Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 49. Perdebatan


__ADS_3

Kabir segera menaiki satu persatu undakan anak tangga menuju kamarnya berada. Karena ia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum berbicara hal penting di depan kedua orang tuanya dan anggota keluarganya yang lain.


Bu Kania terduduk di atas sofa," ya Allah kira-kira apa yang akan disampaikan oleh Kabir kepada kami, karena entah kenapa aku berasa ada hal yang sangat penting dan mendesak yang akan dilakukan oleh Kabir, walaupun Kabir hanya anak sambungku dari istri pertamanya Mas Abbas tapi aku tidak mungkin rela jika kedepannya menikahi gadis dari kalangan biasa saja seperti gadis yang selama ini diperkenalkan kepada kami jika dia adalah pacarnya Kabir,"


"Kalau ada yang menentang keinginan dan keputusan dari cucu tunggal ku itu, jangan harap bisa hidup nyaman lagi menikmati berbagai fasilitas kekayaan dari peninggalan suamiku Khairul Ikhwan Sander ini," Bu Claudia menatap intens ke arah anak menantunya itu dengan seksama.


"Kenapa suasananya seperti mencekam saja seolah akan terjadi sesuatu perdebatan di dalam sini, apakah aku boleh pergi dari sini?" Kamelia merasa bakal ada hal besar yang terjadi.


"Putraku akan menyampaikan hal penting, tapi apa kenapa seperti penuh teka teki saja sedangkan mama senyam-senyum sendiri sejak tadi, apa sudah banyak hal penting hari ini sudah aku lewatkan?" Pak Abbas Khair Sanders.


Semua orang sibuk dengan pemikirannya masing-masing, tampak beberapa orang yang kelihatan tegang menunggu apa yang bakal disampaikan oleh Kabir pewaris tunggal tahta kerajaan Allah perusahaan Sanders.


Berselang beberapa menit kemudian, orang yang sejak tadi ditunggu-tunggu kedatangannya akhirnya muncul juga. Kabir hanya menatap satu persatu wajah berbeda-beda.


"Alhamdulillah kalian sudah berkumpul disini, saya akan menjelaskan niat saya mengumpulkan kalian di tempat ini tidak lain hanya untuk menyampaikan sebuah kabar berita gembira jika tidak lama lagi saya akan menikah," ucapnya Kabir Kasyafani dengan mantap.


"Apa kamu akan menikah!?" Tanyanya Kania ibu sambungnya Kabir yang langsung spontan berdiri dari duduknya itu.


Nyonya Claudia terkejut melihat reaksinya Kania anak menantunya itu," kenapa denganmu Kania, apa yang terjadi bukannya ini hal yang bagus jika Kabir cucuku menikah!" Ketusnya Bu Claudia yang memang terkadang sering satu sama lainnya saling berselisih paham.

__ADS_1


Bu Kania salah tingkah dengan sikapnya sendiri dan langsung menyadari apa yang sudah diperbuatnya. Tatapan mata dari suaminya semakin membuatnya cukup sadar diri dan tidak berkutik sedikitpun.


"Maaf saya terlalu bahagia mendengar perkataan dari Kabir sehingga saya berespon dan menanggapi hal tersebut terlalu berlebih-lebihan," ujarnya Kania yang menyanggah sikapnya sendiri.


"Cucuku kamu lanjutkan apa yang ingin kamu sampaikan tidak perlu peduli dengan orang-orang yang sengaja ingin menghalang-halangi apa yang akan kamu lakukan," Tegasnya Bu Claudia.


"Papa dan nenek saya meminta kepada kalian berdua untuk menemani saya bersama dengan bunda Hanin Mazaya ke rumahnya gadis yang aku cintai malam ini untuk melamarnya, aku sudah menelpon bunda Hanin dan Alhamdulillah bunda bersedia untuk menemani Kabir ke rumahnya Senja untuk melamarnya," tuturnya Kabir lagi.


"Apa kamu akan menikahi perempuan dari kalangan biasa itu! Kabir apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan Nak? Keluarga besar Sanders sama sekali tidak cocok bersanding dengan anak hanya pemilik toko pakaian kecil saja," cibirnya Kania.


Abbas sebagai papanya pun akhirnya angkat bicara juga," Kania ingat posisi kamu di rumah ini dan sadarlah siapa kamu sebelum aku pungut untuk aku nikahi! Jadi jangan selalu menghina dan merendahkan orang lain yang belum tentu lebih jelek dari kamu!" Sarkasnya Abbas Khair Sanders.


"Kania ingat batasan kamu sebelum mengeluarkan statement, apa kamu sudah melupakan gimana putraku yang sudah terperdaya olehmu sehingga dengan teganya menceraikan istrinya Hanin Mazaya yang begitu baik dan cantik tapi kamu yang seorang janda datang membawa kedua putrimu untuk menggoda putraku sehingga kamu berhasil menjadi istri keduanya Abbas putraku," ucapnya sinis Bu Claudia.


Kamelia dan Karina terkejut mendengar perkataan dari neneknya, mereka tidak menyangka jika mereka bukanlah anak kandung di dalam keluarga besar Sanders. Keduanya pun tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bu Claudia nyonya besar di rumah itu.


"Nenek! Tolong jangan berkata seperti itu kami ini adalah cucu nenek dan papa Abbas adalah papa kandung kami, jadi mana mungkin kami hanya anak sambung saja, itu sangat tidak mungkin!" Sanggah Karina yang ikut berdiri di samping mamanya.


Daniel Aliudin sebagai suaminya kaget mendengar perkataan dari nenek istrinya itu," jadi Karina anak tidak jelas berarti tidak mungkin dapat kekayaan apalagi kekayaan ini bersumber dari Bu Claudia bukan pak Abbas,"

__ADS_1


Daniel Aliuddin baru bergabung bersama istrinya dibuat tercengang dengan perdebatan di dalam ruangan keluarga itu.


"Tanyakan pada Mama kamu karena dia pasti sangat jelas mengetahui siapa ayah biologisnya dari anak yang dikandungnya ketika dinikahi oleh putraku ini!" Cibir Bu Claudia yang tidak ingin menutupi kebenaran itu lagi sudah lebih 20 tahun dirahasiakan.


Abbas sebagai putranya pun terkejut mendengar perkataan dari mamanya," Mama stop! Jangan karena Mama tidak menyukai Kania istriku sehingga mama menuduh Karina bukanlah darah dagingku sendiri, kenapa Mama tega seperti ini pada keluargaku!" Tampiknya Pak Abbas Khair Sanders yang ikut tersulut emosinya.


Kabir hanya menyandarkan kepalanya ke headboard sofa tanpa berniat untuk menimpali perdebatan kecil mereka. Karena sejak berusia sepuluh tahun dia secara tidak langsung mendengar perkataan dari bunda dan neneknya itu.


"Hahaha kamu sudah dibutakan oleh cinta sehingga kamu tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana kebohongan besar yang penuh dengan kemunafikan," cercanya Bu Claudia.


"Mama stop jangan dilanjutkan lagi ucapannya, memang saya janda waktu itu tapi karena mas Abbas menghamili saya sehingga mau tidak mau mas Abbas harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri," ucapnya memelas Bu Kania.


"Lucu sungguh miris mendengar perkataan kalian berdua untungnya semua harta dan asetku atas nama cucu tunggal ku Kabir Kasyafani jika tidak akan segera hancur jerih payahnya almarhum kedua orang tuaku dulu, tapi kalau kamu tidak percaya padahal gampang banget untuk mengetahuinya kamu cukup lakukan tes DNA saja itu sudah cukup," ujarnya Bu Claudia.


"Astaughfirullahaladzim berarti saya dengan Mbak Kamelia bukanlah darah dagingnya Papa Abbas, Mama tolong berkata jujurlah dan sampai kapan Mama akan menutupi kenyataan yang ada, karena kenyataan itu tidak akan merubah keadaan jika saya adalah anak dari pria lain bukan berdarah dan bermarga Sanders," tegas Karina yang cukup malu karena suaminya turut hadir di tengah-tengah mereka.


"Kabir katakan kepada Bu Alia Azizah Khumaira kami akan datang nanti malam ke rumahnya untuk melamar Senja Starla Airen Zain Pratama dan katakan padanya jika Pak Leo Carlando Zain Pratama juga harus hadir di tempat," ujarnya Bu Claudia sebelum meninggalkan ruangan yang sudah nampak semakin tegang.


Air matanya Karina dan Kania semakin deras mengalir membasahi pipi kedua perempuan muda itu. Bu Kania tidak bisa berucap sepatah kata lagi ketika tatapan matanya Pak Abbas suaminya menuntutnya untuk melakukan tes DNA.

__ADS_1


__ADS_2