Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 55. Proses Lamaran


__ADS_3

Beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak sudah berkumpul di depan pintu masuk rumahnya Alia Azizah Khumaira. Mereka menyambut kedatangan rombongan iringan anggota keluarga besar Sanders untuk melamar dan mempersunting salah satu anak kembarnya Aliah.


"Assalamualaikum," sapanya Bu Hanin Mazaya ketika sudah berdiri di depannya Aliah calon mertua putranya semata wayangnya itu.


"Waalaikum salam, selamat datang Bu Hanin di rumah kami yang kecil dan sederhana ini, semoga kalian bisa betahl bersama kami," imbuhnya Alia yang merendah.


"Astaughfirullahaladzim kenapa meski merendah seperti ini Bu besan, kami kesini bukanlah datang untuk menilai atau menanggapi besar kecilnya bagus tidaknya rumah dari calon menantu ku ini, tapi saya datang untuk meminang anak atau putri bungsu Anda bu Aliah," tukasnya Bu Hanin sambil tersenyum lebar.


"Hahaha Bu Hanin bisa saja, kalau seperti itu silahkan kalian masuk ke dalam kita kiranya berbincang-bincang sambil menikmati kue dan makanan apa adanya," ucapnya Aliyah.


Seserahan lamaran yang sungguh banyak dibawah oleh anggota keluarganya Kabir sungguh banyak dan menyilaukan mata bagi siapapun yang melihatnya.


"Betapa beruntungnya Aliyah mendapatkan calon besan dan menantu yang kaya raya, andai anakku juga seperti Senja betapa bangganya dan bahagianya diriku ini, sepertinya aku harus terus mendekati kelurga calon suaminya Senja supaya ketiban hal baik pula," gumamnya Bu Aminah adik sepupunya Aliah yang dari luar pulau Jawa.


"Apakah ini mamanya Senja yang begitu cantik diusianya yang tidak muda lagi, pantesan Senja juga cantik dan ayu karena keturunan dari mamanya rupanya," pujinya Bu Claudia Ibundanya Abbas papanya Kabir.


Aliya tersenyum senang karena betapa banyaknya pujian yang mereka dapatkan," Alhamdulillah makasih banyak ibu sudah memuji saya yang begitu membuat hatiku merasa gembiranya mendengar segala macam pujian dari keluarganya nak Kabir," imbuhnya Alia.


"Aliah kasihan loh pada tamu-tamu kita kalau harus berdiri terus menerus tanpa dipersilahkan untuk masuk dan duduk di atas sofa," candanya Bu Aisyah istri dari kakak sepupunya Aliyah.

__ADS_1


Rombongan yang begitu banyaknya segera satu persatu masuk ke dalam ruangan khusus yang sudah disulap sebagai tempat untuk menyambut kedatangan mereka semua.


Berselang beberapa menit kemudian,Bu Claudia sebagai nenek dari Kabir membuka percakapan mereka dan langsung ke inti tujuan mereka beramai-ramai berkunjung ke kediaman kedua orang tuanya Senja.


Sedangkan Kabir hanya terdiam saja mendengarkan percakapan dan perbincangan para suhu dan tetuah di dalam keluarga kedua belah pihak yang ditetuakan itu.


"Alhamdulillah kami datang ke sini dengan niat untuk melamar putri kedua Nyonya Aliah Aziza Humaira yang bernama Senja Starla Airen Zain Pratama untuk menjadi istri sekaligus pendamping hidup dari cucuku yang bernama Kabir Kasyafani Sanders, bagaimana Bu Aliah apakah Anda setuju dan bersedia menerima lamaran kami dan niat baik kami ini?" Ujarnya Bu Claudia.


Aliah tersenyum simpul menanggapi perkataannya Bu Claudia," Alhamdulillah saya sebagai mamanya Senja sangat bersyukur dan menerima dengan tangan terbuka niat baik kalian, tapi alangkah baiknya kita bertanya langsung kepada putriku atas kesediaannya ini," pungkas Aliah lagi.


"Oh itu ide yang bagus calon besan, saya bersyukur jika niat baik dari pihak keluarga kami bisa diterima dan kami mendengar secara langsung perkataan dan jawaban dari Nak Senja langsung bukan melalui perantara," timpalnya Pak Abbas Khairil Sanders.


"Nak Jingga tolong bawa kesini adikmu nak, kelurga dari calon suaminya ingin melihat langsung Senja dan mendengarkan jawaban dari Senja," pintanya Pak Darwis satu-satunya kakak sepupu laki-laki dari pihak kakeknya Senja.


"Baik Paman saya akan segera menjemput dek Senja," sahutnya Jingga Aurora Ainah Zain Pratama.


Berselang beberapa menit kemudian, Senja sudah datang keruangan pertemuan kedua belah pihak keluarga. Senja diapit oleh kakaknya Jingga Du sebelah kanan dan adik sepupunya di sebelah kiri bernama Amelia Harsha.


"Masya Allah cantiknya calon cucu mantuku," pujinya Bu Claudia yang langsung berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan Senja.

__ADS_1


Sedangkan Kabir tidak bisa menutupi kakagumannya melihat penampilan Senja yang memakai gaun kebaya modern dengan hijabnya yang menghiasi kepalanya itu. Kabir tidak menyangka jika suasana melamar anak gadis orang seperti ini.


"Subhanallah cantiknya calon bidadari surgaku, semoga aku tidak salah pilih melabuhkan hatiku pada perempuan yang bernama Senja, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku sejak awal aku melihatnya aku sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama,"


Senja segera duduk di samping mamanya tepat berdekatan dengan Bu Claudia yang tersenyum bahagia melihat kecantikan alami dari Senja.


"Nak Senja apa kamu bersedia untuk menerima Kabir sebagai calon suamimu dan sebagai calon pendamping hidupmu kelak?" Tanyanya Bu Claudia yang menggenggam tangannya Senja.


Senja mendongakkan kepalanya ke arah Bu Claudia yang sedari tadi menundukkan kepalanya karena malu diperhatikan seperti itu oleh banyak orang.


Senja menatap satu persatu orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut, mamanya, kakaknya, Kabir calon suaminya, Bu Hanin, pak Abbas dan juga terakhir ke arah Pamannya.


Senja menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan pula. Senja tersenyum simpul ke arah nenek dari Pria yang akan menikahinya itu terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari mereka semua.


Senja pun terdiam dan bungkam seribu bahasa, menatap ke sekeliling. Sejak semalam masalah ini sudah dipikirkan baik-baik olehnya dan dia tidak ingin menunda lebih lama lagi rencana dan tujuannya itu.


Kabir serta yang lainnya berharap-harap cemas menantikan jawaban dari Senja. Semua orang yang hadir di dalam ruangan pertemuan dua keluarga besar itu saling bertatapan satu sama lain dan terakhir tatapan mereka bertujuh pada Senja yang hanya mampu terdiam.


"Bismillahirrahmanirrahim, saya bersedia menerima pinangan Abang Kabir Kasyafani Sanders, tapi dengan satu catatan saya ingin disaat hari akad nikahku papa Leo Carlando Zain Pratama harus hadir menjadi saksi sekaligus wali nikahnya kami berdua, jika tidak hadir maaf sampai kapanpun saya tidak akan bersedia untuk menikah dengan siapapun." Tegasnya Senja yang tidak ingin perkataannya terbantahkan.

__ADS_1


Alia spontan berdiri dari tempat duduknya dan hendak menyanggah keputusan anaknya itu. Tetapi, tangannya dipegang oleh Aisyah sambil menggelengkan kepalanya agar Aliyah sama sekali tidak menolak ataupun menenteng keputusan yang sudah diambil oleh Senja putri kandungnya itu.


Hanin Mazaya tersenyum mendengar perkataan dari calon mantunya itu," ini baru cocok jadi anak menantuku tegas dalam bersikap dan bertindak tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh keadaan, semoga Senja mampu menuntun Kabir kejalan yang lurus dan lebih baik lagi, karena Kabir putraku sudah terlalu jauh dariMu ya Allah,"


__ADS_2