Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 57. Lamaran


__ADS_3

Semua orang yang kebetulan berada di dalam ruangan itu bersyukur karena Aliah akhirnya menyetujui permintaan dan permohonan dari putrinya sendiri.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah telah membukakan pintu hatinya mama untuk menerima permintaan maafnya Papa, mungkin ini berkah dari Allah SWT yang telah memberikan segalanya kepadaku dalam waktu yang bersamaan," Senja menitikkan air mata bahagianya di depan banyak orang.


"Ya Allah setelah sekian lamanya akhirnya Mama dan papa akan kembali bertemu, semoga ini adalah awal yang baik dari hubungan mereka,"


"Alhamdulillah karena ibu Alia setuju dengan persyaratan yang diberikan oleh putrinya Senja Starla Airen Zain Pratama sehingga saya sebagai neneknya Kabir Kasyafani Sanders sangat gembira dengan semua ini, semoga kedepannya rencana pernikahan mereka berjalan lancar dan sukses," ucapnya Bu Claudia.


"Jadi ngomong-ngomong kapan rencana akad nikahnya Bu Claudia?" Tanyanya Darwis Triadi kakak sepupu satu-satunya lelaki yang dimiliki oleh Aliah.


"Kalau menurut saya secara pribadi lebih cepat lebih baik Pak, kehendak saya sebaiknya satu minggu dari sekarang saja karena takutnya anak-anak jaman sekarang kalau sering bertemu takutnya ada-ada saja yang bisa terjadi," imbuhnya Pak Abbas Khairil yang mengakhiri ucapannya dengan tersenyum simpul.


"Hehehe" beberapa orang terkekeh mendengar perkataan dari Pak Abbas calon papa mertuanya Senja.


Sedangkan Alia masih saja memikirkan tentang keputusannya itu, karena ia sangat dilema, bingung dan masih tidak percaya dengan keputusannya sendiri.


"Aku tidak mungkin menghancurkan kebahagiaan anak-anakku, biarlah aku menekan egoku demi kedua buah hatiku, tapi maaf untuk rujuk itu sungguh mustahil, aku sebaiknya berbicara kepada kedua putriku mengenai masalah rujuk tersebut, karena pasti bisa saja mereka akan memaksaku,"


"Bagaimana menurut Anda Bu Aliah apakah setuju dengan keputusan dan waktu pernikahannya Senja dengan Kabir dua minggu dari sekarang?" Tanyanya Hanin Mazaya yang berharap pilihan hari dan tanggal yang sudah di tentukannya tidak ada yang berkomentar ataupun menentangnya.


"Kalau saya terserah dari mereka saja yang akan menikah Nyonya menurut saya seperti itu saja karena mereka sendiri yang akan menikah dan menjalani pernikahan kedepannya," timpalnya Aliya.

__ADS_1


"Bu Aliya kita ini adalah calon besan kenapa meski ada kata nyonya, ingat saya tidak lama lagi putra tunggal ku akan menikah dengan putri ibu Aliyah jadi sebaiknya menyapanya dengan biasa saja," tampiknya Bu Hanin.


"Jadi hari akad nikahnya itu adalah hari jumat dan resepsi pernikahan yang kami pilih hari minggu saja supaya pengantinnya dapat banyak waktu luang untuk beristirahat total menghadapi resepsi pernikahan yang insya akan sangat ramai tentunya," ujarnya Bu Claudia.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, saya tantenya Senja sangat bersyukur, tapi sepertinya kami tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya jika waktunya mepet seperti ini, satu minggu itu sangatlah kurang banyak Pak Abbas, bagaimana kalau ditambah sedikit waktu senggang saja karena seperti pernikahan ini terkesan terlalu terburu-buru sedangkan kami juga banyak keluarga di luar daerah yang belum kami infokan dan undang," pungkasnya Bu Aisyah.


"Kalau masalah waktu, segala sesuatu yang harus dipersiapkan untuk mengadakan perjamuan pesta tersebut, Anda semua tidak perlu khawatir karena kami yang sudah mengurus segala sesuatunya termasuk, gedung tempat resepsi dan acara akad serta seserahan, undangan dan lainnya pihak kami yang mengurusnya,Ibu kerjakan yang di rumah saja sesuai kehendak kalian saja, masalah biaya itu kami juga yang akan mengatur bajetnya berapapun yang paling penting putraku menikah," ungkapnya Bu Hanin lagi.


"Syukur alhamdulilah kalau seperti itu, kami sangat bahagia mendengarnya Bu, semoga saja pernikahan mereka lancar hingga hari hnya dimana Ijab kabul sudah terlaksana," ucapnya Bu Amelia adiknya pak Darwis Triadi.


Mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka yang cukup santai hingga mereka menikmati santapan masakan yang sudah tertata cantik di atas mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.


Hingga kedatangan tamu yang terlambat sampai karena terjebak macet membuat Jingga bahagia melihatnya. Asmita dan Lutfi Khaer adalah tamu undangan yang terlambat datang ke acara lamaran Senja.


Tanpa sengaja sudut ekor matanya melihat gadis berusia 20an berjalan di sekitar lokasi acara pesta lamaran, "Itukan Jingga, sebenarnya yang punya acara ini siapa kalau berhubungan dengan Jingga keponakanku berarti semakin dekat lah mas Leo untuk bertemu kembali dengan Mbak Aliah,"


Luffy dan Sasmita Larasati masih masuk ke dalam rumah itu. Rumah yang terbilang cukup besar dan mewah serta ramai dipadati oleh tamu undangan.


"Sayang sebenarnya yang mau nikah sepupu jauh kamu itu perempuan atau laki-laki sih?" Tanyanya Lutfi sambil menggandeng tangannya Sasmita tunangannya.


"Kalau gak salah perempuan sih anaknya Tante itu perempuan, kenapa emang Abang tumben nanya-nanya gini?" Tanyanya balik Sasmita seraya menautkan kedua alisnya itu.

__ADS_1


"Masya Allah mereka pasangan yang sangat serasi, semoga acara sakral kalian berjalan lancar dan sesuai dengan harapan baik kita semua," ucapnya Claudia yang memberikan sebuah kotak perhiasan emas ke dalam genggaman tangannya Kabir.


"Apa yang dikatakan oleh nyonya itu memang kenyataannya seperti itu, putrinya Alia memang sangat cantik rupanya,tabiat dan karakternya pun sungguh mulia, pantesan mendapatkan calon suami dan mertua yang kaya raya," sahutnya ibu Annisa.


"Iya jeng benar sekali, Senja sangat beruntung mendapatkan calon suami yang sudah dewasa, bijaksana, bukan hanya kaya raya tapi gantengnya seperti mirip artis-artis Korea Selatan gitu," cercanya Bu Dina tamu undangan dari pihak Alia.


"Mereka sungguh pasangan yang serasi, selaras dan romantis,"


Berbagai pujian meluncur dari semua pasang mata dan bibir yang datang memenuhi rumahnya Alia.


Perkataannya Lutfi belum terucapkan ketika melihat perempuan muda yang mirip banget dengan Jingga. Tapi gadis ini berpakaian gaun kebaya modern yang berdiri di atas altar dan memakai hijab.


"Ya Allah…apa jangan-jangan acara pesta pertunangannya ini yang saya hadiri adalah acaranya keponakanku sendiri?"


Berbagai pertanyaan muncul dalam benak dan pikirannya Lutfi. Ia tidak menduga jika perempuan yang brtunangan itu adalah keponakannya sendiri yaitu salah satu anak kembar kakak kandungnya sendiri.


"Mita, apa betul namanya sepupumu itu adalah Jingga Aurora Ainah Zain Pratama?" Tanyanya Luthfi yang semakin penasaran saja.


Sasmita cukup terkejut mendengar perkataan dari calon suaminya itu," kok Abang bisa kenal dengan Jingga, apa jangan-jangan kalian saling kenal gitu atau..." ucapannya Sasmita menggantung.


"Hehe, Jingga adalah anaknya Abang Leo Carlando Zain, jadi sepupumu itu adalah keponakanku, tapi ngomong-ngomong apa Senja yang dilamar hari ini?" Tanyanya Lutfi sembari menunjuk ke arah Senja yang sedang bertukar cincin tunangan itu.

__ADS_1


Kedua pasang matanya Sasmita terbelalak mendengar perkataan dari calon suaminya itu, yang spontan tersenyum bahagia mendengar perkataan dari Lutfi.


"Seriusan kalau mereka adalah keponakannya Abang! berarti Abang adalah omnya Jingga dong, waduh dunia memang tidak sesempit daun kelor, kalau seperti ini,"


__ADS_2