
Senja berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum bergabung dengan kakak dan mamanya di dapur.
Aliaya tanpa sengaja melihat putri bungsunya itu berjalan menaiki tangga dengan langkah yang cukup berat dan seperti orang yang dua hari tidak makan.
Apa yang terjadi padanya, kenapa dia bersikap aneh seperti itu?
Aliya hendak berjalan menyusul putrinya tapi, langkahnya terhenti ketika mendengar suara bel pintu rumahnya yang berbunyi. Aliyah spontan menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
Apa itu mas Leo yang baru sudah sampai?"
Aliah berjalan ke arah pintu dengan langkah yang cukup panjang. Awalnya ingin mengikuti anaknya dan bertanya masalah apa yang terjadi padanya.
Ceklek…
Suara pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan muncullah sosok pria yang sudah tiga hari ini meninggalkannya demi urusan pekerjaan.
Aliya tersenyum bahagia menyambut kedatangan suaminya itu dengan senyuman lebarnya. Alia tak lupa meraih tangan suaminya itu kemudian mengecup punggung tangannya itu dengan penuh takjim.
Alia mengambil tas dan jasnya Leo," sini saya yang bawain tasnya Mas, kamu pasti capek banget," pintanya Alia.
Leo bukannya melakukan apa yang diminta oleh suaminya malah, Leo menarik dan memeluk tubuhnya Alia dalam dekapan hangatnya.
"Mas minta waktu kamu sebentar saja, jangan lepaskan pelukanku, Abang ingin seperti ini beberapa waktu," ucapnya Leo yang mendekap hangat tubuhnya Aliaya.
Dahi Alia berkerut melihat sikapnya Leo yang tidak seperti biasanya. Alia kemudian mendekatkan wajahnya ke dada bidangnya pria berusia empat puluh tahun lebih itu. Dada yang masih terlihat berotot dan kekar padahal usianya sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
Aliya melingkarkan tangannya ke punggungnya Leo, sedangkan Leo merangkul pinggangnya Alia. Dia menghirup dalam-dalam aroma wanginya tubuh khas Aliaya seorang.
"Hanya tiga hari tidak melihatmu, rasanya seperti seabad saja, aku terlalu merindukan dirimu istriku wahai Aliya Azizah Khumairah. Setelah aku tahu jika hari ini balik dari Bandung, aku tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang" ucapnya Leo yang mengungkapkan perasaannya selama bepergian.
Aliaya tersipu malu mendengar perkataan dari Leo," ya Allah suamiku, bisa buat aku klepek-klepek seperti ini kalau kamu terus mengatakannya, bahwa kamu selalu merindukan kehadiranku disisiku,kalau begitu esok-esok aku akan ikut setiap kali mas bepergian keluar daerah," balasnya Aliah.
"Tapi sepertinya itu tidak mungkin banget mas lupakan kalau aku lagi hamil muda jadi keinginan kita ini harus dipending dulu, aku tidak mungkin membawa kamu kemana-mana sedangkan kamu sedang hamil, takutnya si kecil terganggu lagi fi dalam sana," ujarnya Leo sembari mengelus perutnya Aliaya yang masih datar itu.
"Iya juga saking antusiasnya dan eksaitiknya sampai-sampai aku lupa," Aliya menepuk dahinya itu karena melupakan fakta besar tersebut.
"Kalau gitu ayok temani mas ke dalam kamar sebentar, aku tidak ingin melihat kamu terlalu lama berdiri kasihan kamu pasti sudah capek," usulnya Leo dengan menggandeng tangannya Alia.
Aliya merangkulkan tangannya ke lengannya istrinya, keduanya berbincang-bincang santai sampai ke dalam kamarnya. Leo berjalan beriringan bersama dengan Aliah seraya berbincang-bincang santai.
Berselang beberapa menit kemudian, more sudah selesai dan kembali berjalan ke arah dapur tepatnya untuk bergabung dengan yang lainnya,karena sudah bersiap untuk menyantap menu sarapan mereka bersama.
Jingga langsung berlari ke arah mama dan papanya setelah baru saja dari atas ruangan kamarnya. Sedangkan Leo dan Aliya menolehkan kepalanya ke arah kedatangan putrinya.
"Putrinya Papa! Hey… kenapa meski berteriak-teriak segala dan juga berlarian, nanti kamu jatuh Nak jadi tidak perlu berlari seperti anak kecil segala," ujarnya Leo yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lakunya Jingga yang seperti anak kecil saja.
Jingga hanya nyengir lebar ke arah kedua orang tuanya yang semakin mesra dan lengket saja.
Jingga merangkul lengannya Leo, "Aku kangen banget deh dengan papa, tiga hari loh papa pergi ke luar daerah, sebagai anak wajarlah aku bermanja-manja," tukasnya Jingga.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di meja makan. Bu Sri Indrawati, Aliah, Leo Carlando, Jingga sudah bersiap untuk makan.
__ADS_1
Sedangkan Senja yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada suaminya merasa sangat bingung. Senja sudah berusaha untuk menghubungi nomor ponselnya Kabir, tapi nomor ponselnya Kabir tidak aktif.
Ya Allah apa yang terjadi padamu Bang, tadi pagi pergi tanpa pamit. Sekarang sudah banyak kali aku hubungi tapi, sekalipun nomormu enggak aktif juga.
Aku sudah sangat lelah meladeni sifatmu yang aneh ini, entah apa yang terjadi padamu. Apa benar ada perempuan lain yang merubah kamu menjadi melupakan istrimu.
Senja setelah menumpahkan segala keresahan, kekesalan hatinya dan juga kemarahannya dalam tangisannya dia baru teringat jika harus ke perusahaan dan kampus untuk mengurus laporan terakhir masa magangnya.
Senja memakai makeup nya yang cukup tebal untuk menyamarkan wajahnya agar tidak ketahuan jika barusan dia menangis. Mata, hidungnya memerah dan sembab tersamarkan oleh make-upnya itu.
Senja menuruni tangga dan berjalan menuju ke arah dapur untuk bergabung dengan kedua orang tuanya, kakak dan neneknya. Sedangkan Adicandra Bima adik sambungnya itu sudah cukup lama tidak tinggal bersama mereka.
Adicandra sekarang diasuh oleh papa kandungnya sesuai dengan permintaan Abimanyu sendiri yaitu pria yang telah menghamili istri keduanya Leo yang telah meninggal dunia.
Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah Senja," suamimu mana Nak, kok kamu sendiri saja?" Tanyanya Bu Sri neneknya Senja.
Senja menarik salah satu kursi untuknya, tapi belum sempat ia membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan dari neneknya. Bi Minah malah lebih duluan menjawab pertanyaan dari neneknya.
"Tuan Muda Kabir tadi pagi-pagi sekali pergi ke kantornya,katanya ada urusan yang sangat penting jadi dia tidak membangunkan Non Senja, Tuan Muda Kabir hanya berpesan padaku katanya kalau Nona mau pergi bakal ada supir pribadi yang akan jemput nona. Kalau enggak salah namanya Pak Ardian Putra," jelas bibi Mina panjang lebar.
Senja menautkan kedua alisnya mendengar perkataan dari bibi Minah.
Ini kan hari minggu tidak biasanya dia sibuk seperti ini,lagian saya hanya mau mengambil beberapa berkas penting di kantor dan setor ke fakultas kenapa meski harus pakai supir segala untuk mengantarku.
"Iya makasih banyak Bi Minah atas informasinya, kalau begitu saya sarapan dulu sambil nunggu Pak Ardian datang jemput," imbuhnya Senja yang tidak habis pikir dengan kegiatannya Kabir di hari libur.
__ADS_1
"Kamu makan yang banyak Nak, ingatlah kamu itu sedang hamil calon anakmu tiga orang jangan seperti Mama kamu yang kalau makan pilih-pilih," ujarnya Bu Sri yang menaruh makanan yang cukup banyak ke atas piringnya Senja.