Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 125. Permintaan Icha


__ADS_3

"Ugh!!" Naysila tidak menduga dan tak mengerti kenapa kedua sahabatnya spontan menutup mulutnya.


Zania mengelus lengannya Senja," Senja Starla Airen Zain kamu itu sedang hamil jangan bertingkah seperti ini,jaga kesehatan kamu juga kalau terjadi sesuatu pada bayimu apa yang akan kamu katakan pada pak Kabir nantinya," nasehatnya Zania yang lebih mengkhawatirkan kondisi dan keadaannya Senja daripada Ica karena merasa Ica baik-baik saja.


"Apa Senja hamil!?" Jeritnya Naysila.


Senja dan Zania bersamaan menutup mulutnya Naysila mengigit kecil telapak tangannya Zania Mirzani. Sehingga Zania reflek melepaskan tangannya itu.


"Augh!! Sakit!" Keluhnya Zania yang tidak menyangka jika tangannya akan digigit oleh sahabatnya sendiri.


"Makanya jangan menutup mulutku, kalian berdua memang aneh aku hanya berbicara tentang apa yang kalian katakan, karena jujur saya sangat terkejut mendengarnya, tapi kalian malahan menutup mulutku," gerutunya Naysila.

__ADS_1


Zania kembali menepuk pundaknya sahabatnya itu," kamu yah! Kalau berbicara jangan seperti itu juga, maksudnya suaramu itu kenapa volumenya selalu pakai tinggi segala!" Ketusnya Zania yang kembali menepuk keningnya Naysilla.


"Sudah bertengkarnya fokus dengan masalahnya, Icha kenapa tiba-tiba jatuh pingsan itu alasannya yang harus kita cari tahu," ucapnya Senja.


Naysila dan Zania terdiam tanpa ada lagi yang berbicara sepatah katapun. Mereka tidak mau menentang keputusan ataupun perkataan dari temannya itu.


Icha sudah berada di dalam klinik perusahaan dan sudah ditangani oleh dua perawat dan seorang dokter perempuan. Kelima orang lainnya mondar-mandir di


"Bagaimana bisa terjadi seperti ini, apa Icha belum makan atau kurang tidur sampai-sampai dia pingsan?" Senja mondar mandir tidak tentu arah sampai membuat keempat orang pusing melihat apa yang dilakukan oleh Senja.


Senja menatap intens ke arah Zania Mirzani," Kenapa bisa seperti itu, apa Icha punya masalah, mungkin seperti kedua orang tuanya belum kirim biaya kuliahnya, atau apa ada yang menganggu Icha di kantor, atau Icha melakukan kesalahan?" Tebaknya Senja.

__ADS_1


"Iya benar-benar mengkhawatirkan sudah lama di dalam sekitar hampir satu jame, tapi belum selesai diperiksa oleh dokter," Zania pun semakin dibuat khawatir juga.


"Hakim Rahman coba cek ke dalam, kenapa lama sekali dokter Hana memeriksa kondisinya Icha," pintanya Senja.


Hakim sebenarnya sangat tidak ingin masuk karena ada hal penting yang menyebabkan Hakim setengah hati dan enggan untuk bergerak,tapi mau diapa karena dia tidak ingin disalahkan oleh mereka semua.


"Baik Nyonya Muda," ucapnya Hakim Rahman yang segera bertindak cepat karena diperintah oleh istri dari pemilik perusahaan.


Hakim segera membuka perlahan pintu masuk ruang perawatan,tapi upayanya terhenti padahal baru saja hendak ingin memutar handle pintu tersebut. Tapi, telinganya menangkap suara pembicaraan dokter dengan Icha.


"Dokter apa yang terjadi padaku, kenapa aku bisa pingsan,apa bayiku baik-baik saja?" Tanyanya Icha sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.

__ADS_1


"Kondisi bayi Anda baik-baik saja, tapi karena kamu kurang makan dan juga banyak pikiran sehingga sangat berpengaruh kepada bayimu, jadi kamu harus banyak istirahat badrest dan paling penting jangan emosi atau stres, kamu juga jangan lupa minum obat dan vitaminnya juga," ucap dokter Hana Yori Annisa.


Icha memegangi punggung tangannya dokter Hana, "Insya Allah dokter, aku akan mendengarkan apa pun yang dokter katakan, tapi aku mohon jangan katakan kepada siapapun jika saya hamil, aku meminta tolong pada dokter untuk merahasiakan apa yang terjadi padaku, aku tidak ingin orang lain mengetahui apa yang terjadi padaku hari ini, jadi masalah kehamilanku ini, akan membuat aib bagiku kelak jika diketahui oleh orang lain," pintanya Icha dengan air matanya yang terus menerus menetes membasahi pipinya itu.


__ADS_2