Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 76. Kecewa


__ADS_3

Kabir mengikuti langkah kakinya Senja hingga masuk ke dalam kamarnya Senja. Senja langsung ke arah meja riasnya untuk membuka beberapa aksesoris pelengkap pakaian pengantinnya itu.


Kabir pun masuk ke kamar perempuan untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya selama ia sudah dewasa. Hanya ketika ia masih kecil sering kali masuk ke dalam kamar ketiga kakak perempuannya.


Tapi, betapa terkejutnya melihat ke atas ranjangnya Senja. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Sebuah foto dengan figura yang terpasang kanan kirinya tembok kamarnya itu. Dia melihat sebelah kanan fotonya Shah Rukh Khan dan sebelah kiri ada fotonya oppa Jhi Chang Wook.


"Benar-benar istriku sungguh fanatik mencintai dan mengidolakan artis senior tersebut, tapi ngomong-ngomong apa sih bedanya saya dengan mereka, saya juga ganteng, masih muda dan tajir di bandingkan mereka yang tidak mungkin digapai oleh Senja."


Kabir mendengus kesal saking jengkelnya melihat foto aktor Bollywood dan Korea Selatan itu yang sering main film action.


"Andaikan fotoku yang terpampang di sana dan terpajang disitu betapa bahagianya hatiku ini, aku sungguh menjadi pria yang paling sempurna kebahagiaanku,"

__ADS_1


Senja sudah melepas gelang, kalung dan cincin perhiasannya kecuali cincin tunangan dan pernikahannya itu.


"Maaf Pak saya harus mengganti pakaian, silahkan pak Kabir memilih pakaian di dalam lemari itu khusus untuk pak Kabir, tapi maaf ya kamarku mungkin lebih kecil dari kamarnya pak Kabir," ujarnya Senja.


"Saya tidak pernah mempermasalahkan masalah gede kecilnya kamarmu yang paling penting adalah kamu selalu bersamaku itu sudah cukup bagiku,"


"Kenapa pak Kabir hanya terdiam mendengar perkataanku,apa dia memang tidak suka dengan kondisi kamarku yang sempit yah?" Tebaknya Senja yang melihat suaminya itu terdiam saja.


"Kenapa lidahku begitu keluh dan tidak bisa berucap sepatah katapun yang mengungkapkan perasaanku padanya, entah kenapa aku lebih fasih dan lancar mengajar dan berdebat mengenai beberapa tender proyek kerjasama dengan beberapa relasi bisnis daripada berbicara mengenai perasaanku di hadapannya Senja."


Kabir melihat Senja kesusahan untuk melepas pakaian gaun pengantinnya itu dari tubuhnya. Awalnya ia hendak ingin membantunya. Tetapi,ia tidak ingin dicap sebagai pria yang memanfaatkan keadaan saja.

__ADS_1


Kabir segera mengurungkan niatnya itu untuk membantu Senja melepas pakaian pengantin yang masih membalut tubuhnya. Dia pun berbalik arah dan memeriksa lemari pakaian yang isinya semua pakaian yang sangat cocok dengan karakter dan kebiasaannya dalam sehari-hari.


"Kenapa semua pakaian ini begitu sesuai dengan seleraku,apa semua ini dipersiapkan oleh bunda Hanin, karena aku yakin dia tidak mengetahui pasti pakaian-pakaian yang aku sukai jadi pasti Senja bekerjasama dengan bunda,"


Kabir takjub dengan segala isi di dalam lemari itu, walau merek dan harga serta kualitas dari pakaian yang ada di dalam lemari tidak seperti dengan hasil rancangan desain khusus dan spesial dari perancang busana terkenal yang khusus menangani pakaiannya.


Mulai dari pakaian kerja, pakaian pesta dan pakaian santai atau sehari-hari didesain khusus untuk Kabir seorang. Sehingga selalu tampil berbeda dari orang-orang pada umumnya.


Senja memperhatikan dengan seksama apa yang dikerjakan oleh Kabir suaminya itu setelah berhasil membuka resleting pakaiannya sendiri. Ia pun berjalan ke arah lemari dimana pria yang baru dalam hitungan menit dan jam itu menikahinya.


"Pak Kabir tidak menyukai semua pakaian ini?" Tanyanya Senja.

__ADS_1


Kabir menatap intens ke arah istrinya itu dengan tatapan mata yang sulit diartikan itu. Tetapi, baru saja hendak menjawab pertanyaan dari istrinya itu Senja sudah kembali membuka suaranya untuk berbicara.


"Maaf pak mungkin model dan harga serta kualitas dari pakaian yang aku pilih langsung sendiri enggak cocok dengan seleranya bapak, maaf lain kali aku akan bertanya kepada bapak mengenai pakaian yang bapak sukai dan pantas," ungkapnya Senja dengan sedikit kecewa karena pilihannya ternyata tidak sesuai dengan keinginannya Kabir suaminya itu.


__ADS_2