Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 14. Kedatangan Leo


__ADS_3

Mereka tidak ada lagi yang berbincang-bincang, mereka berdua sudah duduk di atas motor matic nya Aliya. Hari ini terpaksa Aliya harus libur ngetik dulu novel online. Untungnya baru hari ini liburnya, jadi masih bisa bersantai.


Aliya memperbaiki posisi letak helmnya Adinda perempuan yang merebut suaminya dan menjadi pelakor dalam rumah tangganya yang sama sekali tidak diketahuinya itu, "Kamu pegangan yah,kalau ada yang kamu ingin atau butuhkan Kau tidak perlu sungkan, ngomong saja, biasanya Ibu hamil itu banyak maunya, moodnya juga berubah-ubah tergantung dari situasi dan kondisi yang ada.


"Saya chat saja Mas Leo mungkin bisa jemput di kembar nanti sore," gumamnya Aliya sebelum melajukan motornya menuju jalan protokol ibu kota Jakarta yang hari itu cuacanya cukup cerah, tapi belum tahu sore harinya.


Suasana jalan siang hari itu cukup ramai, padat tapi tidak terlalu terjadi kemacetan yang berarti. Kedua perempuan itu duduk saling berboncengan satu sama lainnya.


Bab. 14


Tidak cukup sehari Aliya dan Adinda bersama melewati kebersamaan mereka, sudah mampu merubah pendirian dan sikapnya Adinda terhadap Aliya dan kedua anak kembarnya.


"Aku bukan manusia yang kejam yang tidak punya hati nurani, aku tidak mungkin membalas kebaikan mbak Aliya dengan kejahatan, hatiku memang sakit dan sedih jika mas Leo lebih mencintainya daripada saya,tapi saya sadar bahwa saya yang salah sudah hadir di tengah-tengah hubungan mereka," Adinda memeluk tubuhnya Aliya dengan erat karena takut terjatuh.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di mall setempat. Aliya memarkirkan motornya di tempat parkiran khusus motor.


"Alhamdulillah sudah sampai juga di mall, sini helmmu Mbak yang simpankan," ucapnya Aliya.

__ADS_1


Adinda semakin dibuat terharu sekaligus bangga dengan sikapnya Aliya yang selalu memperlakukannya dengan baik dan sepenuh hati yang tulus.


"Kita cari makan dulu atau cari perlengkapan bayimu?" Tanyanya Aliya yang berjalan beriringan dengan Aliya dan Adinda dua perempuan yang saling berkaitan satu sama lainnya dan hanya salah satu dari mereka yang mengetahuinya.


"Kalau menurut aku makan saja Mbak, sudah bunyi-bunyi sudah perutku mbak soalnya," imbuhnya Adinda.


"Kalau gitu kita makan di sana saja dari pada harus capek-capek mencari tempat makan lagi, mendingin yang dekat saja," ujarnya Aliya sambil menunjuk ke arah salah restauran seafood ala Jepang.


Lagi-lagi perhatian yang diberikan oleh Aliya semakin membuat Adinda semakin bersalah dengan keputusannya untuk hidup menjadi pelakor di dalam kehidupan perempuan yang begitu baik dalam hidupnya.


Mereka sesekali tertawa cekikikan dan terbahak-bahak disaat mereka saling bercanda bersama sambil menyantap makanan mereka masing-masing.


"Alhamdulillah sudah Mbak, aku sudah punya tenaga yang kuat untuk jalan bersama Mbak mencari keperluan babyku," ucapnya Adinda penuh semangat dan antusias.


Mereka kembali bergandengan tangan melangkahkan kakinya menuju salah satu toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi.


"Semuanya lengkap di sini yah Mbak, mau tanya kualitas bagus dengan harga selangit ada,mau yang murah dengan harga terjangkau juga ada, tersisa kita saja yang mau pilih apa sesuai dengan isi dompet tentunya," ucap Adinda yang sudah memborong beberapa perlengkapan bayi dalam troli belanjaannya.

__ADS_1


"Adinda, Mbak ijin ke belakang dulu, kamu enggak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" Tanyanya Aliya yang ingin ke toilet umum.


Adinda menolehkan kepalanya ke arah Aliya ketika memeriksa daftar list belanjaannya yang belum berada f dalam keranjang belanjanya itu.


"Silahkan Mbak, tapi jangan lama-lama yah, aku enggak enak sendirian disini," pungkasnya Adinda.


Aliay hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mulutnya Adinda dengan seulas senyumannya itu.


Sepeninggal Aliya saking asyiknya memilih pakaian bayi, mainan serta beberapa pernak-pernik kamar bayi ia tidak menyadari jika seorang pria berjalan mendekatinya.


Pria itu memeluk tubuhnya Adinda dari arah belakang, awalnya Adinda terkejut dengan sikap pria itu yang langsung memeluk tubuhnya tanpa aba-aba Dy depan umum


"Mas Leo!" Cicitnya Adinda yang sangat bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Leo terhadapnya itu.


Adinda tidak hanya menebak siapa orang yang memeluknya dengan posesif dengan begitu saja tanpa alasan karena dari aroma parfum yang dipakainya itu. Saking bahagianya Adinda melupakan keberadaan Aliya bersamanya.


Keduanya melupakan dimana mereka berada, walau Leo Carlando Zain Khalid hanya memperlakukan Adinda dengan romantis dan manis hanya karena mengingat Adinda yang sedang hamil, tetapi mereka berdua melupakan tempat keberadaannya.

__ADS_1


Mereka lupa jika mereka sedang di mall yang pastinya banyak orang yang melihat apa yang sedang mereka lakukan. Sedangkan Adinda melupakan jika istri pertama dari suaminya menemaninya belanja perlengkapan baby nya itu.


__ADS_2