Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 61


__ADS_3

Leo Carlando segera mengiyakan permintaan dari istrinya itu untuk bertemu Du salah satu cafe yang sudah ditentukan oleh Alia semalam melalui putri sulungnya itu.


"Maafkanlah saya tidak bisa kembali seperti dulu lagi bersatu dengan mas Leo, mungkin sebaiknya kita menjadi kedua orang tuanya saja tetapi untuk bersatu menjadi suami istri maaf saya tidak pernah memikirkan hal tersebut, semoga mas mengerti dengan apa yang saya katakan ini," ungkapnya Aliah.


Leo yang ingin menyentuh tangannya Aliyah tapi, segera dicegat oleh Aliah langsung. Yaitu dengan cara Aiya memindahkan tangannya agar tidak tersentuh oleh pria yang masih berstatus suaminya secara hukum,kalau agama entahlah tidak pasti seolah abu-abu dan buram.


"Aliya kenapa?" Tanyanya Leo yang mengerutkan keningnya melihat reaksinya Aliah.


"Maafkanlah saya mas, mungkin sebaiknya kita sekedar menjadi Mama dan papanya Senja dan Jingga untuk lebih dari hubungan lainnya, maaf tolong jangan berharap banyak mas dengan pertemuan kita ini, karena saya kesini sengaja bertemu dengan mas sesuai dengan amanat dan permintaannya Senja," ujarnya Aliah.

__ADS_1


"Alia kenapa?" Tanyanya Leo.


"Maafkan saya mas bagiku kita hanya sebagai orang tua dari kedua anak kembar kita tidak lebih dari itu. Kalau sebagai suami istri itu sudah lama berakhir hubungan kita Mas, sudah pupus dan tak terbekas sedikitpun hanya yang tersisa adalah rasa yang sulit aku artikan, karena semakin aku ingin menyudahi hubungan kita berdua dan berdamai dengan keadaan hati ini semakin sedih dan kecewa," ungkapnya Aliyah.


Leo mengusap wajahnya dengan gusar setelah mendengar perkataan dari Aliya langsung. Pupus lah harapan dan impiannya ketika Aliya menolak untuk kembali rujuk.


"Aliya apa benar kamu sudah tidak ada sedikitpun rasa sayangnya pada mas?" Tanyanya lagi Leo Carlando Zain Pratama yang ingin memastikan apakah memang sudah tidak ada harapan lagi.


"Aliah Aziza Humaira," teriaknya seorang pria yang berjalan ke arah mejanya kedua pasangan suami istri itu dengan senyumannya yang tidak pernah luntur dari wajahnya.

__ADS_1


"Abang Salim Kamal Asegaf," cicitnya Alia yang tidak menyangka jika akan bertemu setelah kurang lebih setahun tidak berjumpa satu sama lainnya karena Alia memang menghindari pertemuan keduanya.


Pria yang disapa Salim itu segera menarik salah satu kursi dari hadapannya Leo tanpa peduli dengan kehadiran Leo diantara mereka saking bahagianya melihat wanita yang dicintainya itu sepenuh hatinya.


"Aliah alhamdulillah Abang bisa bertemu denganmu kembali, padahal sudah berbulan-bulan Abang cariin kamu tapi tidak ketemu juga tapi, hari ini Allah SWT sungguh berbaik hati padaku karena dipertemukan kembali dengan kamu di tempat seindah ini," ujarnya Salim yang penuh gembira saking bahagianya bertemu dengan pujaan hatinya.


"Abang aku juga heran loh bisa bertemu dengan Abang Di sini, tapi ngomong-ngomong soal bertemu kok Abang ada disini, ngomong-ngomong bareng sama siapa?" tanyanya Aliah sembari celingak-celinguk mencari keberadaan siapa pun yang bersama dengan Salim.


Alia berharap agar Salim sudah bertemu dengan wanita yang cocok dan jodohnya agar dia tidak lagi terus dikejar oleh Salim. Alia memang tidak memiliki suami, tapi tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun.

__ADS_1


"Semoga saja Abang Salim sudah bertemu dengan wanita pujaan hatinya, karena sejujurnya aku tidak ingin lagi berhubungan dengan dia, memang dulu sudah banyak membantuku tapi sekalipun aku tidak pernah meminta bantuan padanya,"


__ADS_2