Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 32. Pertolongan


__ADS_3

Senja mencat-mencat di tempatnya saking jengkelnya dengan sikap asisten dosennya yang bukannya menolongnya malahan menceramahinya saja.


"Kenapa meski muncul sih orang menjengkelkan itu? Aku semakin sial bertemu dengannya, untungnya wajahnya ganteng sehingga tidak terlalu rugi ketemu dengannya," gerutu Senja.


Senja kembali mendorong sepeda motornya menuju SPBU terdekat. Ia berharap semoga saja kejadian ini tidak membuatnya terlambat ke kampus.


Baru sekitar dua puluh meter mendorong motornya itu, kembali sebuah mobil berhenti tepat di depannya sehingga mau tidak mau Senja menghentikan langkahnya segera.


Senja hanya menatap intens ke arah mobil berwarna putih itu yang cukup besar ukurannya dibandingkan dengan ukuran mobilnya.


Jendela mobil bagian kiri terbuka lebar dan menyembul lah sebuah kepala," kakak cantik kita ketemu lagi!" Teriaknya anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun itu yang memakai seragam sekolah putih merah.

__ADS_1


Senja yang disapa seperti itu segera membuka lebar-lebar kelopak matanya dan reflek tersenyum simpul melihat anak kaki-kaki yang dikenalnya sekitar tiga minggu lalu tanpa sengaja.


Anak kecil itu segera membuka pintu mobilnya dan berjalan tergesa-gesa ke arah Senja. Ia tak segan-segan memeluk tubuhnya Senja dengan erat.


"Kakak Senja, kok bisa ada di sini dorong motor seperti ini?" Tanyanya anak laki-laki itu yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling Senja.


Senja terkekeh sebelum menjawab pertanyaan dari anak tersebut, "Hehehe motornya kakak kehabisan bahan bakar bensin, jadinya harus dorong seperti ini deh, kalau kamu kok belum ke sekolah kenapa ada di sini?" jawabnya Senja.


"Kebetulan Paman Kabir mau beli sebuket bunga mawar untuk perempuan tercantik di sekolahnya Candra jadi harus lewat jalan sini dulu kak Senja," jelasnya Adicandra.


Senja segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dimana seorang pria yang cukup dewasa menyebut namanya.

__ADS_1


"Iya Paman ada apa yah menyebut namaku?" Tanyanya balik Senja yang sedikit mengerutkan keningnya melihat pria yang baru saja dikenalnya itu.


"Apa benar namamu Senja Starla Zain Pratama?" Tebak Lutfi Khaer yang menatap intens ke arah Senja.


Senja kaget dan tidak percaya jika dirinya ada yang mengenali namanya begitu lengkap padahal orang itu baru pertama kali dilihatnya.


"Kok Paman bisa mengetahui namaku dengan jelas seperti itu? Apa Paman mengenali saya atau mungkin kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Senja dengan penuh selidik.


Ya Allah… benar jika dia adalah keponakanku salah satu putri kembarnya Abang Leo. Pasti Abang dan Ibu akan bahagia mendengar jika saya bertemu dengan anaknya. Tapi untuk sementara saya tidak akan berterus terang di depannya jika saya adalah pamannya, takutnya dia mengadu kepada Mbak Aliya mamanya yang akan membuat mereka semakin menjauh.


"Iya Paman Luffy kenalnya kak Senja dimana? Ayo paman jawab dengan jujur," imbuhnya Candra yang tidak mengerti kenapa pamannya bisa mengetahui teman barunya itu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok hanya nebak dengan asal saja, tapi ngomong-ngomong sepertinya kamu akan terlambat datang jika berdiri disini terus, gimana kalau itu motornya kamu dititipkan di depan sana kebetulan di depan itu ada rumahnya teman jadi kamu paman antarin ke kampus motornya nanti balik dari kampus kamu ambil, masalah bensinnya juga teman Paman yang akan mengatur segalanya kamu tenang dan fokus kuliah saja masalah disini serahkan semuanya pada temannya Paman," tuturnya Lutfi.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, aku sangat bersyukur bertemu dengan orang baik seperti paman, beda jauh banget deh dengan pria satunya," imbuhnya Senja yang masih kesal jika mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu.


__ADS_2