Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 68. Keterbukaan Kabir


__ADS_3

Senja saking larutnya dalam pikirannya sehingga tidak menyadari jika sedari tadi calon suaminya itu menelponnya berulang kali. Bahkan sudah sampai puluhan kali ia menelpon tapi hasilnya masih sama. Senja tidak menggubris telponnya itu.


"Apa sebaiknya aku langsung menghubungi nomor ponselnya Tante Aliah saja atau Pak Leo yang mungkin juga ada di sana,ah sebaiknya calon papa mertua saja karena kalau mamanya Senja takutnya membuat dia semakin khawatir saja," gumamnya Kabir Kasyafani Sanders.


Kabir segera menghubungi nomor ponselnya Leo Carlando Zain calon ayah mertuanya itu. Kabir akhirnya bisa tersenyum setelah mendengar perkataan dari Leo langsung.


"Senja mungkin sudah ketiduran Nak, makanya dia tidak sempat mengangkat telponnya kamu, kalau bisa kamu telpon besok pagi saja lagian sehari lagi kalian akan bersatu menjadi suami istri jadi bersabarlah Nak," ucapnya Leo lagi yang tersenyum tipis.


Leo duduk di salah satu sofa bersama dengan perempuan yang sangat dicintainya itu. Aliyah hanya menyaksikan apa yang dikatakan oleh Leo kepada calon menantunya itu tanpa berniat untuk ikut campur atau menimpali percakapan kedua pria beda generasi tersebut.


"Oh gitu yah Om, tapi kondisi Senja baik-baik saja kan karena tadi aku chat hanya dibaca saja enggak dibalas, takutnya Senja ikut sedih dan berlarut-larut dalam kesedihan saudarinya juga," ucapnya Kabir yang sangat jelas terlihat jika dia mengkhawatirkan kondisi Senja.


Leo kembali tersenyum simpul," alhamdulilah makasih banyak Nak kamu sungguh sudah perhatian terhadap Senja, tapi Om jamin insha Allah Senja dalam kondisi baik-baik saja kamu tenang saja yang paling penting persiapkan diri dan mental kamu karena lusa kamu akan menikah dengan putriku," imbuhnya Leo lagi.


Kabir pun tersenyum dibalik telponnya itu sambil memandangi figura yang cukup besar yang terletak di dinding kamarnya itu. Siapa lagi foto kalau bukan gadis pujaan hatinya sekaligus anak didiknya di kampus yang usia mereka cukup terpaut jauh yaitu delapan tahun.


"Iya Om, makasih banyak atas masukannya dan juga nasehatnya, tapi ngomong-ngomong aku ingin menyampaikan kepada Om jika saya mengucapkan makasih banyak karena sudah mengijinkan saya untuk menikahi salah putri kembarnya Om yaitu Senja Starla Airen, saya tidak mampu berucap kata-kata indah ataupun merangkai perkataan yang manis, tapi hanya satu hal yang perlu Om ketahui jika cintaku pada Senja sungguh besar dan putri Om adalah nyawa,ruh dalam hidupku." Ungkapnya Kabir secara blak-blakan tanpa peduli dengan images nya lagi ketika berbicara seperti itu hanya khusus di depan calon mertuanya saja.


"Alhamdulillah Om sangat gembira dan tenang mendengar perkataanmu Nak Kabir berarti Om tidak salah menyetujui lamaranmu yang disampaikan oleh kedua orang tuamu bersama nenekmu nyonya Claudia, bahkan saya mengatakan bahwa Senja sangat bersyukur dan beruntung memiliki calon suami seperti kamu ini," ujarnya lagi Leo.


Leo tak henti-hentinya menggenggam tangannya Aliah bahkan sesekali Leo mengecup punggung tangannya Aliah tanpa peduli dengan tatapan mata dari beberapa orang yang melihatnya karena mereka masih sibuk mengurus sisa persiapan akad nikahnya Senja.


Alia yang diperlakukan seperti itu hanya tersipu malu mendapatkan perlakuan istimewa dari suaminya itu. Ia tidak menduga jika Leo akan semakin romantis setelah perpisahan mereka setelah sekian lamanya. Perpisahan hampir sebelas tahun lamanya karena keegoisan dan kesalahan yang diperbuat Leo sendiri.


"Insha Allah saya tidak janji tapi sekuat tenaga saya akan membahagiakan Senja dengan caraku, bahkan aku mencintai Senja dengan sesuai kemampuanku juga,tapi satu hal yang perlu Om ketahui jika saya tidak bisa hidup tanpa Senja Om, sejujurnya Senja adalah gadis pertama yang mampu membuatku aku jatuh cinta dan tergila-gila padanya," ungkap Kabir yang to the poin mengenai masalah perasaannya Kabir.


Leo dan Aliyah yang mendengar langsung ucapannya Kabir walaupun hanya melalui hp mereka sudah sungguh sangat bahagia karena mendapatkan calon menantu yang sungguh baik dan serius untuk menikahi Senja. Dan sejenak melupakan masalah dan cobaan yang begitu besar dialami oleh putri sulungnya itu yaitu Jingga.

__ADS_1


Leo saking bahagianya mendengar perkataan dan kejujurannya Kabir sampai-sampai ia menitikkan air mata penuh bahagia dan haru. Karena ia berharap semua pria yang kelak menjadi pasangan halal kedua putri kembarnya adalah pria yang baik dan bertanggung jawab atas kehidupan anaknya. Ia berharap tidak seperti dirinya yang terlena dengan bujukan dan rayuan seorang perempuan lain.


Leo bersyukur karena tidak salah dan tidak menyesal menyetujui lamaran dan pinangan dari keluarga besar Sanders CEO perusahaan tempat ia bekerja selama kurang lebih dua puluh tahun lamanya itu.


"Alhamdulillah nak Kabir Om sangat beruntung mendapatkan calon menantu seperti kamu semoga kedepannya kalian selamanya saling mencintai satu sama lainnya hingga maut memisahkan cinta kalian berdua," ujarnya Leo.


"Amin ya rabbal alamin," balasnya Kabir.


"Kalau gitu Om tutup dulu telponnya padahal sebenarnya Om masih ingin mengobrol dengan kamu tapi, karena cas hpnya Om semakin menipis jadi perlu dicarger ulang daya ponselnya Om," tuturnya Leo.


"Tidak apa-apa kok Om, titip salam rindu saja untuk Senja dan khusus untuk Tante Aliah yang sabar menghadapi cobaan yang dihadapi oleh Jingga, assalamualaikum," ucapnya Kabir sebelum mengakhiri telponnya itu.


Kabir segera kembali duduk di meja kebesarannya itu dan memeriksa chat yang dikirimnya untuk Senja. Betapa bahagianya dan senang hatinya karena Senja sudah membaca bahkan sudah membalas pesan singkat chatnya menggunakan aplikasi berwarna hijau itu.


Kabir pun segera menelpon nomor ponselnya Senja karena seharian ini ia tidak tenang sebelum mendengar suara dari calon kekasih halalnya itu.


"Pak Kabir," beonya Senja ketika melihat dan membaca nama id orang yang menghubungi nomor hpnya itu.


"Assalamualaikum Senja," sapanya Kabir dari seberang telpon seperti seseorang yang tidak sabaran saja.


"Waalaikum salam Pak Kabir, ada apa?"


Tanyanya Senja yang sebenarnya kurang menyukai dengan panggilan teleponnya Kabir karena baru saja kedua matanya akan terpejam. Suaranya Senja yang seperti orang yang enggan berbicara dengan Kabir.


"Tidak apa-apa kok hanya saja saya ingin menanyakan masalah undangannya apa sudah tersebar di seluruh tamu undangan yang Tante Aliya undang atau mungkin masih ada yang belum?" Tanyanya Kabir yang menyembunyikan maksud dan tujuan sebenarnya ingin menelpon.


Senja hanya menautkan kedua alisnya apalagi melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya itu sudah menunjukkan pukul dua belas malam dini hari.

__ADS_1


"Aneh,masa jam segini menelpon hanya menanyakan masalah sepele saja! Bukannya besok masih banyak waktu untuk bertanya hal ini," gerutunya Senja yang langsung didengar oleh Kabir.


Kabir tidak menyangka jika reaksinya Senja akan seperti itu padanya," ya Allah apakah Senja memang sama sekali tidak berniat untuk menikah denganku, ataukah hatinya belum mencintaiku hingga komentar dan tanggapannya seperti itu padaku, apa jangan-jangan Senja ingin menikah denganku hanya karena terdesak dan terpaksa gara-gara paksaan dari beberapa warga masyarakat yang menggrebek kami beberapa hari yang lalu."


"Halo… pak Kabir apa bapak masih ada di sana atau jangan-jangan sudah ketiduran lagi!" Gerutu Senja yang memang belum menyukai Kabir sedikitpun.


Senja pun mematikan dengan sepihak telponnya karena tidak mendengar perkataan suara tanggapannya Kabir dari seberang telpon.


"Mungkin orangnya sudah ngorok, aku matikan saja karena besok harus ke salon untuk mengikuti treatment perawatan kulit dan seluruh tubuh seperti permintaan Tante Hanin, bye bye pak Kabir assalamualaikum," ucap Senja kemudian mematikan sambungan teleponnya dengan menekan tombol merah sepihak.


Kabir hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya Senja," baiklah mungkin saat ini calon istriku belum jatuh cinta padaku tapi aku pastikan kamu Senja akan jatuh cinta padaku. Aku akan buktikan padamu jika cintaku dan rasa sayangku padamu adalah tulus dan betapa besar rasa ini untukmu Senja,"


Kabir pun berjalan ke arah ranjangnya, karena sudah bisa tidur dengan lelap setelah berbicara dengan Senja yang memang berniat untuk mendengar suaranya Senja yang menjadi candu dan obat penenangnya setiap malamnya jika kesusahan dan kesulitan untuk tertidur.


Leo kembali mengecup punggung tangannya Aliah," sayang apa kamu kira-kira akan menyetujui permintaanku jika mas meminta kamu untuk rujuk kembali denganmu, bagaimana tanggapannya kamu?" Tanya Leo yang tidak ingin menunda ucapannya itu yang meminta kepada istrinya untuk kembali bersatu kembali seperti dahulu lagi m


Aliya terperangah mendengar perkataan dari suaminya itu. Karena secara hukum mereka masih suami istri sah. Walau secara agama mereka sudah berpisah.


Aliya menghela nafasnya dengan cukup pelan, ia tidak berfikir panjang lagi untuk memikirkan matang-matang dan menjawab permintaannya suaminya tersebut. Aliya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


"Saya bersedia untuk kembali rujuk dan menikah ulang dengan mas Leo tapi ingat ini kesempatan terakhir yang saya berikan untuk mas, jika kembali mengulanginya seperti dulu ataupun kesalahan yang lainnya yang cukup fatal maafkan saya jika akan meminta mas untuk…" ucapannya Aliah terpotong karena Leo dengan beraninya mengecup bibirnya Alia.


Aliya membelalakkan matanya saking kagetnya dengan serangan tiba-tiba dari suaminya itu apalagi mengingat mereka berada d dalam ruang tengah rumahnya. Untungnya semua orang sudah berada di dalam kamar masing-masing menuju mimpi indahnya. Setelah seharian dihadapkan berbagai macam masalah dan kegiatan kesibukan menyambut pernikahan Senja dan Kabir lusa di hari jumat.


Leo tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena Alya juga tidak menolak ajakannya untuk berr ciii uuuu mann. Aliya bahkan membalas apa yang dilakukan oleh Leo di atas bibir merah meronanya itu.


Aliah sudah mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjangnya Leo, keduanya menikmati ci iii uuu maan yang begitu lama sudah tidak mereka rasakan. Sejak keduanya berpisah jarak dan waktu.

__ADS_1


"Ya Allah kenapa kedua suami istri ini melakukannya di sini, apa mereka lupa kalau banyak orang di rumah!" dengusnya Aisyah.


__ADS_2