Belum Berakhir

Belum Berakhir
Bab. 223


__ADS_3

Di sebuah perusahaan seorang pria telah menghentikan meetingnya setelah tidak fokus terhadap apa yang sedang mereka lakukan.


Pria itu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke meja kerjanya dan membuka laci meja kerjanya tersebut.


Ternyata namamu adalah Jihan Yuanni Ulli, kamu gadis kecil yang dulu aku temui sekitar tiga tahun yang lalu.


Kamu gadis yang telah berjasa di dalam hidupku selama ini. Aku sudah melakukan pencarian terhadap kamu.


Berkat pertolongan kamu memberikan tumpangan padaku ketika aku berada di Jakarta Indonesia sehingga pertemuanku dengan relasi bisnisku berjalan lancar.


Kaisan Al-ayyubi Haitam adalah pria yang pernah ditolong oleh perempuan yang dikira adalah Jihan. Waktu itu, Kai sedang melakukan pekerjaannya di Indonesia, tetapi dalam perjalanan tiba-tiba ban mobilnya bocor untuk memperbaikinya dengan mencari bengkel itu sangat sulit dan tidak mungkin di sekitar area daerah itu.


Sedangkan waktu pertemuannya sudah semakin mendesak dan jika terlambat atau tidak datang. Perusahaannya bakal mendapatkan kerugian yang cukup besar dan penalti atas pelanggaran kontrak kerjasama yang cukup tinggi pula.


Untungnya waktu itu datanglah Dewi penolong memakai motor matik berwarna hijau menawarkan bantuannya. Disitulah awal pertemuannya mereka hingga untuk kedua kalinya, mereka bertemu kembali dalam suasana yang tidak terduga.


Sehingga Kaisan langsung memutuskan untuk menjebak Jihan agar menerima lamarannya itu dengan alasan agar Jihan menjadi miliknya seutuhnya dan akan membalas budi baiknya.


Tapi, sayangnya Kai tidak mengetahui kebenarannya jika Jihan dan Jinan adalah dua orang kembar identik yang begitu mirip.


Jihan duduk ditepi ranjangnya sambil memandangi sebuah foto yang ada di dalam galeri foto hpnya. Ia mengelus wajahnya pemuda yang berbeda usia dengannya sekitar lima tahun itu.


Mereka sudah menjalin hubungan backstreet yang tidak ada yang mengetahui hubungan mereka. Bahkan mereka LDR-an.


Kak Gamal, aku sudah mengiyakan permintaan pria itu. Aku tidak ingin saudaraku mendapatkan masalah fatal dengan dijebloskan kedalam penjara.


Tapi hatiku dan cintaku hanya untukmu Gamal Nazief Vagan. Tidak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunia ini, walau hanya sekejap saja.


Jihan segera menghubungi nomor telepon saudari kembarnya terlebih dahulu kemudian menghubungi nomor ponselnya Gamal pemuda yang sudah empat tahun terakhir menjalin hubungan dengannya.


Ya Allah aku belum siap untuk menikah,tapi aku sudah berjanji kepada mereka.


Apakah aku sebaiknya bertanya kepada kak Jinan saja terlebih dahulu. Karena aku yakin kak Jinan punya cara sendiri untuk mengatasi semua ini.


Aku tidak mungkin menikahi pria yang sama sekali tidak aku cintai sedangkan pria yang aku cintai adalah orang lain.

__ADS_1


Sedangkan di lantai bawah rumah Oma dan opanya sedang terjadi penyelidikan dan interogasi terhadap Asril yang baru saja muncul dengan berita yang cukup hebat dan heboh.


Semua orang berjalan ke arah Asril Abrar yang barusan mengutarakan apa yang diketahuinya yaitu Jihan akan dilamar oleh seorang pria yang baru dikenalnya.


"Apa! Cucuku akan dilamar oleh seorang pria! Siapa pemuda yang sudah berani dan lancang untuk meminang cucu bungsuku?" Ucapnya Pak Septa Danu Triadji.


"Ya Allah,apa laki-laki itu sadar jika cucuku yang paling cantik ini masih sangat muda!?" Tukasnya Bu Hanin Mazaya.


Bu Hanin Mazaya memegangi kedua pundaknya cucu keponakannya itu," Nak, katakan pada kami yang sejujurnya, jangan bercanda,"


"Istriku sebaiknya kita bawa Asril untuk duduk terlebih dahulu supaya pikirannya bisa tenang dan tidak tertekan dengan pertanyaan dari kalian semua," usulnya Pak Septa Danu Triadji.


Semua orang berjalan kembali ke ruang tengah dan apa yang rencananya akan mereka kerjakan terpaksa tertunda dan dipending dulu.


"Asril, Nak lamaran itu bukan permainan jadi jangan sekali-kali menganggap itu adalah gurauan dan lelucon," ucapnya Kabir.


"Jihan adalah putri bungsuku yang masih sangat muda belum waktunya memikirkan pernikahan. Jadi stop bercandanya, lagian pernikahan itu bukan ajang permainan. Bukan karena Alif akan menikah besok malam sehingga kamu juga mengabarkan jika Jihan putriku akan menikah," tukasnya Senja.


Asril serasa seperti terdakwa hukuman gantung saja yang sedang diadili oleh banyak pengacara dan hakim.


Semua orang menatap tajam ke arah Asril agar segera menyudahi gurauannya itu. Hingga suara pintu berdecit pertanda ada tamu yang datang ke rumah megah itu. Semua orang reflek mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan beberapa orang.


"Mas juga baru saja melihat mereka, entah siapa dia," timpalnya Mike Andres.


"Bang Gun, apa mengenal mereka? Atau jangan-jangan mereka keluarga dari Asminah Medina lagi yang datang menuntut Icha dan Hakim Rahman." Bisik Jingga.


"Aku yakin mereka bukan datang karena masalah yang dibuat oleh Alief, melainkan urusan yang lain," tebaknya Guntur Aswin Nasution.


Kabir tersenyum melihat kedatangan ketiga orang yang sudah dikenalnya. Dia bangkit dari posisi duduknya, padahal baru saja menyentuhkan bokongnya ke atas sofa buludru tersebut.


Kabir berjalan ke arah kedatangan rombongan beberapa orang yang membuat semua orang penasaran dan bertanya-tanya.


"Welcome Nyonya Margaretha Di rumah kami yang kecil ini," ucap Pak Septa sambil menyambut kedatangan relasi bisnisnya yang sudah menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaanya bertahun-tahun lamanya.


Kabir tidak menyangka jika papinya juga mengetahui siapa orang yang datang bertamu ke rumahnya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat oleh kalian semua, saya dengan putraku dan menantuku cukup tersanjung dengan sambutan kalian ini," ucapnya Bu Margaret.


"Nyonya bisa saja dan maafkan kami semua tidak menyambut kedatangan kalian seperti ini. Karena kalian mengunjungi rumah kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu," ujarnya Bu Saskia Shopia yang baru teringat dengan ketiganya ketika beberapa minggu lalu mereka bertemu di salah satu pesta.


"Silahkan duduk, Zania dan Naysila tolong persiapkan kue dan minuman untuk teman kami ini, ingat harus kue buatannya Senja yah," pintanya Bu Hanin Mazaya yang memang tadi sempat melihat menantunya membuat kue untuk mereka.


Kue rumahan yang selalu menjadi makanan kesukaan dari seluruh anggota keluarganya itu.


"Baik Bun, kami akan segera mempersiapkannya," balasnya Zania Mirzani.


Zania dan Naysila segera meninggalkan ruangan tersebut dan gegas ke dapur untuk membuat minuman khusus untuk mereka semua.


"Nyonya Hanin, tidak perlu repot-repot untuk membuatkan minuman untuk kami. Kami kesini tidak bermaksud untuk menyusahkan kalian semua, karena kita bakal jadi besan," ujar Bu Jessica Parker maminya Kaizan.


"Jadi besan!" Beonya Senja.


Ibu Jessika tersenyum lebar sebelum menjawab pertanyaan dari Senja dan dia pun melemparkan pertanyaan terlebih dahulu sebelum mengatakan niat kedatangannya.


"Maaf sebelumnya siapa diantara kalian mommy nya Jihan Yuanni Ulli Triadji?" Tanyanya bu Jessika sambil melihat satu persatu perempuan yang ada di dalam ruangan tersebut.


"hemph.. ngomong-ngomong untuk apa yah? Bertanya dan mencari Senja mamanya Jihan?" Tanyanya balik pak Raka yang mulai kepo dengan apa yang sesungguhnya terjadi.


"Saya hanya ingin mengetahui siapa wanita cantik yang melahirkan seorang putri yang cantik pula dan hatinya sungguh baik," balas Bu Jessica.


Kabir segera merangkul tubuhnya Senja dari arah samping dengan penuh posesif.


"Dia ini adalah momsnya Jihan namanya Senja Starla Airen Zain adalah istriku. Ada perlu apa dengan istriku?" Kabir menautkan kedua alisnya itu melihat ke arah ketiga orang tersebut secara bergantian.


"Ya Allah ternyata dia adalah istri tuan Kabir, sungguh sangat cantik dan awet muda pantesan putrinya juga cantik karena kedua orang tuanya ganteng dan juga cantik," pujinya Bu Jessica.


"Baiklah karena kebetulan kalian sudah ada di sini sebaiknya kami mengutarakan keinginan kami, yaitu ingin melamar putri ibu Jihan untuk putraku satu-satunya yang kami miliki bernama Kaisan Al-Ayyubi Haitan dan rencana kami besok ingin mengadakan pertunangan mereka kalau niat baik kami ini diterima oleh kalian semua," imbuhnya Pak Marchel papanya Kai.


Jinan yang kebetulan baru tiba bersama dengan Giska Inayah, Gibran dan Ocean cukup terkejut mendengar lamaran khusus untuk Jihan.


Kaisan Al-ayyubi Haitan bukannya pria yang sekitar tiga tahun lebih lalu itu pernah aku tolong dan dia sempet memberikan kartu namanya untukku dan hingga detik ini aku masih menyimpannya di dalam dompetku.

__ADS_1


Makasih banyak bagi readers yang masih setia baca novel recehannya fania yah..


jangan lupa untuk tekan tanda like, komentar vote, gift iklannya dan poinnya juga kalau ada koin silahkan berbagi.


__ADS_2