Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 72 Antara Bahagia dan Sedih


__ADS_3

Janji suci pernikahan sudah diikrarkan oleh Kabir dengan baik dan mantap. Hanya dalam sekali tarikan nafas saja Kabir mengucapkan dan melafalkan ijab kabul dengan lancar.


Bu Aisyah yang sejak tadi bersama Senja dan Jingga di dalam kamar tamu pengantin langsung memeluk tubuh keponakannya setelah kata sah berkumandang dan menggema seantero masjid An-Nur.


"Alhamdulillah selamat Nak selamat nak, kamu akhirnya menjadi istrinya Kabir, Tante sangat bahagia akhirnya kamu resmi menikah dengan Kabir, Tante bahagia banget Nak karena Kabir itu pria yang baik, insha Allah dia akan membahagiakan kamu kelak," imbuhnya Bu Aisyah yang terharu dengan pernikahan keponakan dari pihak suaminya.


Bu Aisyah melerai pelukannya dari dalam pelukannya Senja, Jingga pun merentangkan kedua tangannya ke hadapan adiknya itu.


"Senja apa kamu tidak berniat untuk memeluk kakakmu ini," ucapnya Jingga dengan senyuman merekahnya menyambut balasan pelukan dari adiknya itu.


Senja langsung bangkit dari duduknya itu dengan sangat pelan karena gaun pengantin yang dipakainya cukup berat, panjang dan membuatnya tidak leluasa bergerak.


"Stop kamu tidak perlu bangkit dari dudukmu, saya saja yang akan langsung memelukmu, kamu cukup tenang dan duduk anteng saja biarkan saja kakak yang memeluk dirimu," cegahnya Jingga yang terlebih dahulu memeluk adiknya itu.


Keduanya terharu, bahagia sekaligus juga sedih karena adiknya setelah hari ini akan menetap di kediaman Sanders untuk selamanya.


"Mulai besok tidak akan lagi orang yang akan temani aku ke kampus, teman berdebat juga sudah tidak ada, pasti rumah ini akan sepi tanpamu," ujarnya Jingga yang berusaha menahan air matanya yang sudah siap menetes membasahi pipinya.


"Aku juga pasti akan merindukan hari-hari dimana kita berangkat bareng ke kampus, terkadang tidurnya bareng juga, tapi hari ini saya sudah menikah dan pasti kebiasaan semacam itu akan selalu saya rindukan," tuturnya Senja.


"Ya ampun dua anak ini, bisa-bisanya menangis disaat bahagia seperti ini seharusnya kalian itu tertawa gembira bukannya menitikkan air mata," sanggahnya Bu Aisyah yang juga ikutan menangis.

__ADS_1


Jingga terkekeh melihat tantenya itu, "Hehe Tante Aisyah bukannya dia yang ngelarang kami menangis malah dia sendiri yang menangis tersedu-sedu lagi," tampiknya Jingga.


"Putriku Senja benar kata kakakmu besok akan memulai hidup barunya bersama dengan kelurga barunya, mama pasti akan kesepian dan merindukan canda tawamu Nak, dibalik kebahagiaanmu ada rasa sedih dan kehilangan pastinya yang kami rasakan karena adat-istiadat kedua mertuamu itu semua pihak mempelai perempuan harus tinggal bersama dengan kedua mertuanya itu selamanya tidak ada yang hidup terpisah selama masih menetap di Jakarta,"


Aliya yang menjemput putrinya untuk bertemu dengan suaminya pria yang baru dalam hitungan menit itu menikahinya. Aliya menyeka air matanya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam ruangan khusus tersebut. Ia pun menetralkan perasaannya terlebih dahulu sebelum masuk.


"Hem sudah saatnya pengantin tercantik hari ini keluar menemui suaminya,apa putriku sudah siap?" Tanyanya Alia yang berusaha tegar untuk melepas putrinya untuk putra tunggalnya dari keluarga Sanders.


"Mama bisa saja padahal disini Mamalah yang paling tercantik," balas Senja yang memuji mamanya itu.


Aliya hanya berusaha untuk kelihatan tegar dan tersenyum walau dibalik senyuman itu terbersit tidak rela melepas kepergian putrinya ke rumah barunya. Tuan Sanders adalah keturunan Gujarat India sehingga semua anggota keluarganya yang sudah berkeluarga maupun yang belum harus tinggal satu atap bersama.


"Jingga bantu mama untuk antar adikmu, Mbak Aisyah banyak ibu-ibu pengajian di depan cari Mbak loh," tuturnya Aliyah yang sudah mengapit tubuh putrinya yang telah resmi menjadi istri itu.


Hingga Kabir Kasyafani Sanders yang melihat kedatangan istrinya itu terpana, kagum dan tidak mampu menyembunyikan rasa takjubnya tersebut untuk sang kekasih halalnya.


Senja dalam balutan gaun pengantin berwarna putih gading itu dengan hijabnya yang menutup kepalanya semakin menambah kecantikannya.


"Masya Allah cantiknya, kamu sungguh bidadari surgaku yang tercipta hanya untukku seorang, dan aku pastikan kamu akan segera mengatakan cinta padaku,"


Kabir reflek langsung berjalan ke arah istrinya untuk menyambut kedatangan Senja. Sehingga apa yang dilakukan oleh Kabir membuat semua orang yang masih setia memadati ruangan masjid An-Nur itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Kabir yang seperti tidak sabaran saja.

__ADS_1


"Ya elah pengantin prianya sepertinya tidak sabaran nih, lihatlah tingkahnya tanpa diperintah langsung menghampiri istrinya," candanya sepupunya Kabir.


Tapi, seseorang yang baru saja datang entah apa yang dirasakannya karena selalu memperhatikan gerak gerik seorang perempuan yang sedari tadi diperhatikannya dengan seksama.


"Kenapa kembarannya istrinya Kabir seperti aku kenal sebelumnya,tapi dimana aku pernah bertemu,"


Guntur Aswin Nasution terus memperhatikan dengan seksama Jingga perempuan yang baru kali ini menarik perhatian itu. Padahal selama hidupnya yang sudah hidup lebih 30an.


Kabir salah tingkah karena pergerakannya itu tidak terkontrol olehnya. Hanya naluri dan gerakan refleks yang dilakukannya. Kabir mengulurkan tangannya ke arah Senja sambil tersenyum simpul.


Senja yang diperlakukan seperti itu tersipu malu, wajahnya langsung blushing dan merona memerah. Kabir segera berlutut di hadapannya Senja dengan tangannya masih memegang tangan kanannya Senja. Semua orang terdiam sesaat memperhatikan dengan seksama apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Kabir. Mereka cukup penasaran dengan acara dan kejutan apa lagi yang akan ditunjukkan dan diberikan oleh Kabir sesudah ini.


"Senja Starla Airen Zain Pratama terimakasih banyak kamu sudah menerima pinanganku dan hari ini adalah kau resmi menjadi istri Kabir Kasyafani Sanders, mulai hari ini, jam menit dan detik ini kamu menjadi tanggung jawabku seutuhnya dan percayakan hidupmu bersamaku. insha Allah saya akan berusaha untuk membahagiakanmu selama sisa hidupku di dunia ini. pintaku padamu jangan sekali-kali pernah lelah untuk mencintaiku, akhirnya kumenikahimu hari ini," jelasnya Kabir Kasyafani Sanders dengan penuh keyakinan dan semangat itu.


Senja tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu sehingga tak pernah pudar dan surut senyumannya di sudut bibirnya.


Apa yang dilakukan oleh Kabir diluar list daftar susunan acara akad nikahnya. Apa yang dilakukan oleh Kabir semata-mata untuk membuat Senja jatuh cinta padanya. Senja tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Kabir di depan orang banyak.


Jingga tersenyum tipis melihat apa yang dilakukan oleh adik iparnya itu, tapi tiba-tiba hatinya sedih dan terenyuh ketika harus kembali mengingat beberapa kenangan dan peristiwa kejadiannya bersama almarhum mantan kekasihnya sekaligus tunangannya.


"Ya Allah andaikan itu bang Abdil Pramudya pasti bahagianya hatiku ya Allah… astaughfirullahaladzim maafkanlah hambaMu ini yang terkadang masih sering tidak ikhlas melepaskan kepergian bang Abdil, tolong bantu aku yah Allah SWT agar aku lebih sabar dan tawakal menjalani garis tangan ku yang sudah Engkau gariskan,"

__ADS_1


Senja mengedarkan pandangannya terlebih dahulu terutama ke arah papa dan mamanya dan terakhir kakaknya.


"Makasih banyak bang Kabir Kasyafani Sanders engkau telah memilihku menjadi satu-satunya perempuan yang kamu nikahi dan menjadi pendamping hidupmu.. Suatu kebanggaan bagiku karena Abang melabuhkan hatinya padaku seorang. sungguh aku merasa terhormat telah Abang pilih dan sejujurnya bahagia dengan pernikahan kita ini kelak akan hidup bersamamu hingga menua nantinya," balasnya Senja yang perkataannya jujur tulus keluar dari dalam hatinya melalui bibir seksi dan mungil merah delimanya itu.


__ADS_2