Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 69. Rencana Leo


__ADS_3

Bu Aisyah yang awalnya hendak ambil air putih harus berhenti karena melihat kedua sejoli pasangan suami istri yang lama terpisah akhirnya bertemu kembalikan.


"Ya Allah Aliah dan Leo gimana kalau ada anak-anak yang lihat kalian seperti ini, ish… ish kenapa enggak di dalam kamar kan tidak apa-apa daripada di sini pasti akan banyak yang lihat, untungnya sudah jam dua belas malam malam lewat," gerutunya.


Aisyah segera meninggalkan ruangan tengah setelah melihat apa yang dilakukan oleh Leo Zain Pratama dengan Aliah Aziza Humaira. Aisyah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya adik sepupu suaminya itu.


"Besok saya akan desak mereka untuk segera menikah kembali karena author sudah mencari beberapa sumber di google jika Aliya dan Leo masih pasangan suami istri, mengingat tidak pernah jatuh talaq sekalipun baik itu satu,dua atau tiga dan juga Leo setiap bulannya mengirim uang belanja kepada Aliya walau Leo tidak mengetahui jika Aliya tidak membawa serta buku tabungannya dan Aliyah tidak memakai uangnya itu sepeserpun lagian sebelum memutuskan pergi Alia mengirim pesan chat perpisahan ketika Aliya berpamitan."


Aisyah menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Leo dan Aliya yang seperti anak muda yang dimabuk cinta saja.


Leo dan Aliya mengakhiri ciii uuu man mereka setelah hampir saja mereka kehabisan stok udara dalam kerongkongannya. Nafas keduanya memburu ngos-ngosan saking rakusnya keduanya tidak ada yang mau mengalah untuk berbagi nafas satu sama lainnya.


Leo menyeka sudut bibirnya Aliah yang masih basah akibat air salivanya yang bertukaran sedari tadi.


"Maafkan mas yang sudah bertindak melampaui batas, kamu enggak marah kan?" Tanyanya Leo yang mengangkat wajahnya Aliah dengan memegangi dagunya Alia dibalik hijabnya.


Aliya mendongakkan kepalanya ke arah Leo," tidak apa-apa kok Mas lagian saya juga yang memberikan lampu hijau dan kesempatan untuk mas melakukannya, tapi apakah mas menyesal dengan apa yang sudah kita lakukan?" Cicitnya Alia yang malu dengan sikapnya barusan memberikan akses dan jalan untuk Leo berbuat lebih pada dirinya.


Leo tersenyum penuh kegembiraan mendengar perkataan dari istrinya itu," ya Allah serius Alia jika kamu tidak marah dengan apa yang mas perbuat? Sejujurnya mas yang seharusnya berkata seperti ini takutnya kamu itu marah bahkan menyesal telah melakukannya kembali bersama mas,"


Leo tak henti-hentinya mengecup punggung tangannya Aliya bergantian dengan keningnya itu. Hingga seolah tak ada rasa capek dan bosannya Leo melakukan hal tersebut.


"Mas akan segera merujuk kau kembali menjadi istriku, Aliya mulai malam ini Minggu, bulan dan tahun ini, serta detik ini, menit, jam saya Leo Carlando Zain Pratama merujuk kamu kembali seperti dulu lagi, akad nikahnya kita menyusul setelah putri kita Senja dan Kabir menikah,"


"Saya sangatlah setuju dengan idenya mas takutnya banyak reader yang marah jika kita tidak rujuk terlebih dahulu sebelum melakukannya Mas," imbuhnya Alia yang raut wajahnya memerah menahan rasa malunya itu.

__ADS_1


Leo terkekeh mendengar perkataan dari istrinya itu," tapi apakah kamu setuju jika kita honeymoon ke Korea Selatan mumpung mas selama lima tahun terakhir tidak pernah ambil jatah cuti dan liburnya mas di kantor,kamu setuju gak?"


Leo berharap agar istrinya itu mengabulkan permohonan dan harapan terbesarnya. Aliya tercengang mendengar perkataan dari Leo. Ia menitikkan air matanya karena akhirnya impiannya selama ini sejak awal mereka menikah sebelas tahun yang lalu.


Leo menghapus air matanya Aliya yang terus menerus menetes membasahi pipinya yang mulus dan glowing itu mengalahkan author saja. Aliah bukannya tidak mampu untuk pergi di kehidupannya yang sekarang ini. Tetapi, mengingat awal-awal pernikahan keduanya itu kehidupan mereka sungguh sangat sulit mengenai masalah ekonomi dan keuangannya yang serba irit.


"Kenapa kamu menangis sayang, apa kamu tidak bahagia dengan rencananya mas atau mungkin ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?" Tanyanya Leo yang keheranan melihat sikapnya Alia yang menangis tersedu-sedu.


Alia menggelengkan kepalanya tanda tidak seperti yang dipikirkan oleh Leo sendiri.


"Saya sangat bahagia dan senang sekali mendengar rencana baiknya mas, tapi sebenernya pengennya saya kita umroh dulu mas setelah dari Mekah tanah suci barulah kita ke Korsel Seoul, gimana menurut mas?" Tanyanya Aliya seraya menggenggam tangannya Leo dengan kedua netra hitamnya yang berbinar binar bening seperti berlian.


Leo mendengarkan keinginan istrinya itu dengan seksama dan tersenyum gembira mendengar perkataannya Alia.


"Mungkin sebaiknya saya sampaikan niat kita ini kepada anak-anak karena pendapat mereka cukup penting juga, supaya kita bisa berangkat dengan hati yang ikhlas, tenang dan nyaman tanpa terbebani sedikit pun dengan masalah di sini, bagaimana menurut mas?" Tanyanya Alia.


"Itu ide yang bagus juga sih, kalau begitu kita istirahat besok masih banyak kerjaan yang meski kita kerjakan karena banyak ritual adat istiadat yang harus dijalani Senja," tuturnya Leo sambil menggandeng tangannya Alia untuk menuju kamarnya masing-masing.


Hari Jum'at, tanggal 7 Juli 2023.


Acara semakin ramai sejak subuh tadi, orang-orang berlalu lalang di dalam rumahnya Alia yang mempersiapkan acara akad nikahnya Senja dengan Kabir.


Satu persatu tamu undangan baik dari kalangan sanak saudara dan kerabat famili dan juga teman dari Leo maupun Aliya pun sudah berdatangan. Mereka awalnya berkumpul di dalam kediaman rumahnya Alia sebelum berangkat ke masjid An-Nur sebagai tempat pelaksanaan akad nikahnya.


"Aliya bagaimana dengan putrimu Senja apa dia sudah selesai di make up atau belum?" Tanyanya Bu Sita Marsita ibunya Leo.

__ADS_1


Aliya yang sedang menyambut beberapa tamu undangan segera menolehkan kepalanya ke arah ibu mertuanya.


"Alhamdulillah Senja sementara dirias Bu," balasnya Alia.


"Kalau gitu Ibu naik dulu untuk cek kedua cucu cantikku apa mereka sudah siap apa belum," imbuhnya Bu Masitah Marsita yang segera meninggalkan anak menantunya bersama beberapa orang lain.


Bu Sita segera menaiki satu persatu anak undakan tangga," ya Allah semoga saja cucuku Jingga bisa lebih tenang dan tidak terlalu kepikiran dengan almarhum kekasihnya," gumamnya Bu Sita.


Bu Sita segera membuka pintu kamar cucu sulungnya dengan berharap agar hari ini Jingga lebih baik dari pada hari sebelumnya.


Bu Sita melihat cucunya masih duduk termenung di depan meja riasnya. Jingga masih belum berganti pakaian apapun.


"Assalamualaikum, morning cantik kok sudah sepagi ini kamu belum merias diri kamu nak, apa pakaian yang kamu pilih kemarin tidak cocok denganmu atau kamu ingin dibantu oleh Nenek," ujarnya Bu Sita.


Jingga buru-buru menyeka dan menghapus jejak air matanya agar tidak ketahuan oleh Neneknya jika masih sering menangis dengan mengingat kematian kekasihnya Abdil Pramudya.


"Bu-kan seperti itu Nek, hanya saja saya kurang nyaman memakai gaun pesta seperti itu, apa nenek lupa kalau aku tidak terlalu suka memakai pakaian yang feminim apalagi memakai kebaya seperti itu," kilahnya Jingga.


Jingga berusaha untuk tersenyum, agar neneknya tidak curiga padanya apa yang sebenarnya terjadi padanya yang belum sanggup menerima kenyataan yang sulit dihadapinya.


"Kalau gitu Nenek akan bantu kamu untuk berpakaian dan juga Nenek akan bantuin kamu untuk mempercantik wajahmu, walau cucuku tanpa makeup menor sekalipun sudah terlihat cantik alami,"


Jingga pun pasrah dengan permintaan neneknya,ia tidak ingin semuanya semakin berantakan jika tidak menyetujui permintaan neneknya.


Sedangkan keluarga besar calon suaminya Senja, yaitu keluarga besar Sanders sudah bersiap untuk berangkat ke masjid tempat perjanjian yang sudah diputuskan oleh pihak Aliya sebagai orang tua pihak perempuan untuk melangsungkan ijab kabul.

__ADS_1


__ADS_2