Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 117. Amarah Kabir


__ADS_3

Kebahagiaan dan kegembiraan dari Kabir dirasakan oleh semua orang saking bahagianya sampai-sampai berbagi berkah dengan seluruh karyawannya.


Senja sudah berada di dalam kamar perawatan, ditemani oleh Kabir suaminya sedangkan Guntur dan Jingga mencari makan. Karena keduanya belum ada yang santap siang.


Jingga berjalan berbarengan dengan Jingga hingga ke dalam salah satu kafe di area rumah sakit swasta terbesar dan termewah itu.


"Aku sungguh terkejut melihat sikapnya adik sepupuku, demi rasa sukur dan cintanya pada istrinya sehingga membagi-bagikan hadiah dan bonus kepada semua karyawan perusahaannya," ujarnya Guntur.


"Iya saya juga sangat gembira dan bersyukur dengan apa yang dilakukan oleh Kabir, demi calon buah hatinya dia membagikan beberapa hadiah khusus, ini sungguh luar biasa bukti bahwa Kabir sangat mencintai Istri dan menantikan calon anaknya penerus keluarga Sanders," ucapnya Jingga.


"Jingga kamu diposisinya Senja, apa kamu juga akan bahagia jika diperlakukan begitu oleh suamimu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanyanya Guntur yang sangat ingin mengetahui apa tanggapannya Jingga.


Jingga menolehkan kepalanya ke arah Guntur," aku jawab pakai jujur, bercanda atau boong nih?" Tampiknya Jingga.


"Terserah kamu saja, mau jujur, bohong atau bercanda saja tidak masalah kok yang paling penting kamu menjawabnya," tukasnya Guntur yang membalas menatap ke arah Jingga.


Jingga menghentikan langkahnya sesaat sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam area lokasi kafe.


"Kalau aku jawab bohong aku sama sekali sangat gembira dan menyukai pria yang melakukan hal-hal baik dan positif untuk pasangannya dan paling penting adalah suamiku kelak tidak selingkuh dan harus setia itu sudah cukup bagiku, kalau menurut aku walau jawabanku tidak sesuai dengan pertanyaan-pertanyaanya Pak Guntur," ucapnya Jingga yang terkekeh menertawai sikapnya sendiri.


Guntur mengekor di belakang Jingga yang sudah berada di dalam kafe yang cukup ramai dipadati siang hari itu menjelang sore hari. Keduanya duduk sambil menunggu pesanan mereka, Jingga sesekali mengalihkan perhatiannya ke arah lain, karena Guntur dengan sengaja menatapnya sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Kamu sangat cantik alami apalagi dengan hijabmu semakin mempercantik penampilanmu dan hatimu yang mulia itu membuatku tidak bisa berpaling dari dirimu.


Sedangkan di tempat lain masih di lokasi yang sama. Senja sudah lama tersadar dari pingsannya. Hanya saja ia enggan untuk membuka kedua kelopak matanya itu. Ia tidak ingin melihat suaminya, setelah tanpa sengaja dokter dan perawat berbicara satu sama lainnya dan mengatakan jika dirinya hamil anak pertamanya.


Ini tidak mungkin, kenapa bisa aku hamil padahal aku selalu mengkonsumsi pil kb, apa pilnya sudah kadaluarsa.

__ADS_1


Senja mengepalkan tangannya saking tidak sukanya ketika mengetahui jika dia hamil.


Kabir sejak tadi, sama sekali tidak meninggalkan sedetikpun istrinya yang disangkanya masih tertidur itu.


Kabir menggenggam tangannya Senja dan sesekali dikecupnya. Ia tidak bisa menggambarkan kegembiraan yang dirasakannya saat ini.


"Sayang andaikan kau tahu jika saya sangat mencintaimu, dan semakin bertambah rasa cintaku padamu setelah aku mengetahui jika kau sudah hamil calon anak pertama kita," cicitnya Kabir sambil mencium punggung tangan istrinya itu dengan penuh kelembutan.


Hingga Kabir tersentak dan terkejut setelah tiba-tiba Senja terbangun dan siuman dengan menarik tangannya sekuatnya dari dalam pegangan tangannya Kabir.


"Itu tidak mungkin!! Semua dokter pasti salah periksa!! Aku tidak mungkin bisa hamil anakmu pak Kabir!" Sanggahnya Senja yang sudah terduduk di atas bangkar rumah sakit.


Kabir melototkan matanya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Senja.


"Kenapa tidak mungkin! Kamu kan istriku pasti itu terjadi apalagi dokter sendiri yang mengatakan kepadaku dengan beberapa tes yang dilakukan oleh dokter, jadi tim dokter tidak mungkin salah diagnosa," jelasnya Kabir yang menautkan kedua alisnya mendengar kalimat sanggahannya Senja.


Kabir ingin meraih tangannya Senja tapi segera dihempaskan oleh Senja dengan cukup kasar.


Kabir kembali terperangah mendengar lagi-lagi perkataan dari mulut istrinya langsung.


"Senja, apa maksud dari perkataanmu ini, katakanlah pada Abang apa yang terjadi sayang, janganlah seperti ini," bujuknya Kabir yang masih sabar menanggapi perkataannya dan sikapnya Senja.


Senja tertawa merendahkan harga dirinya Kabir, ia mendelikkan kedua matanya mendengar bujukannya Kabir.


"Pak Kabir Khasyafani Sanders yang terhormat bapak perlu tahu jika sampai detik ini saya tidak mencintai bapak dan sampai kapan pun, perasaannku masih sama, bahkan saking aku tidak bisa menginginkan hamil anakmu aku minum pil setiap hari, makanya aku menyangkal jika aku hamil!" Ungkapnya Senja.


Tubuhnya Kabir yang terduduk di atas kursi langsung berdiri saking terkejutnya mendengar perkataan dari istrinya itu.

__ADS_1


"Sen, ini ti-dak mung-kin ka-mu pasti sedang tidak baik-baik saja makanya salah bicara," sangkalnya Kabir.


Senja tersenyum meremehkan penuturannya Kabir," tolong Pak realistis sedikit, saya sejak awal mengenal bapak apalagi menikahi bapak adalah kesalahan yang paling terbesar dalam hidupku," Senja meremehkan perkataan suaminya itu dengan tatapan menghina,


"Bahkan saking aku tidak sudinya menikah dengan bapak aku memilih jalan untuk mengkonsumsi pil KB sebagai pencegah agar aku tidak hamil, makanya aku tidak mungkin hamil anaknya bapak selama aku minum obat," sarkasnya Senja.


"Astaughfirullahaladzim, Senja apa yang terjadi padamu, kenapa kamu seperti ini, apa salahku mencintaimu, apa aku tidak ada artinya dalam hidupmu?" Kabir memegangi kedua pundaknya Senja.


"Maaf Pak Kabir saya tidak akan pernah bisa mencintaimu, hatiku tertutup rapat untuk pria manapun dan siapapun itu di dunia ini termasuk bapak, karena aku menerima pinangannya bapak karena aku tidak ingin dicap anak durhaka kepada kedua orang tuaku," jelasnya Senja.


Perkataannya Senja mampu menohok hatinya hingga seperti ribuan belati menusuk sekujur tubuhnya itu terutama jantung dan hatinya. Air matanya menetes membasahi pipinya itu.


Kabir tidak menduga jika dibalik perayaan kebahagiaannya akan kehadiran calon bayinya itu, satu kenyataan yang sangat sulit dipercayai dan tidak diterimanya sangat membuatnya terluka dan hatinya hancur berkeping-keping hingga tak terbentuk lagi.


"Jadi pak Kabir aku mohon ceraikan aku secepatnya, hubungan kita berdua tidak pantas untuk dipertahankan lagi, jadi sebaiknya kita hidup dengan jalan dan pilihan masing-masing. Karena selamanya hatiku hanya untuk diriku sendiri!" Tegasnya Senja.


Kabir segera menegakkan tubuhnya yang terhuyung mendengar sesuatu yang meski tidak perlu dan harus di dengarnya.


Kabir tersenyum smirk," jangan harap saya akan menceraikan kamu sampai kapan pun hingga kamu tidak sanggup lagi menjalani hidup bersamaku dan aku berjanji jika mulai hari ini kamu akan merasakan penghinaan yang kamu berikan untukku!" Tegasnya Kabir sembari menangkupkan kedua tangannya di dagu lancipnya Senja yang tertutup hijab.


Senja mengerang kesakitan karena kukunya Kabir menusuk kulitnya itu, tapi ia tahan dan tidak mengeluh sama sekali dengan perlakuan dari suaminya sendiri. Senja hanya tersenyum tipis menanggapi sikapnya Kabir.


"Senja Starla Airen Zain jangan berharap kamu akan terbebas dalam sangkar emas ku kamu akan aku buat menderita bahkan kamu tidak sanggup untuk menyebut namaku lagi!" Geramnya Kabir kemudian menghempaskan tubuhnya Senja ke atas ranjangnya.


Kabir kemudian segera pergi dari dalam kamar perawatannya Senja. Ketika ia membuka pintu bersamaan dengan kedatangan Guntur Aswin Nasution dan juga kakak kembarnya Jingga Aurora Ainah.


Kabir hanya menatap kedua calon suami istri itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Tidak ada keramahan dan senyuman yang terlihat diwajahnya Kabir.

__ADS_1


Ya Allah apa yang terjadi kepada mereka, aku perhatikan raut wajahnya Kabir seperti sangat marah dan bahkan terkesan murka.


Jingga menatap ke arah adiknya yang tersenyum simpul menanggapi tatapan kakaknya itu.


__ADS_2