Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 130. Pernyataan Cinta Guntur Aswin


__ADS_3

Aku tahu apa yang terjadi pada kalian berdua, terjadi kesalahpahaman yang membuat rasa egois kalian sulit untuk dipersatukan.


Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu ketika kalian berdua sama-sama merindukan satu sama lain pasti tembok keegoisan kalian akan runtuh juga.


Senja salah tingkah, karena ia terus diperhatikan oleh sepupu suaminya itu sekaligus calon kakak iparnya.


"Kak kenapa pesawatnya bisa jetlet yah? Tumben terjadi seperti ini," ucapnya Senja yang ingin mengalihkan perhatiannya Guntur dari dirinya yang grogi diperhatikan secara seksama.


"Biasa lah dalam penerbangan terjadi seperti ini keterlambatan keberangkatan pesawat, semua orang mungkin pernah mengalami permasalahan seperti ini," ujarnya Jingga yang berusaha untuk menenangkan adik semata wayangnya.


"Kamu itu sedang hamil, jangan banyak pikiran karena akan sangat berpengaruh kepada bayimu juga, jadi santai saja hadapi semuanya dengan tenang dan sabar insha Allah akan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kita harapkan," nasehatnya Guntur Aswin.


"Iya seorang pria saja sangat paham dengan apa yang ibu hamil alami,masa sih kamu kalah dari mas Guntur, yakinlah semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja seperti sedia kala jangan pernah berputus asa dari apa yang kamu rasakan beberapa bulan terakhir ini yakinlah Allah SWT merencanakan yang terbaik untuk kalian berdua dan calon ponakannya aunty," ucap Jingga sambil mengelus perutnya Senja yang sudah nampak buncit itu.


"Sepertinya kakak Jingga sudah kepengen punya debay juga nih, ayo abang Gun cepat resmikan hubungan kalian berdua," ucapnya Senja yang mulai menggoda kedua pasangan calon pengantin itu yang hanya menunggu kepulangan Leo Carlando dan Aliya Azizah kedua orang tuanya.


Guntur hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari Senja.


"Insha Allah besok saya dan papa,mama akan datang langsung melamar secara resmi wanita tercantik yang pernah aku temui dalam hidupku, aku juga tidak mau kalah dengan kedua adik sepupuku. Masa hanya Kabir Kasyafani dan Adnan yang bisa lebih duluan menikah sedangkan aku yang paling tua dari mereka malah kedahuluan oleh mereka berdua ini tidak adil loh," candanya Guntur yang selalu menatap memuja ke arahnya Jingga.


Sedangkan Jingga belum merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Guntur, tapi dia selalu berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa Guntur adalah pria yang paling terbaik yang dikirimkan oleh Allah SWT dalam hidupnya selama mantan kekasihnya meninggal dunia.

__ADS_1


Jingga mengarahkan tatapannya ke arah Guntur, ia tidak menyangka kenapa bisa pria ini begitu ingin menikahinya sedangkan dirinya sendiri belum bisa dan mampu untuk membalas cintanya pria ganteng dengan sejuta pesona yang dimilikinya itu.


"Kamu sudah siapkan menjadi satu-satunya perempuan yang mendampingiku di dunia ini, satu-satunya perempuan yang akan menjadi istriku tidak akan ada perempuan lain yang mampu mengusik ketenangan hidupku seperti yang kamu lakukan padaku, jujur saja aku sangat bahagia tidak sabar menunggu kamu menjadi istriku, entah kenapa dua pria dalam keluarga besar Nasution tergila-gila kepada duo kembar," ungkapnya Guntur Aswin yang sudah berlutut di hadapannya Jingga.


Apa yang dilakukan oleh Guntur membuat Jingga tercengang melihat sikap pria yang selalu membuatnya terkagum-kagum, sekaligus terkejut dan kebingungan melihat tingkahnya Guntur yang selalu memperlihatkan sikap cintanya yang tulus.


"Abang Guntur luar biasa menunjukkan sikapnya kepada kakak, apa semua pria dari keturunan opa Nasution seperti ini yah!?" Tegasnya Senja yang memang sering keheranan melihat sikapnya Kabir dan Guntur yang tidak jauh berbeda.


Guntur tersenyum sumringah mendengar perkataan dari adik iparnya," kami memang seperti ini, akan melakukan apapun demi wanita yang kami cintai dan sayangi, bahkan andaikan bisa menukar segalanya yang kami miliki demi kebahagiaan dari istri kami akan senang hati melakukannya, bahkan jika Jingga Aurora Ainah Zain memintaku untuk meninggalkan segalanya maka aku dengan senang hati tanpa berfikir panjang lebar untuk menjawabnya tidak masalah,"


Jingga merasa tidak enak, karena semakin banyak diperhatikan oleh orang-orang yang memadati bandara internasional Soekarno Hatta. Sebuah buket bunga mawar berwarna putih sudah berada di dalam genggamannya Guntur.


"Jingga mungkin aku pria yang tidak sempurna dan banyak kesalahan dalam kehidupanku yang sering kali aku lakukan tanpa aku sadari, tapi cintaku padamu lebih besar dari segalanya yang aku lakukan, kamu adalah perempuan kedua yang aku sayangi di dunia setelah mamiku, apakah kamu bersedia menikah denganku dua minggu dari hari ini?" Tanyanya Guntur yang bernada permintaan itu.


Jingga menatap ke sekelilingnya itu dengan tatapan matanya yang malu sekaligus bahagia, karena mendapatkan surprise lamaran yang sungguh membuatnya sport jantung. Alasannya karena di tengah keramaian orang yang sungguh banyak memenuhi seluruh penjuru bandara internasional Soekarno-Hatta.


Jingga berdiri dari duduknya sambil berusaha untuk membantu agar Guntur bangkit dari posisi berlututnya itu.


"Please! Janganlah seperti ini abang, malu loh dilihatin orang-orang, bagaimana kalau ada rekan bisnisnya abang yang melihatnya seperti ini, apa abang nggak malu gitu?" Bujuknya Jingga.


"Saya tidak akan pernah merasakan malu, karena bagiku kamu perempuan yang pantas aku perlakukan bak ratu jadi aku bertanya padamu apakah kamu sudah siap menikah denganku menjadi satu-satunya ibu anak-anakku kelak?" Pintanya Guntur dengan mengambil sebuah kotak buludru berwarna merah muda yang kontras dengan warna bunganya yang putih.

__ADS_1


"Tapi Abang cincin tunangan yang dulu Abang berikan sudah ada loh, ini sudah aku pakai kalau makai ini jari tanganku bisa dipenuhi oleh cincin," tuturnya Jingga.


Guntur membuka kotak perhiasan emas 24 karat bertatahkan berlian yang sangat indah dan cantik itu, "Aku akan melakukan apapun walau pun itu sangat sulit, karena hadirmu disisiku adalah penyejuk dahagaku di tengah gurun gersang yang beberapa tahun ini kehilangan arah, Allah SWT telah menjawab doa-doaku selama ini karena engkaulah bidadari surgaku yang akan membimbingku menuju surgaNya Allah SWT kelak dikemudian hari," terangnya Guntur yang membuat Jingga tersipu dengan mengecup punggung tangannya Jingga untuk pertama kalinya selama satu bulan lebih hubungan mereka.


"Masih ada gak stok pria seperti dia gak? Kalau ada aku juga mau satu," celetuk seorang gadis remaja.


"Saya juga mau, sudah ganteng, sholeh, baik hati anak sultan lagi, siapa sih yang nolak jika diberikan jodoh seperti babang ganteng ini yang wajahnya seperti Lee Mingho," sahutnya seorang perempuan lainnya lagi.


"Kak Jingga jangan lama-lama, kasihan bang Guntur loh," ujarnya Senja.


Senja yang tak henti-hentinya tersenyum melihat tingkah laku kedua pasangan seperti yang baru merasakan jatuh cinta saja. Padahal keduanya sama-sama gagal dalam hubungan sebelumnya.


Guntur dikhianati oleh kekasih sekaligus mantan tunangannya itu yaitu Tania dan Jingga yang ditinggal mati oleh kekasihnya yang menetap di New York Amerika Serikat menempuh pendidikan S2 nya di USA.


"Bismillahirrahmanirrahim, jadilah imamku di dunia hingga diakhirat, jangan pernah letih hidup bersamaku di dunia ini, dengan segala kekurangan yang aku miliki," tuturnya Jingga.


"Insha Allah kita saling mengingatkan satu sama lainnya, karena hidup ini akan pincang jika hanya satu saja yang berjuang dalam hubungan kita berdua, kita sama-sama menjaga hati ini hingga hanya maut yang memisahkan cinta kita di dunia hingga akhir hayat," imbuhnya Guntur.


Jingga tanpa ragu segera mengambil kotak itu dan meminta Guntur untuk segera menyematkan sebuah cincin yang begitu cantiknya.


Leo dan Aliah tanpa disadari oleh anak-anak kembarnya menyaksikan langsung moments penting itu dalam hidup putri sulungnya.

__ADS_1


Leo menggenggam tangan istrinya," putri kita tidak salah memilih pasangan,mas bersyukur karena anak-anakku menemukan pria yang sungguh baik, bijaksana dan tulus mencintai Senja dan Jingga," ucap Leo Carlando Zain.


"Saya setuju dengan apa yang mas katakan, mereka pantas bahagia mas dengan pasangan mereka masing-masing," tukasnya Alia yang tersenyum lebar penuh kegembiraan.


__ADS_2