganggukkan kepalanya saking seriusnya nonton film action Jawan yang diperankan oleh aktor senior Bollywood Shahrukh Khan.
Jihan segera berjalan ke arah luar menuju toilet, tapi baru beberapa langkah kakinya melangkah menuju ke arah toilet umum, entah kenapa perasannya mengatakan ada yang mengikutinya.
Hemp, sepertinya ada orang yang mengikutiku. Tapi siapa dia dan apa motif dia mengikutiku.
Mungkin sebaiknya aku berpura-pura tidak mengetahuinya saja untuk terus memantau pergerakannya.
Hingga terlihatlah tulisan toilet umum yang cukup sepi dikunjungi oleh pengunjung hari itu.
Tumbenan sepi dijam seperti ini, apa memang sudah terlalu banyak toilet umum dibangun di mall ini sehingga, toiletnya sudah kosong melompong.
Jihan terus berjalan ke arah dalam dan hanya ada satu kamar toilet yang tertutup.
Aku kira enggak ada penghuninya satupun ternyata ada. Hingga suara seseorang yang berbicara sangat pelan terdengar hingga ke telinganya. Jihan bukannya masuk ke dalam salah satu bilik toilet, malahan berusaha mencuri dengar apa yang orang bicarakan di dalam sana.
Jihan masuk ke dalam bilik kosong melompong tepat di sebelahnya dan menempelkan telinganya ke dinding hingga suara seseorang terdengar dengan begitu jelas di indera pendengarannya itu.
Aku kira hanya seorang saja,tapi tunggu dulu itu suara cewek dan cowok. Astauhfirullah aladzim apa yang mereka lakukan di dalam sana? Ini kan tempat umum. Kenapa mereka berani sekali berbuat aneh-aneh.
Jihan menepuk jidatnya ketika tersadar disini adalah London Inggris UK. Apapun bisa orang-orang lakukan yang normal hingga ubnormal bisa terjadi dengan mudahnya.
"Aku hamil hiks… hiks.. aku positif hamil kak," ucapnya suara perempuan itu.
"Gugurkan saja dulu,kita ini masih kuliah. Nanti selesai kuliah barulah aku melamarmu," tukasnya sang pria.
"Tapi, gimana caranya aku gugurkan bayi ini sayang! Usia kehamilanku ini sudah masuk lima bulan," ucapnya cewek itu dengan nada suara yang cukup tinggi.
Cowok itu mengusap wajahnya dengan gusar," yang jelas kamu harus gugurkan, aku tidak mau tahu apapun alasannya kamu harus buang dan b*nuh janin yang ada di dalam kandungan kamu ini!" Kesalnya sang cowok.
"Tapi,kita sudah berdosa kalau digugurkan lagi ini semakin membuat dosa kita bertambah banyak, kamu ingat kan ini ketiga kalinya aku hamil anakmu," ungkapnya cewek tersebut seraya meraih tangannya sang kekasih.
Jihan menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar percakapan kedua orang yang belum diketahuinya siapa itu.
__ADS_1
Ya Allah… tiga kali hamil di luar nikah? Ini tidak mungkin! Kalau aku jadi kelurganya tuh cewek aku pasti sudah paksa cowok itu bertanggung jawab apapun yang terjadi.
Jihan mengepalkan tangannya saking marahnya mendengar perkataan dari cowok itu.
Pria itu menunjuk ke arah tepat di wajah kekasihnya dengan tatapan matanya yang cukup tajam,"Terserahlah kamu saja, tapi ingat jika kamu tidak mengugurkannya hubungan kita cukup sampai disini!" Ancamnya cowok itu dan segera berjalan meninggalkan perempuan ini dengan air matanya yang sudah beranak sungai.
"Kak, aku bisa dibunuh oleh papaku jika mereka mengetahui apa yang sudah aku lakukan," ratapnya cewek cantik itu yang kemudian terduduk di atas closed.
Prang..
Pemuda itu menutup pintunya dengan sangat kuat hingga terdengar bunyi yang begitu nyaring.
"Ahh!" Jeritnya sang cewek seraya menutup telinganya.
Jihan segera menyelesaikan ritualnya Du dalam kamar mandi dan segera bergegas untuk mengecek siapa perempuan yang ada di bilik sebelah.
Aku harus melihat siapa perempuan itu, hingga Jihan terburu-buru ke luar ingin melihat siapa prianya.
Ya Allah kenapa seperti aku mengenali suara sang pria brengsek dan luknut itu!
Jihan segera keluar, tapi sudah terlambat karena hanya melihat siluet cowok itu dengan sekilas. Tapi, Jihan sangat hafal warna dan modelnya pakaian yang dipakai pemuda itu.
Jihan melangkahkan kakinya menuju ke arah sebelah dan melihat perempuan berambut panjang hitam legam terurai sedikit berantakan. Dia ingin mendekati perempuan muda itu, tapi dia terlambat karena sang gadis hanya menatap nanar ke arah Jihan dan segera mempercepat langkahnya menuju pintu keluar dengan air matanya yang masih menetes membasahi pipinya.
"Hey! Tunggu! Aku bukan orang jahat! Please jangan berlari!" Teriaknya Jihan.
Jihan juga ikutan berlari untuk mengejar perempuan muda itu tapi upayanya harus gagal, karena tepat di belokan dia menabrak tubuh seorang pria yang memakai masker.
"Ahhh!!" Pekiknya Jihan.
Untungnya pria yang menabrak Jihan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya dengan menarik tangannya Jihan sebelum terjatuh.
Tubuhnya Jihan yang tertarik itu kembali menabrak tubuh tegap, jangkung nan tinggi itu khas orang Eropa. Hingga keduanya saling bersentuhan dan tidak ada jarak pemisah diantara mereka.
"Tolong! Lepaskan tangan Anda dari tubuhku!" Ketusnya Jihan.
Pria itu spontan melepaskan pegangan tangannya di pinggang rampingnya Jihan hingga tubuhnya terjatuh ke atas lantai.
__ADS_1
Bruk…
"Augh!!" Jeritnya Jihan.
Pria itu segera meninggalkan tempat tersebut setelah Jihan terjatuh bebas ke atas lantai keramik tanpa peduli dengan tatapan tajam melotot matanya Jihan.
"Hey!! Stupid, tolol, bego!" Segala umpatannya Jihan dikeluarkannya untungnya memakai bahasa Indonesia sehingga tidak ada yang mengurusi apa yang dikatakan oleh Jihan.
"Gadis yang aneh, tapi sayangnya cantik." Seringai licik terbit dari sudut bibirnya itu.
Pria itu terus melenggang pergi meninggalkan Jihan yang masih terduduk di atas lantai dengan tatapan permusuhannya.
"Semoga besok dan seterusnya kita tidak akan bertemu lagi! Dasar laki-laki idiot!" Geram Jihan.
Raysa, Jinan dan Delila sudah mencemaskan keadaannya Jihan karena sudah cukup lama belum balik juga dari toilet.
"Astaughfirullahaladzim apa yang terjadi pada Jihan, sudah hampir setengah jam belum balik juga dari toilet," ucapnya Giska Inayah yang mencemaskan sahabatnya itu.
"Iya nih, kenapa lama banget apa Jihan buang air apa perutnya sakit hingga belum balik juga," cercanya Raisa Andriana.
"Kalian tenang saja,dia bakal balik kok," sahutnya Jinan yang cukup santai.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Jinan yang tipe perempuan cuek dengan apa yang terjadi dalam sekitarnya, apalagi dia sudah tau adiknya tipe perempuan yang pemberani dan tangguh.
Alif Naufal yang baru saja datang menjadi sorotan dan ditatap sedemikian rupa oleh ketiga perempuan itu.
"Lif, kamu dari toilet atau dari lari maraton sih?" Tanyanya penuh selidik Giska.
"Iya kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan? Lihatlah tubuhmu berkeringat seperti itu! Kayak habis di kejar hantu saja," timpalnya Iqbal.
"A-nu a-ku tidak apa-apa kok, hanya saja perutku mules," Alief berkilah.
"Lucu yah, katanya perutnya mules tapi megangnya bagian kepala!" Sarkasnya Ocean.
Alif menjadi salah tingkah karena kali ini alasannya cukup tidak masuk akal saking grogi dan takutnya ketahuan dengan apa yang barusan terjadi.
Semoga saja Jihan tidak mengenaliku ya Allah..hem bisa gawat kalau Jihan melihatku tadi di toilet.
__ADS_1
"Aku terlalu kesakitan jadi aku salah pegang," sanggahnya lagi Alif yang berharap rahasianya tidak terbongkar.