Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 43. Rival Abadi


__ADS_3

Senja yang mendengar teriakannya Kabir segera bergerak dengan mengangkat ujung gaunnya itu. Dia kegirangan mendengar perkataannya Kabir Kasyafani.


"Kira-kira apa benar akan memberikan nilai yang bagus atau jangan-jangan malah hanya mempermainkan saya saja,tapi awas yah kalau sampai berani mempermainkanku aku akan pites-pites kepalanya sang dosen killer tersebut?" Ancamannya Senja.


Senja semakin mempercepat langkahnya,tapi karena terlalu terburu-buru berjalan hingga tanpa sengaja kakinya kesandung. Hingga ia hampir saja terjungkal ke arah belakang.


"Aahh!" Pekik Senja.


Kabir yang melihat hal tersebut segera bertindak dengan bergerak cepat keluar dari dalam mobilnya itu. Tapi upayanya terlambat sepersekian detik saja,ia hanya mampu melihat perempuan yang disayanginya berada di dalam pelukan seorang pemuda.


Pria itu adalah tidak lain anak dari salah satu rekan bisnisnya, pria yang cukup tampan dan tidak kalah rupawannya dengan Kabir.


Adegan tatap-tatapan yang keduanya lakukan segera terhenti karena Kabir sama segera menarik lengannya Senja sekuat tenaga sampai-sampai Senja mengeluh kesakitan.


"Stop!! Pak Kabir sakit!' teriaknya Senja.

__ADS_1


Kabir baru kali ini mendengar teriakannya Senja yang terbilang cukup kasar dan lantang.


"Apakah begitu cara dan sikapnya memperlakukan seorang wanita cantik Tuan Kabir!" Sarkasnya pria yang awalnya menolong Senja.


Kabir segera melepas pegangan tangannya ditubuhnya Senja yang meringis kesakitan. Senja mengelus lengannya itu yang cukup sakit. Senja mengalihkan pandangannya ke arah pria yang masih muda tapi tidak kalah ganteng dengan Kabir.


"Saya tidak apa-apa kok Pak, hanya saja tadi keseleo makanya aku kesakitan," sanggahnya Senja.


Pria itu semakin berjalan mendekati Senja," kalau kaki kamu yang sakit kenapa sedari tadi kamu mengelus lenganmu!" Cibirnya pria itu lagi.


"Stop Tuan Muda Galih Zulkarnain saya masih sanggup untuk mengurus kekasihku sendiri tanpa bantuan Anda!" Tegasnya Kabir yang segera memeriksa lengannya Senja.


Kabir menggulung lengan bajunya Senja hingga terekspos lah sebagian tangannya Senja yang sejak berusia sepuluh tahun sudah memakai hijab.


"Tidak perlu repot-repot seperti ini Pak Kabir, aku baik-baik saja kok," cegahnya Senja yang tidak ingin sebagian tubuhnya terlihat yang selalu ditutupinya itu.

__ADS_1


"Pak Kabir!" Beonya Galih.


"Apa seperti itu panggilannya sapaan seorang kekasih terhadap pacarnya, kok menurut aku tidak mesra dan bagus banget panggilan sayang kalian berdua!" Sarkas Galih Zulkarnain yang menatap intens ke arah keduanya secara bergantian.


Kabir dan Senja menjadi salah tingkah, keduanya langsung panik dan berusaha untuk menutupi kenyataan yang memang tidak boleh seharusnya terungkap.


"Kami memang seperti itu kok, tidak perlu memakai panggilan sayang yang mesra atau romantis yang paling penting kami saling menyayangi dan mencintai satu sama lain,iya kan Senja?" Kabir menatap intens ke arah Senja.


Senja yang mengerti arti tatapannya Kabir segera melanjutkan aktingnya malam itu," iya kami itu selow saja dengan nama panggilannya kami, mau disapa Senja, sayang, cinta, honey, cintaku bagiku sama saja tidak masalah yang paling penting hatinya pak Kabir selalu untukku," elaknya Senja seraya menunjuk ke arah dadanya Kabir dengan penuh kemesraan dan berusaha tenang di depan Galih.


"Aku yakin mereka ini menyimpan rahasia besar, aku akan menyelidiki keduanya jika mereka bukan pasangan resmi maka aku akan merebut senja dari dalam genggaman tangannya Kabir," tekadnya Galih.


"Kalau begitu kami tidak bisa berlama-lama bersama tuan Galih, masih ada urusan penting yang harus kami kerjakan," Kabir segera menarik tangannya Senja untuk pergi dari hadapan pria yang sejak masih kuliah di luar negeri selalu menjadi rivalnya bahkan hingga detik ini.


"Kabir kamu boleh berbohong menutupi kenyataannya tapi mataku cukup jeli bisa melihat jika gadis remaja itu tidak mencintaimu bahkan aku lihat sama sekali tidak ada rasa untukmu kalau seperti ini aku harus segera mencari tahu siapa Senja,"

__ADS_1


__ADS_2