Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 75. Pilihan Senja


__ADS_3

"Pak Kabir terdiam berarti dugaanku benar adanya, aku tidak mungkin kecewa dengan semua ini karena aku bersyukur tidak masuk penjara dan kedua orang tuaku juga bisa bersatu kembali itu sudah cukup karena itu tujuan utamaku dalam hidupku selain sukses menjadi wanita karir kedepannya setelah lulus kuliah,"


Kabir tidak banyak bicara sama halnya dengan Senja yang lebih menikmati perjalanannya ke rumahnya dengan berselancar di dunia maya.


"Masya Allah kamu semakin tua semakin ganteng saja, kenapa aku tidak pernah bosan lihat kamu, walau tua tapi kamu tetap the best lah dari pada dibanding dengan pria lain," cicitnya Senja yang masih sangat jelas terdengar di telinganya Kabir.


Kabir memicingkan matanya dan berusaha untuk mengintip dan melihat jelas siapa sebenarnya pria yang dimaksudkan oleh Senja.


"Entah siapa pria itu kenapa aku sangat marah mendengarnya berbicara seperti itu di depanku, tapi ngomong-ngomong katanya sudah tua tapi masih ganteng itu kan aku banget yah, ternyata istriku diam-diam memperhatikan aku dan menyimpan fotoku di ponselnya," kepercayaan diri yang luar biasa tingginya hingga ia tidak menyadari jika dia salah paham saja.


Senja menolehkan kepalanya ke arah ke kanan dan melihat mimik wajahnya Kabir yang tidak seperti biasanya.


"Apa yang terjadi padanya yah, kenapa senyam-senyum seperti itu, apa ada syaraf di otaknya yang putus dan koslet yah? Sudahlah lupakan saja Pak Kabir memang seperti itu penuh misteri yang sulit untuk dimengerti dengan kata-kata sederhana saja," Senja terkikik melihat apa yang dilakukan oleh Kabir.


Kabir yang menyadari jika dirinya diperhatikan oleh istrinya tingkat kepedeannya semakin melambung tinggi saja hingga tidak bisa digapai.


Kabir tersenyum smirk sembari menaruh telapak tangannya di depan tepat wajahnya Senja, "Kamu sudah cukup kagumnya, aku tahu kok kalau aku ganteng walaupun sudah tua tapi tidak perlu seperti itu juga lihatinnya," ujarnya Kabir.


Senja yang mendapatkan perlakuan seperti itu segera memindahkan tangannya suamiya itu dari hadapannya.


"Pak Kabir please! Tangannya jangan seperti itu dong itu sama saja pak Kabir akan merusak riasanku! Lagian siapa juga yang lagi ngomongin bapak dan kagum dengan ketampanan bapak," ketusnya Senja.

__ADS_1


Senja segera memperlihatkan layar ponselnya yang masih memperlihatkan wajah aktor Bollywood India idolanya yaitu Shah Rukh Khan artis Hindi yang semakin tua semakin menjadi saja yang terdapat di layar ponselnya.


"Lihat baik-baik yah pak, ini nih SRK yang selalu aku sayangi sejak dulu selain oppa Jhi Chang Wook, semoga bapak setelah lihat fotonya bisa sadar diri sedikit untuk mengurangi sifat narsisnya!" Ketusnya Senja.


Kabir kecewa setelah mengetahui kenyataannya jika bukan dirinya lah yang dipuji pujanya oleh istrinya sendiri. Tapi,bukan Kabir namanya jika ia tidak lihai dan pintar menyembunyikan perasaan kesal sekaligus jengkelnya itu dari hadapannya Senja.


"Apa sih hebatnya si SRK dan oppa Jhi Chang Wook itu,malah dari segala sisi lebih gantengan aku lah, lebih tajir aku dari pada mereka, walau aku lihat postur tubuhnya yang sispack lumayan masih mengalahkan sedikit besarnya dada bidang ku. Hemm kalau gitu aku akan lebih giat berolah raga untuk membentuk otot-otot perut dan dadaku agar Senja tidak melirik pria lain,"


Senja tersenyum, tertawa dan sesekali kesal jika melihat aksinya SRK di film terbarunya yang akan launching bulan September nanti yaitu Jawan dan Fattan.


"Aku harus lihat langsung di bioskop filmnya,apa aku perlu ajak juga author karena dia juga ngefans banget dengan mereka," gumamnya Senja.


Berselang beberapa menit kemudian, mobil pengantin yang dipakai oleh Kabir dan Senja sudah terparkir di dalam carport rumahnya Aliah mamanya Senja.


"Panasnya siang ini, semoga saja hari ini enggak hujan karena biasanya kalau panas gini malamnya akan turun hujan lebat, entah kenapa tahun ini seperti sudah sulit dibedakan musim panas dengan musim hujan." Gerutunya Senja yang mengeluh dengan situasi cuaca siang menjelang sore hari itu.


Kabir pun segera mengekor di belakang istrinya itu dan cepat tanggap darurat untuk membantu Senja mengangkat ujung pakaian pengantinnya itu yang sudah hampir menyapu dan mengepel bersih lantai keramik rumahnya yang dilaluinya itu.


"So sweetnya Kabir, lihat kesana dia bantuin Senja mengangkat ujung gaunnya Senja loh," ucapnya Bu Aisyah tantenya Senja.


"Benar sekali Tan betapa beruntungnya Senja mendapatkan suami macam Kabir, sudah ganteng,kaya raya,baik hati, bijaksana dan sholeh lagi, intinya Kabir Kasyafani Sanders itu tipe suami paket komplit, tapi kalau pintar masak semakin membuat Senja pasti jatuh cinta,"sahutnya Sasmita kekasih sekaligus calon istrinya Lutfi Khairil yang masih menunda pernikahannya hingga hari ini," sahutnya Sasmita.

__ADS_1


"Hahah tapi mengenai kemampuan masak, apa kira-kira Kabir sanggup nggak yah? karena aku enggak yakin dengan hal itu sih, Kalau sanggup aku akan melayani kalian semua menjadi tukang masak kalian selama seminggu gimana,apa kalian setuju dengan taruhan saya?" usulnya Bu Adina iparnya ibu Aisyah.


"Kalau aku sih pasti bisa buatkan makanan spesial untuk Senja, jadi aku terima tantangannya Tante Adina," timpalnya Sasmita Larasati.


Kabir mendengar samar-samar taruhan beberapa ibu-ibu dan gadis-gadis yang bersantai di ruang tengah.


"Aku pastikan akan buktikan kepada kalian dan juga Senja istriku jika saya memang pantas menjadi suamimu, akan aku buktikan cintaku padamu sungguh sangat besar, walau Nenek dan yang lainnya sudah menekan saya untuk punya anak, tapi untuk prosesnya sangat mudah, tapi untuk menundukkan dan mendapatkan hatinya Senja itu yang sangat sulit aku lakukan untuk saat ini,"


Cinta itu tak selamanya harus diungkapkan dengan kata-kata. Andaikan bibir ini bisa dengan lancar mengutarakan perasaan ku padamu mungkin sejak dulu sudah aku ungkapkan.


Hari ini aku begitu takut dan tidak percaya diri untuk mengutarakan apa yang aku rasakan.


Tapi aku berharap setelah berbicara seperti itu. Kamu bisa tergugah hatimu dan lebih terbuka untuk menerima pernikahan kita ini.


Tapi kenyataannya kamu malah membalasnya dengan maksud, agar kedua belah pihak keluarga besar kita tidak ada yang kecewa.


Ya Allah padahal tadi itu aku sungguh bahagia mendengarnya ungkapan cinta darimu yang sungguh romantis. Andaikan itu dari dalam lubuk hatimu yang terdalam pasti membuat aku sungguh sangat bahagia.


Kabir terus membantu Senja memegangi ujung gaunnya itu. Dia tidak risih ataupun malu dengan apa yang dilakukannya saat itu juga.


Jingga memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh adik dan suaminya.

__ADS_1


"Ya Allah semoga pernikahan adikku langgeng hingga kakek nenek, dan selalu sakinah mawadah warahmah karena entah kenapa aku berasa Senja menerima lamaran dari Kabir hanya untuk menyenangkan Mama dan menyatukan papa Leo dan mama Aliah saja sehingga Senja terpaksa," Jingga menatap sendu adiknya itu yang sudah tidak nampak di pelupuk matanya itu.


__ADS_2