
Kabir Kasyafani Sanders dan Senja Starla Airen Zain masih saling membahagiakan satu sama lainnya.
Sedangkan ketiga sahabatnya yaitu Icha, Zania dan Naysila sudah duduk di hadapan makanan masing-masing.
Zania mondar-mandir di depan meja makan yang mereka pilih dengan berbagai makanan sudah mereka pesan.
"Hemph! Sepertinya kalau nungguin Senja kita bakalan kelaparan," gerutu Icha.
"Iya nih sudah setengah jam perginya tapi, kok belum balik dari perpustakaan!" Tukasnya Naysila.
"Kalau gitu kita makan duluan saja, mungkin Senja akan nyusul beberapa menit lagi," ucapnya Icha.
Zania masih memperhatikan dengan seksama arah jalan dari perpustakaan. Sedangkan restoran tersebut semakin ramai dipadati oleh beberapa pengunjung mahasiswa yang hari ini mengikuti mata kuliah mereka yang sudah beristirahat.
Zania menghela nafasnya dengan cukup keras sambil menghempaskan tubuhnya ke atas kursi.
"Entah kenapa aku merasa Senja berbeda tidak seperti dulu, seolah saya merasa dia menyembunyikan sesuatu rahasia besar," jelasnya Zania yang keheranan dengan perbedaan dari sikapnya Senja.
"Tapi, sepertinya itu tidak mungkin Senja memiliki rahasia besar dan menyembunyikannya dari kita,' timpalnya Icha sembari menyeruput minuman dinginnya berwarna ungu kemerahan.
__ADS_1
Seorang pria menarik sebuah kursi untuk didudukinya di hadapan ketiga perempuan cantik itu, "Hemm!! Kalau kalian mau lihat Senja pergi kemana silahkan ke perumahan khusus dosen," jelasnya Akbar yang mengambil secuil makanan yang berada tepat di hadapan Zania kemudian mengunyahnya.
Ketiga perempuan itu saling bertatapan sambil menautkan kedua alisnya itu," hahaha! Itu tidak mungkin deh Akbar kamu kalau mau ngarang cerita yang tidak masuk akal gini," ketusnya Naysila.
"Akbar kamu sepertinya cocok jadi penulis novel online! Karena kebohongan kamu ini sangat lucu bahkan saking lucunya kamu rugi kalau tidak membukukan fitnah kamu yang sama sekali tidak beralasan!" Sarkasnya Zania.
"Yoi! Apa yang kalian katakan sangat benar adanya, Senja itu berbeda dengan gadis lain, Senja bukan perempuan munafik dan nakal,liar yang rela melakukan apapun demi apa yang diinginkannya itu," tampiknya Icha.
"Kalau kalian tidak percaya maka kalian silahkan ke perumahan unit dengan nomor rumah 21, kamu akan melihat apa benar aku ini berbohong atau jujur atau berniat ingin memfitnah Senja sahabat kalian yang penuh munafik itu," cibirnya Akbar yang segera menghabiskan minuman miliknya Zania.
Akbar segera melenggang pergi dari hadapan tiga perempuan muda yang saling bertatapan satu sama lainnya itu. Dengan pandangan mata yang berbeda-beda yang sangat sulit diartikan.
Zania mencengkram kuat gelas bekas minumnya Akbar, "Ini tidak mungkin, aku yakin Senja bukan gadis seperti itu yang Akbar katakan, apa kalian sependapat?"
"Kamu benar sekali bestie, masa ada mahasiswi pintar harus melakukan hal seperti itu, Senja bukan Shinta Aulia Rahman yang akan menggoda beberapa dosen dan tidur dengan mereka demi nilai," gerutunya Naysila.
Awalnya mereka akan bertemu dengan Senja di kantor BEM, tetapi karena Senja sendiri yang mengirimkan chat di grup whatshap mereka akan datang menyusul setelah tujuannya selesai.
Tetapi malah Senja sendiri yang tidak datang, sehingga ketiganya segera makan siang dengan menyantap makanannya tanpa menunggu kedatangan Senja.
__ADS_1
Sedang di tempat lain yang masih di dalam area lokasi kampus, seseorang berlari cepat ke arah dalam kamar mandi setelah melihat jam yang terpasang di dinding kamar suaminya itu menunjukkan pukul satu siang.
"Astaughfirullahaladzim saya sudah terlambat pak Kabir, saya harus buru-buru sudah janji dengan teman untuk makan bersama soalnya," Senja segera menyibak selimutnya dan saking buru-burunya dia sampai lupa jika berjalan tanpa memakai selembar benangpun yang menutupi seluruh bodynya mereka.
Kabir ingin menghalang-halangi apa yang dilakukan oleh Senja, tapi pasti akan percuma saja.
"Jangan terlalu terburu-buru seperti itu takutnya kamu jatuh!" teriaknya Kabir yang mencemaskan Senja yang berjalan seperti itu.
Kabir hanya menutup kedua matanya itu dengan tatapan yang sungguh membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
Hari ini aku yakin akan membuat kamu bahagia dan hamil secepat mungkin. aku janji itu jangan biarkan aku gagal lagi ya Allah. kabulkanlah keinginanku ini untuk segera membuat istriku hamil secepat mungkin.
Tapi, baru beberapa menit mereka menyantap makanannya itu. Senja datang terburu-buru karena ia tidak ingin membuat teman-temannya yang sudah menunggunya terlalu lama.
"Astauhfirullah aladzim maafkan saya besti, saya telat datang soalnya saya tadi ketiduran sehingga saya lupa kalau kalian menunggu kedatanganku," ucap sesalnya Senja Starla Airen Zain.
Semua sahabatnya Senja memperhatikan Senja dari atas kepala hingga ujung kakinya, semua tidak seperti yang dipakai oleh Senja pagi tadi dengan siang hari itu.
Ya Allah apa benar yang dikatakan oleh Akbar itu memang benar? aku melihat ada perbedaan antara Senja pagi tadi dengan yang berdiri di depan kami ini.
__ADS_1
Apa sebaiknya kami bertanya pada Senja ada apa dengan pakaiannya kenapa sampai berbeda, sedangkan barusan ngomongnya ketiduran di dalam perpustakaan?
Icha ingin bertanya mengenai kecurigaannya tapi Zania segera menggelengkan kepalanya itu.