Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 224


__ADS_3

Seserahan lamaran sudah diberikan oleh Bu Jessika kepada kedua orang tuanya Jihan yaitu Senja Starla Airen dan juga Kabir Kasyafani Sanders.


"Jadi ibu Jessika ingin melamar Putriku yang bernama Jihan Yuanni Ulli atau Jinan Yuanna Ranya Bu Jessica?' tanyanya Kabir.


Jessika menatap ke arah suaminya Pak Marchel dan ibu mertuanya yaitu Bu Margaretha.


"Mak-sudnya apa Tuan Kabir,kami sungguh tidak mengert? Karena sesuai dengan permintaan dan keinginannya putraku yang dia ingin lamar adalah putri Anda yang bernama Jihan Yuanni Ulli bukan Jinan," sanggah bu Jessika.


"Maafkan kami sebelum memutuskan untuk menerima lamarannya,ada baiknya kalian semua cicipi makanan buatan istriku terlebih dahulu," pintanya Kabir.


Bu Jessika dan Bu Margaretha tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari Kabir calon besannya yang masih cukup muda itu dari usia yang sebenarnya.


Semua orang mencicipi kue khas buatan Senja dan juga minuman dingin buatannya Zania Mirzani dan Naysila.


"Woo ini sungguh nikmat dan lezat, istrinya Pak Kabir sungguh jago masak," pujinya Pak Marchel.


Bu Margaret geleng-geleng kepala sambil terus mencicipi satu persatu kue basah maupun kering yang ada di hadapannya itu.


"Subhanallah, sejujurnya seumur hidupku ini baru pertama kali makan kue yang sungguh nikmat," puji Bu Margaret.


"Alhamdulillah jika kalian menyukainya, padahal semua kue ini buatan dapur kami yang ada di Jakarta," sahutnya Pak Septa Danu yang memang sedari dulu selalu memuji masakan istri dan anak menantunya itu.


"Baiklah, karena semua kuenya sudah saya cicipi satu persatu,kami akan berbicara serius mengenai kedatangan kami kesini, yaitu kami ingin melamar putri Anda yang bernama Jihan Yuanna Ulli bukan Jinan. Ngomong-ngomong memangnya kalian memiliki putri berapa orang?" Tanyanya Bu Margaret.


Baru saja Senja ingin menjawab pertanyaan dari perempuan yang disapa oma oleh calon mantunya itu terhenti ketika kedatangan Jinan.


"Assalamualaikum Moms. Dad," sapanya Jinan sambil meraih tangan kedua orang tuanya itu kemudian mengecupnya punggung tangan itu dengan penuh takjim.


Semua orang menatap ke arah kedatangan Jinan, Giska Inayah dan kedua pria muda siapa lagi kalau bukan Ocean Skala Pratama dan Gibran Fayyad Triadji.

__ADS_1


Bu Jessika langsung saja berdiri kemudian berjalan ke arah kedatangan Jinan dengan senyuman lebarnya.


Bu Jessika menarik tangannya Jinan agar mengikutinya dan berjalan menuju kedua keluarganya, "Ini loh gadis yang ingin dilamar oleh putraku Kaisan, bukan yang lainnya. Benar kan namanya Jihan?" Tanyanya Bu Jessika yang tersenyum lebar karena perempuan yang ingin dinikahi putranya itu sesuai foto yang diberikan sebelum mereka datang ke rumah megahnya pak Raka Bumi dan Bu Saskia Shopiah.


Bu Hanin Mazaya segera bangkit dari posisi duduknya itu," maaf, cucuku ini bukan Jihan Nyonya dan Tuan. Tetapi,kakak kembarnya Jihan, makanya tadi papanya bertanya kepada Anda sekalian siapa yang ingin Anda lamar untuk putranya Anda untuk memastikan hal tersebut jangan sampai salah paham dan salah orang takutnya kedepannya salah orang," jelas Bu Hanin.


Semua orang terperangah mendengar perkataan dari Bu Hanin bundanya Kabir.


"Oh begitu rupanya, kalian sungguh memang sangat mirip. Makanya kami salah, maafkan kami atas ketidaksengajaan ini," Bu Jessika berujar penuh penyesalan.


Ya Allah aku yang setiap hari berdoa untuk kembali dipertemukan dengan pria bule yang bernama Kaisan Al-ayyubi Haiyan malahan adikku yang ingin dilamar mereka.


Jinan berusaha untuk tegar dan kuat Du hadapan semua orang dan tidak ingin memperlihatkan kegundahan dan kesedihan hatinya itu.


Mungkin jodohnya Pak Kai adalah adikku sendiri, bukanlah aku. Aku akan mengikhlaskan kalian untuk menikah.


Jinan sesekali membuang mukanya agar air matanya tidak menetes di depan orang lain.


"Iya juga mereka bagaikan pinang dibelah dua benar begitu Mami," tanyanya Bu Jessika.


Semua yang ada di sana ikut tersenyum mendengar perkataan dari Bu Jessika.


"Kalau gitu, bagaimana Tuan Kabir, apakah lamaran kami ini diterima kalau memang niat baik kami ini disambut dengan kata yes, insya Allah besok siang kami akan datang untuk melakukan pertunangan terlebih dahulu sebelum melaksanakan dan melangsungkan akad nikah dan resepsinya bulan depan," tuturnya Bu Jessika.


Ocean memperhatikan perubahan raut wajahnya Jinan yang tidak seperti biasanya.


"Ji, apa yang terjadi padamu, your okey?" Cicitnya Ocean yang memang duduknya berdampingan dengan keponakannya itu.


Jinan menggelengkan kepalanya itu dan berusaha untuk tersenyum walau hatinya sedih dan juga kecewa.

__ADS_1


"Insya Allah aku baik-baik saja Uncle junior," kilahnya Jinan.


"Senja, istriku tolong panggilkan Jihan agar kita langsung mendengar jawabannya apa dia setuju untuk menerima lamarannya Nak Kaisan ataukah menolaknya," pintanya Kabir.


"Baik suamiku," balas Senja yang segera berjalan ke arah menuju tangga.


Tapi, baru bener langkahnya menuju ke atas lantai dua. Sudut netra hitamnya melihat kedatangan putrinya itu bersama dengan Raisa Andriana sambil bersenda gurau.


Aku yakin ada yang terjadi pada Jinan karena sepanjang perjalanan pulang,dia sangat ceria dan periang, tetapi setelah sampai di rumah perubahan sikapnya itu drastis berubah dan tidak sama seperti sebelumnya.


Ocean terus menerus menatap ke arah Jinan, keponakan rasa sahabatnya itu.


Sudahlah, kalau memang ada yang terjadi padanya, aku yakin pasti dia akan berbicara padaku.


Alhamdulillah beruntung sekali Bang Kabir dan Mbak Senja, putrinya akan dilamar oleh pemuda kaya raya yang sukses membangun dan merintis kerajaan bisnisnya sendiri.


Hana Aerin ikut bersyukur dan gembira karena anak dari istri sepupu suaminya dipersunting oleh laki-laki sukses dan kaya raya di usianya yang masih muda itu.


"Nak Jihan sini duduk di sampingnya Nenek Nak," perintahnya Bu Hanin.


Raisa mendekatkan wajahnya ke telinganya Jihan yang tertutup hijab itu,"lihatlah kesana, calon mertua dan Oma kamu sudah datang. Pak Kaisan gercep juga rupanya."


Jihan segera berjalan ke arah Omanya bu Hanin," tunggu Oma Hanin," balas Jihan sembari menatap satu persatu orang-orang yang sudah hadir di dalam ruangan tersebut.


Ya Allah... aku tidak mungkin mengatakan kepada mereka semua jika aku menolak lamarannya pak Kai, karena masalah keselamatan dan kebebasan dari Alief dari jeratan hukum dan polisi hingga dia akan di penjara.


Aku lebih baik menikahi pria yang sama sekali tidak aku cintai dari pada harus melihat Alif Naufal berada dibalik jeruji besi.


"Cucuku, mereka ini adalah keluarga pria yang bernama Kaisan akan menikah denganmu, mereka sengaja datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena dia tidak ingin menunda hal baik yang sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari," tuturnya Nyonya Hanin Mazaya.

__ADS_1


Jihan mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut dan berusaha untuk memperhatikan satu persatu orang tersebut, seolah berharap agar ada yang menolak lamaran itu.


__ADS_2