Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 146


__ADS_3

Vania menatap tajam kearah suaminya itu ketika kuku tajamnya Galang mampu menusuk kedalam kulit dagunya itu.


Vania Larissa diam-diam meraih ponselnya itu kemudian segera merekam apa yang terjadi di dalam kamarnya itu, ketika Galang berbalik badan. Dia menyembunyikan hpnya dibalik bantalnya agar tidak nampak apa yang dilakukannya itu.


Saya tidak akan membuang kesempatan baik ini yang selamanya tidak akan mudah mendapatkannya.


Aku akan menunjukkan kepada papa dan mama jika Galang itu suami yang tidak akan pernah bisa menjadi suami yang baik dan menyayangiku.


Karena dia hanya berambisi untuk menjatuhkan dan menghancurkan perusahaan papa dan Abang Guntur.


"Augh sakit!" Keluhnya Vania Larissa yang berusaha untuk menahan rasa perih dan sakitnya di dagunya itu.


Vania mengelus perutnya itu yang masih datar karena baru berusia dua bulan.


Aku memang salah sudah selingkuh, tapi dua tahun dinikahi kebahagiaan tak pernah aku rasakan di dalam masa pernikahan kami selama ini.


Hahaha" sakit!! Ini hanya awal dari segalanya, aku akan menghancurkan kekuatan keluargamu yang sombong itu! Namaku bukan Galang Arfian Gumilang jika aku tidak sanggup untuk menghancurkan kehidupan anggota keluargamu satu persatu,!" Teriak Galang.


Sepertinya aku harus memancingnya agar semakin berbicara terus terang kenapa dia bersikap seperti ini padaku. Karena aku merasa papa dan Abang Guntur tidak pernah menyakiti hati orang lain.


"Saya akan memulai dari dirimu, kamu adalah satu-satunya cucu perempuan di dalam keluarga besar Nasution, kamu adalah bidak catur papiku untuk membuat kalian hancur sehancur-hancurnya bahkan tidak akan berani memperlihatkan wajah kalian kepada orang lain! Ini adalah dendam papiku yang akan aku lampiaskan pada papamu dan juga kakakmu yang bujang lapuk itu!" Ungkapnya Galang.


Pak Gumilang awalnya adalah sahabat terbaiknya papanya Guntur. Yaitu pak Aswin Malik Nasution. Tetapi karena perebutan kekuasaan dan tender proyek mega besar sehingga keduanya terpisah dan bercerai berai.


Mertuanya Vania menganggap jika dirinya dicurangi dalam kerjasamanya itu, hanya Pak Gumilang yang beruntung besar dari tender mega proyek itu.


Mas Mike Andres tolong aku cepatlah datang kesini aku takut aku tidak berdaya dan tidak mampu menahan amarahnya lagi.


Aku sangat khawatir dengan kondisi dari calon bayi kita, mas Mike semoga kamu segera membaca dan pesan chatku.


Tangannya Vania terus berusaha untuk mengirimkan pesan ringkasnya ke nomor ponselnya Mike kekasih pujaan hatinya itu.


Galang Arfian sama sekali tidak mengetahui jika Vania itu sudah hamil anak dari selingkuhannya.

__ADS_1


"Vania Larisa sampai kapan pun aku tak akan menceraikan kamu, aku ingin kamu mati enggan hidup pun segan! Aku akan membuatmu menderita hingga tak sanggup berdiri dan berpijak di bumi, karena aku ingin membalas dendam kepada kakakmu Guntur Aswin Nasution!" Geramnya Galang Arfian.


"Vania kamu kira saya sudi menikah dengan gadis seperti kamu, aku ini kalau bukan karena papi dan mamiku yang menyarankan agar aku segera menikahimu aku tidak akan sudi, malah aku itu sangat jijik melihat perempuan sepertimu!" Galang menghempaskan tubuhnya Vania ke atas ranjangnya.


Galang mendorong tubuhnya Vania ke atas tempat tidur sehingga mini dress yang dipakainya tersingkap ke atas.


"Andaikan bukan karena Papi aku tidak akan pernah menikahimu, berniat saja aku kagak mau apalagi untuk menjadikan kamu ratuku, istriku satu-satunya, karena kakak kamu lah aku harus terpisah dengan Tania,tapi hari ini aku tidak akan biarkan kamu untuk tersenyum lagi, aku akan mengambil hakku malam ini!" Ancamnya Galang yang sudah merobek ujung pakaiannya Vania.


Vania semakin beringsut ke belakang, dia tidak menduga jika apa yang dikatakan oleh Galang bukan hanya sekedar ancaman saja.


Brugh!!


Vania melempar beberapa bantal ke arahnya Galang, berbagai benda sudah dia lemparkan ke arah Galang, hingga yang tersisa adalah ponselnya yang segera dia amankan agar tidak ketahuan jika dia merekam semua apa yang sudah terjadi di dalam sana.


Brak!!


Prang…


Vania mulai ketakutan dan tubuhnya gemetaran karena, pakaian yang dipakainya sudah dirobek oleh pria yang katanya sangat marah padanya.


Galang hanya tersenyum smirk melihat apa yang dilakukan oleh adiknya Guntur Aswin. Vania sekuat tenaga melempar dan mengamuk agar dirinya selamat.


Krek!!


Tarikannya Galang sungguh kuat sehingga mampu merobek pakaiannya itu yang cukup seksi dimatanya Galang.


"Hari ini akan aku tunjukkan padamu siapa Galang dan siapa suamimu yang sebenarnya, bukan pengawal miskin itu! Saya akan mengambil apa yang seharusnya menjadi hakku selama ini!" Gertaknya Galang.


Tatapan matanya Galang yang awalnya hanya terbakar api marah, tapi sekarang gara-gara melihat bentuk tubuhnya Vania Larissa yang sungguh sangat cantik, mulus dan seksi.


Tatapannya matanya yang penuh dengan gairah mendamba melihat begitu menggoda pakaian dan bodynya Vania di atas ranjangnya yang sudah dirobek paksa oleh Galang.


"Kamu akan menangis histeris dan meratapi kesedihan kamu yang akan kehilangan kehormatanmu sebagai seorang perempuan, aku akan menuntut hak ku kali ini, jadi jangan memberontak," ancamnya Galang seraya menarik kuat kaki jenjangnya Vania yang gemetaran saking takutnya melihat tatapan matanya Galang yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Ya Allah aku mohon mas Mike segera datang, aku tidak ingin tubuhku disentuh oleh pria bajingan ini.


Aku tidak boleh kalah darinya sebelum Mike datang menjemputku. Aku tetap berjuang keras melawannya bagaimanpun caranya.


Ya Allah semoga saja Mike membaca pesan chat yang aku berikan padanya, aku tidak akan bisa hidup lagi jika pria brengsek, luknut itu merenggut segalanya darinya.


Vania berusaha sekuat tenaga untuk menutupi seluruh tubuhnya yang pakaian dipakai oleh Vania sudah hampir robek keseluruhan. Galang semakin tidak bisa mengendalikannya dirinya melihat sebagian pay*dar*nya Vania kelihatan.


Galang kesusahan menelan air liurnya sendiri melihat bentuk tubuhnya Vania yang sungguh putih dan terawat itu.


"Kamu sungguh sangat cantik, entah kenapa aku bego banget tidak menuruti keinginan papi untuk tidak menyentuhmu, padahal kau sangat menggoda dan sangat cantik," ucapnya Galang seperti kucing kelaparan saja melihat mini dress yang dipakainya Vania sudah hampir semuanya robek.


"Sa-ya mohon jangan, saya minta padamu jangan lakukan padaku,katanya kamu enggak mencintaiku kan!" Ratapnya Vania yang menutupi kedua benda menonjol paling penting dalam masa depan hidupnya itu.


Haha!" Kamu berteriak pun tidak akan ada yang menolongmu karena aku sudah liburkan semua orang yang bekerja di rumah kita ini!" Gertak Galang lagi.


"Tolong!! Aku mohon tolong jika ada orang di rumah ini!!" Jeritnya Vania yang bersusah payah menutupi tubuhnya yang sudah semakin terekspos jelas dimatanya Galang yang sudah kalap dan ingin segera menerkam mangsanya itu.


Galang sudah mengungkung tubuhnya Vania dan mulai memegangi kedua tangannya Vania dengan kekuatan penuh karena, tidak ingin dijam*h oleh Galang suaminya sendiri yang sama sekali tidak dicintainya itu.


Galang ingin mencium bibirnya Vania, tapi Vania selalu berontak dan berusaha untuk melawan.


"Tidak!! Aku mohon jangan!!" Jerit Vania yang pakaian sudah teronggok ke atas lantai keramik.


"Kamu sangat menggodaku hingga aku kehilangan kendali atas akal sehatku sendiri!"


Galang tangannya sudah tidak terkendali dan terkontrol, tapi Vania juga tidak mau menyerah. Tapi usahanya sia-sia saja untuk menolong dirinya sendiri.


"Aku akan mengambil hakku atas dirimu!" Galang menciumi leher hingga kedua mount Everest miliknya Vania yang begitu montok.


Bruk!!


Pintu itu terbuka lebar ketika seorang pria menendang dengan kuat pintu itu.

__ADS_1


__ADS_2